5 Jenis Animasi Yang Paling Sering Dijumpai

“Animation offers a medium of story telling and visual entertainment which can bring pleasure and information to people of all ages everywhere in the world.” Kutipan ini berasal dari Walt Disney, sang pembuat tokoh ikonik Mickey Mouse dan pendiri Walt Disney Pictures. Animasi memungkinkan cerita seperti apapun dapat diwujudkan Hal ini membuat animasi menjadi salah satu pilihan dalam bercerita.

Animasi didefinisikan sebagai gambar yang bergerak. Biasanya animasi dibuat oleh sekumpuluan objek yang diatur agar terlihat seakan pergerak pada setiap pertambahan waktu. Biasanya animator membuat satu per satu gambar yang membentuk satu rangkaian gerakan. Perkembangan teknologi memudahkan para animator dalam membuat animasi, bahkan animasi dapat terlihat sangat nyata dengan bantuan komputer. Berikut 5 tipe animasi yang biasa dijumpai baik dalam film maupun video komersial.

Traditional Animation / Cel Animation

Snow White and Seven Dwarfs (sumber: cinemamuseum.org.uk)

Tipe ini merupakan tipe awal munculnya animasi. Animator menggambar setiap frame untuk menghasilkan sebuah sequence. Tipe ini disebut cel animation karena pada awalnya, animasi digambar pada celluloid. Semuanya dibuat dengan tangan alias digambar secara langsung. Beberapa contoh dari tipe animasi ini adalah film-film animasi awal Disney seperti Sleeping Beauty (1959) dan Snow White and the Seven Dwarfs (1937) atau yang terbaru film Loving Vincent (2017).

2D Animation

The Iron Giant (sumber: hollywoodreporter.com)

Keberadaan komputer membuat animasi tidak lagi harus digambar pada celluloid atau kertas. Tipe animasi ini biasanya dibuat dengan menggunakam vector yang mengadopsi teknik traditional animation. 2D animation dapat dibuat menggunakan perangkat lunak Flash dan Adobe After Effects. Tipe animasi ini sangat umum dapat kita jumpai dalam film maupun iklan. Beberapa contoh film animasi dua dimensi adalah The Iron Giant (1999), film-film Disney seperti Atlantis: The Lost Empire (2001) dan The Princess and the Frog (2009), film-film animasi Dreamworks seperti The Road to El Dorado (2001), dan film-film animasi Studio Ghibli seperti  Spirited Away (2001).

3D Animation

Toy Story (sumber: zimbio.com / Disney Pixar)

Seperti 2D Animation, pembuatan 3D Animation harus menggunakan komputer dan perangkat lunak khusus seperti Maya atau Cinema 4D.  3D Animation juga kerap disebut sebagai CGI atau computer-generated imagery. Tidak hanya menggambar, animator juga perlu membuat model dan memahami pergerakan dari setiap bagian tubuh karakter animasi termasuk ekspresi wajah. Tipe animasi ini juga sering dimanfaatkan pada film live-action. Film Toy Story (1995) merupakan salah satu film panjang pertama yang menggunakan tipe animasi ini.

Stop Motion

Isle of Dogs (sumber: collider.com)

Tipe animasi stop motion juga dikenal sebagai claymation karena karakter biasanya dibuat dari tanah liat. Tidak hanya tanah liat, karakter dapat berbentuk boneka, siluet, maupun action figures dan lego.  Untuk tipe animasi ini, karakter digerakan dan difoto setiap gerakannya. Foto-foto tersebut kemudian dirangkai menjadi sebuah sequence. Untuk pembuatan film stop motion dibutuhkan ketepatan dan ketelitian agar setiap gerakan terlihat berkesinambungan. Sutradara Wes Anderson merupakan salah satu pembuat film yang senang menggunakan tipe animasi ini seperti pada filmnya Fantastic Mr. Fox (2009) dan yang terbaru Isle of Dogs (2018).

Motion Graphics

Tipe animasi ini biasanya lebih banyak ditemukan pada video komersial seperti iklan, lyrics video, atau video tutorial. Motion graphics banyak digunakan karena dapat menjelaskan hal-hal yang kompleks dan dapat dipahami penonton dengan mudah. Seperti tipe animasi lainnya, animator motion graphics harus memahami komposisi dan pergerakan kamera. Aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat tipe animasi ini adalah Adobe After Effects. Studio Antelope juga membuat video komersial dengan tipe animasi ini loh.

Comments