4 Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Sammaria Simanjuntak

Sammaria Simanjuntak, lahir di Bandung pada 4 Mei 1983, lahir dari keluarga tentara membuat seorang Sammaria sangat menuruti apa yang dia rasa dapat membanggakan kedua orang tuanya hingga pada tahun 2006, Sammaria meraih gelar Sarjana Teknik di Bidang Teknik Arsitektur dari Institut Teknologi Bandung. Sejak kuliah Sammaria sering menonton film dan membuatnya menonton berbagai macam film—sampai membuat Sammaria mulai menyadari mengenai ketertarikanya pada sebuah film. Namun semasa itu, Sammaria belum berani untuk menentukan pilihanya dan kemudian bekerja  sebagai seorang Arsitek di sebuah perusahaan, sampai dirinya mulai berani menentukan pilihan dan percaya dengan kemampuanya sendiri dan memproduksi film panjang pertamanya, Cin(T)a.

Ini dia 4 hal menarik tentang Sammaria Simanjuntak!

Berikut kami ajak kamu untuk mengenali sosok Sammaria lebih dekat, dan mungkin belum kamu ketahui, penasaran? Mari simak 4 hal yang tidak kamu tahu tentang seorang Sammaria Simanjuntak sebelum menjadi seperti sekarang;

Memutuskan keluar dari pekerjaanya sebagai Arsitek!

Memiliki pekerjaan mapan dan nyaman memang sebuah impian, tapi bagaimana jika itu menjadi sebuah ketakutan atau kebosanan? Hal inilah yang akhirnya membuat seorang Sammaria merasa tidak menginginkan atau tidak cinta dengan pekerjaanya.

Dalam sebuah artikel, Sammaria menyebut jika ia ingin bekerja dengan cinta, bukan dengan ketakutan karena tidak mendapat uang. Akhirnya berselang beberapa waktu saat dia bekerja menjadi seorang Arsitek, Sammaria menyadari dan memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya sebagai Arsitek terkhusus karena Sammaria menyadari tidak mempunyai visi di Arsitektur dan mulai berfokus untuk membangun karier di dunia perfilman saja. Sosok perempuan yang satu ini selain dikenal dengan karya-karyanya yang mengemukakan toleransi hingga keberagaman, merupakan seseorang yang menginspirasi banyak orang lewat keahliannya yang bukan belajar dari sekolah film atau berkumpul dengan orang-orang film melainkan berasal dari anak teknik.

Alhasil ia mulai mempelajari film dengan mulai menelurkan beberapa karya setahun selanjutnya seperti Lima Menit Lagi Ah Ah Ah (2010) yang merupakan sebuah film dokumenter tentang seorang penyanyi cilik setelah menang kontes menyanyi di TV. Tahun 2011, Sammaria mulai berani dengan memutuskan mendirikan PT Kepompong Gendut yang berfokus pada produksi film. Dan ia lalu mulai membuat film-film selanjutnya seperti Working Girls (2012) dan 7 Deadly Kisses (2012) yang berhasil masuk sebagai official selection dalam Berlin International Film Festival. Emit (2012) hingga film panjang keduanya Demi Ucok (2013) juga berhasil menyabet berbagai penghargaan dan film-filmnya yang lain. 

Film pertamanya Cin(T)a dikerjakan serba pertama kali

Membuat film terutama film panjang tentu bukanlah hal yang mudah—kamu membutuhkan orang-orang yang memang satu visi denganmu hingga memiliki kemampuan dalam setiap bagian di produksi film, tapi tidak dengan sosok Sammaria Simanjuntak—wanita ini melakukan hal yang berkebalikan dengan rata-rata sutradara film pada umumnya. Ketika membuat film pertamanya yaitu Cin(T)a, ia membuat film ini dengan hampir semua kru yang terlibat dari mulai produser, sutradara hingga semuanya baru pertama kali dalam hal memproduksi sebuah film! Film ini sampai mendapat penghargaan sebagai skenario terbaik dalam perhelatan Festival Film Indonesia hingga meraih Audience Award pada Jakarta International Film Festival tahun 2009, tertarik untuk mencoba seperti Sammaria?

Film keduanya Demi Ucok sukses mendapat dana hingga 251 juta dari Crowdfunding!

Kamu merasa bahwa filmmu tidak ada dukungan? Atau susah untuk mencari dana bagi filmmu? Mungkin kamu bisa coba lakukan seperti Sammaria! Setelah berusaha berkarya secara independent pada karya-karya sebelumnya, Sammaria merasa yakin untuk berusaha mencari dana bagi film selanjutnya. Lewat film panjangnya yang kedua berjudul Demi Ucok (2013) ia mulai bergerilya bersama tim promosi dan publikasi dalam filmnya untuk mempromosikan proyek filmnya kepada penggemar-penggemar film di berbagai acara dan kesempatan hingga mencari dana ke semua teman-temannya sampai sahabat-sahabatnya untuk ikut serta dalam membantunya mewujudkan film panjang keduanya ini. Alhasil, dana yang terkumpul juga luar biasa yaitu bisa mencapai 251 juta (berdasarkan artikel: arsip.tembi.net) ingin mencobanya?

Baru mendapat restu dari orang tua setelah film Demi Ucok mendapat 8 nominasi pada perhelatan Festival Film Indonesia tahun 2012

Beberapa orang tua mungkin merasa tidak ingin jika anaknya yang sudah jelas pendidikanya apa—beralih ke dunia kreatif apalagi film yang belum tentu masa depannya seperti apa, terutama jika memulai semuanya dari nol. Mungkin itu juga yang menjadikan orang tua Sammaria belum bisa memberikan restu atau bahkan percaya terhadap keahlianya. Namun kemudian sang ibu dari Sammaria, Lina Marpaung, bermain sebagai Mak Gondut pada film anaknya sendiri, Demi Ucok, dan mendapat penghargaan sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik  pada Festival Film Indonesia! Hal ini yang akhirnya membuat sang ibunda mulai merestui Sammaria. Menarik ya? Mungkin itulah tips dari Sammaria; jika kamu ingin direstui, ajak ibumu main film!

Bagaimana? Apakah kamu sudah mengetahui lebih dekat mengenai seorang Sammaria Simanjuntak? Ya! Kamu mungkin akan belajar banyak hal dari sosok satu ini, karena selain berani menentukan impianya, sosok satu ini juga bisa menjadi pedoman bagi kamu yang ingin belajar dan bekerja bersama hati. Jadi, itu saja yang bisa kami beritahu kepada kamu semua, dan jangan lupa untuk menonton film terbarunya berjudul Sesat karya Sammaria Simanjuntak! Kamu ada pertanyaan? Tulis di kolom komentar ya!

Comments