8 Alasan Videomu Ditonton oleh Sedikit Penonton

Kamu adalah seorang social media influencer, youtuber atau brand dan ingin namamu lebih dikenal umum? Atau mungkin kamu hanya ingin membagikan pesan inspiratif dan motivatif?

Video kini adalah salah satu pilihan media komunikasi yang sedang naik daun. Sebagai sebuah media promosi, iklan hingga berbagi pengetahuan, video memiliki kekuatan yang besar. Terutama karena sekarang sudah begitu banyak digital platform yang akrab di jemari netizen.

Berdasarkan riset dari ReelSEO, ditemukan bahwa 93% kampanye pemasaran dilakukan dengan video dan 82% brand mengonfirmasi bahwa video memberikan pengaruh positif. Nah, tapi tunggu dulu, apakah kamu tidak setuju dengan laporan riset barusan?

Jika kamu masih merasa bahwa video yang kamu buat tidak mendapatkan view yang banyak dan tidak banyak berpengaruh pada brand atau channel-mu, mungkin ada beberapa alasan di baliknya. Pada dasarnya, yang dibutuhkan di antara video dengan penontonnya adalah engagement. Kami mencoba menjawab, nih, beberapa kemungkinan kenapa videomu belum mendapat engagement yang diinginkan:

Durasi yang Tidak Efektif

Ini dia 8 alasan kenapa videomu ditonton oleh sedikit penonton.

Rupanya durasi video berpengaruh pada daya ingat penonton, loh. Semakin pendek durasi videomu, semakin besar kesempatan penontonmu mengingat kontenmu. Tentu saja, semakin lama durasi videomu, maka semakin lemah pula daya ingat penonton.

Video yang berdurasi antara 5-10 menit dapat diingat oleh 50% penonton, video berdurasi 2-3 menit dapat diingat oleh 60% penonton, sementara video di bawah durasi 1 menit dapat diingat oleh 80% penonton. Jadi, tentukan durasimu mulai dari awal, ya!

 

Salah Target

Untuk setiap konten yang kamu buat, pastikan bahwa setidaknya konsepmu memuat 5W1H (what, when, where, why, who, how) dari topik yang kamu angkat. Di sini, target penonton adalah who dari kontenmu. Apakah kontenmu sudah menyasar target yang tepat? Untuk memastikan hal ini, pertanyaan yang perlu diajukan adalah: Apakah manfaat yang diberikan videomu sudah sesuai dengan kebutuhan target penontonmu? Apakah hal yang menarik perhatian mereka?

Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah terjawab, maka videomu siap diluncurkan.

Salah platform

Yup, kamu tidak salah kalau berpendapat bahwa Youtube adalah platform video terbesar saat ini. Bisa dibilang kalau semua pengguna internet adalah pengguna Youtube. Tapi, konsep konten videomu tidak bisa melulu berdasarkan konten video terlaris di Youtube.

Sekali lagi, kamu harus kembali pada target penonton. Para pengguna aktif Facebook, Twitter, Youtube dan media sosial lain memiliki karakter yang berbeda. Dengan memetakan target dan media sosial yang akan disasar, kamu dapat menentukan distribusi kontenmu dengan lebih baik.

 

Promosi Terbatas

Meskipun di atas kamu disarankan untuk menentukan platform terlebih dahulu, bukan berarti promosi kontenmu harus terbatas di satu platform tersebut. Sekarang setiap media sosial terhubung satu sama lain. Kamu dapat membagikan tautan video Facebook di Twitter dan sebaliknya. Dengan satu kali klik tombol share di Youtube, kamu juga bisa memilih mau membagikan tautan tersebut di media sosial yang mana. Bahkan, fitur berbagi di Instagram kini sangat memudahkan akun-akun untuk melakukan promosi, di instastory, misalnya.

Untuk promosi di media sosial lain, jika kamu merasa bisa melakukan ekstra, kamu bisa membuat teaser yang menyesuaikan karakter tiap media sosial tanpa harus membuat ulang keseluruhan sebuah video.

Salah Judul

Menentukan judul memang susah. Kamu dituntut untuk menemukan satu kalimat singkat yang dapat mendeskripsikan seluruh videomu tanpa terdengar membosankan. Banyak orang akhirnya justru memilih judul yang berbau click bait. Meskipun judul click bait mendapat banyak viewer, tapi bisa dipastikan bahwa kontenmu tidak akan bertahan lama. Penonton kini sudah semakin pintar sehingga judul yang tidak merepresentasikan videonya akan langsung diabaikan. Apa lagi, kini beberapa media sosial memberlakukan penalti untuk video-video ‘nakal’ yang hanya mengandalkan click bait.

Maka dari itu, coba luangkan waktu untuk mencari judul yang pas, lebih bagus lagi kalau judulmu tidak lebih dari 60 karakter.

Tidak Meyakinkan

Ini dia 8 alasan kenapa videomu ditonton oleh sedikit penonton.

Video yang baik akan membuat penontonnya merasakan suatu emosi tertentu. Entah itu sedih, senang, semangat dan sebagainya. Dengan menyampaikan emosi yang tepat, pesan yang akan disampaikan pun bisa terserap lebih baik. Bukan hanya itu, dengan adanya emosi tersebut, penonton lebih  mungkin untuk ikut membagikan videomu dan videomu pun menjangkau lebih luas lagi.

Meta Tag Tidak Sesuai

Buat apa ada fitur hashtag jika tidak dimanfaatkan dengan tepat? Beberapa platform memberlakukan fitur hashtags misalnya Youtube, Instagram dan Tumblr. Fitur tersebut mempermudah pengelompokan videomu. Jika seseorang mencari kata kunci tertentu, video yang telah diberi hashtag terkait akan ditampilkan lebih awal. Lebih baik lagi jika kamu tidak sembarang memberikan hashtag, melainkan memberikan hashtag yang memang sesuai.

Kurang Informasi

Selain judul dan hashtag, ada hal lain loh yang berpengaruh, yaitu kolom deskripsi. Seringkali, kolom deskripsi diisi dengan informasi yang sembarangan. Padahal, deskripsi yang cukup informatif dan bagus ikut berpengaruh pada penonton dalam menentukan pilihan untuk membuka suatu video atau tidak.

Comments