5 Tips Mudah Syuting di Malam Hari

Syuting di malam hari dapat menghasilkan gambar yang indah. Selain itu, malam hari juga bisa memberikan nuansa tertentu, seperti sendu, yang tak bisa didapatkan di siang hari. Akan tetapi, syuting di malam hari memiliki tingkat kesulitan tertentu yang juga berbeda dengan syuting di siang hari.

Tuntutan teknis syuting di malam hari jelas berbeda dengan di siang hari. Di siang hari, kamu memiliki banyak sumber cahaya yang bisa dimanfaatkan, sementara malam hari sumber cahayanya sangat terbatas. Oleh karena itu, ada beberapa pertimbangan yang mesti kamu pikirkan sebelum syuting di malam hari. Nah, di postingan kali ini, kami memberikan tips mudah dan sederhana bagaimana caranya syuting di malam hari. Berikut ini penjabarannya:

Sumber Cahaya

Jika kamu syuting di jalan raya yang terdapat banyak lampu jalan, maka kamu beruntung. Saat recce, datanglah pula pada malam hari agar kamu bisa memetakan sumber cahaya yang ada di lokasi. Namun apabila, di sekitar lokasimu sumber cahaya sangat terbatas, maka kamu perlu mempertimbangkan lampu tambahan. 

Cara paling mudah adalah membawa lampion. Kamu bisa membeli lampion di toko-toko kelontong atau belanja daring di situs belanja online. Karakteristik lampion sangatlah baik digunakan untuk syuting. Jatuhnya cahaya yang tak terlalu keras, lantaran sudah terdifusi oleh lapisan kertas, serta persebarannya yang merata, membuat lampion menjadi pilihan favorit gaffer-gaffer profesional.

Ini dia tips syuting di malam hari!Ini dia tips syuting di malam hari!

Batas ISO

Hal kedua yang perlu kamu perhatikan adalah batas ISO. Beberapa kamera, seperti Canon EOS 5D punya kompensasi yang rendah terhadap cahaya minim. Oleh karena itu, sangat penting bagi pembuat film untuk mempelajari kamera yang akan digunakan dan memahami batas ISO yang ideal untuk syuting di malam hari. Tentu kamu tak mau gambarmu menjadi grainy kan.

Lensa Cepat

Solusi lain untuk mengakali sumber cahaya yang terbatas adalah menggunakan lensa cepat. Dengan menggunakan lensa cepat berbukaan lebar sepert f/1.2 sampai f/2.8, maka cahaya yang masuk ke sensor akan lebih banyak. Otomatis, kompensasi shutter speed dan eksposur juga menjadi lebih lebar. So, jangan lupa siapkan lensa-lensa yang cocok ya bila mau syuting di malam hari. 

Frame Rate

Kalau sumber cahayamu dan alat-alatmu terbatas, maka lupakanlah slow motion. Sebab semakin banyak frame yang kamu ambil per detiknya, maka semakin banyak cahaya yang kamu butuhkan. Oleh karena itu, frame rate menjadi faktor penting untuk kamu pertimbangkan. Oh ya, tapi keterbatasan ini justru pernah digunakan oleh Christopher Doyle, sinematografer Wong Kar Wai, di film Chungking Express untuk menciptakan gambar yang luar biasa. Nah, hal ini kita bahas di poin berikutnya ya.

Chungking Express adalah salah satu contoh film yang bisa mengubah kekurangan menjadi kelebihan.Chungking Express adalah salah satu contoh film yang bisa mengubah kekurangan menjadi kelebihan.

Eksperimen

Christopher Doyle, dengan keterbatasan lampu, justru menggunakan frame rate kecil (6-8 fps). Hasilnya? Bisa kamu lihat di film Chungking Express, gambar patah-patah dengan cahaya warna-warni yang indah. Apa yang bisa kita pelajari dari pilihan Christopher Doyle dan Wong Kar Wai ini? Tentulah keberanian bereksperimen. Jangan takut untuk membuat figur siluet, low-key lighting, dsb. Manfaatkanlah kekurangan-kekurangan ini menjadi kelebihan. 

Comments