Apa Itu Recce Dan Kenapa Penting Dilakukan Sebelum Syuting?

Apa itu recce? Kenapa recce penting?

Ada banyak tahapan dalam produksi film. Dimulai dengan menggodok ide menjadi cerita, lalu menuliskannya menjadi naskah. Setelah naskah selesai, tahap pengembangan (development) selesai dan tahap praproduksi dimulai. Di sini para kru, mulai dari penata kamera (director of photography), penata suara, penata artistik, produser pelaksana, dsb mulai dipanggil dan dipekerjakan. Ada satu tahapan penting dalam praproduksi yang sebaiknya mulai kamu terapkan di produksimu berikutnya, yaitu recce.

Recce (dibaca reki) adalah proses mengunjungi lokasi. Setelah produser pelaksana / produser / manajer lokasi menemukan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan cerita, dan telah disetujui oleh sutradara, maka rombongan kru akan datang mengunjungi lokasi tersebut. Biasanya kru-kru yang dibutuhkan hadir di recce adalah sutradara, produser pelaksana, manajer lokasi, penata kamera, penata artistik, dan penata suara.

Apa itu recce? Kenapa recce penting dalam produksi film?

Recce berguna untuk menentukan hal teknis di lapangan. Dari sisi kreatif tentu apa yang ditulis di naskah tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Oleh karena itu tim kreatif perlu melakukan beberapa penyesuaian di lapangan agar cerita tetap dapat tersampaikan sesuai kebutuhan. Sementara dari tim manajemen, kedatangan di lokasi berguna untuk memperhatikan ha-hal teknis di lapangan seperti menentukan ruang ganti, ruang rias, kamar kecil, video village (monitor sutradara), dsb. Berikut inilah hal-hal yang perlu dilakukan saat recce:

Sutradara – Menentukan Bloking & Penempatan Adegan

Apa yang ditulis di naskah tidak mungkin 100% sama dengan kondisi di lapangan. Kepiawaian sutradara dibutuhkan untuk bisa menerjemahkan naskah menjadi visual, walaupun kondisinya berbeda. Oleh karena itu, sutradara harus melakukan beberapa penyesuaian, antara lain membuat bloking pemeran & penempatan adegan. Ia harus mampu mengorganisir kru lainnya untuk bisa memahami penyesuaian tersebut, sehingga cerita bisa diterjemahkan dengan baik olehnya.

Penata Kamera (DP) – Menentukan Teknis Kamera & Lighting

DP melakukan koordinasi dengan sutradara seputar kondisi lapangan. Melihat kondisi lapangan, DP bisa menyarankan hal-hal teknis kepada sutradara agar visi sutradara bisa diterjemahkan dengan baik. Setelah mendengar pendekatan yang diinginkan sutradara dan berdiskusi dengannya, DP mulai menentukan hal teknis pengambilan gambar. Ia harus bisa menyesuaikan titik pengambilan gambar serta titik pencahayaan sesuai dengan kondisi lapangan.

Penata Suara – Memperhatikan Potensi Gangguan Suara

Lokasi tidak selalu ideal untuk seorang penata suara. Lokasi yang sudah disetujui sutradara bisa saja terletak diantara pemukiman warga yang dihuni oleh 10 pedagang tahu bulat. Tentu ini akan menganggu jalannya syuting, tetapi inilah gunanya recce. Penata suara jadi bisa memprediksi potensi gangguan suara yang mungkin terjadi. Tidak hanya itu, penata suara juga bisa melihat sendiri kondisi ruang pengambilan gambar. Sehingga, ia bisa menentukan peralatan suara yang perlu ia bawa saat syuting.

Penata Artistik – Menentukan Layout Set

Sama seperti DP, penata artistik berdiskusi dengan sutradara membahas visinya. Sutradara akan menceritakan visi dan pendekatan di setiap adegan serta nuansa seperti apa yang ia ingin bangun secara visual. Dari sana, penata artistik bisa menuangkannya melalui set yang ia akan bangun. Penata artistik akan menentukan layout set serta detail-detail props tambahan apa saja yang perlu ia bawa.

Apa itu recce? Kenapa recce penting dalam produksi film?

Manajer Lokasi / Produser Pelaksana – Menentukan Layout Produksi

Manajer lokasi punya tugas mengelola lokasi agar tetap aman terkendali. Untuk itu, salah satu tugas yang mesti ia lakukan adalah memastikan flow para kru saat syuting rapi. Ia harus memastikan tidak ada gangguan-gangguan di sekitar lokasi yang berpotensi menganggu pengambilan gambar. Selain itu, layout alias denah produksi, mulai dari ruang ganti hingga kamar kecil harus dirancang dan dikuasai betul oleh manajer lokasi atau produser pelaksana, sehingga produksi dapat berlangsung lancar tanpa halangan.

Sekarang kamu sudah paham kan kenapa recce penting? Jadi jangan lupa untuk melakukan recce sebelum syuting. Intinya adalah menghindari kekacauan karena kurangnya persiapan saat hari pengambilan gambar. Kamu punya tambahan lain? Jika ada langsung saja ditulis di kolom komentar ya!

Comments