Apa Tugas Manajer Produksi Film Di Dalam Produksi

Departemen produksi merupakan salah satu faktor krusial dalam kesuksesan sebuah project film / iklan. Jika departemen ini tidak bekerja dengan baik, maka departemen-departemen lain juga akan kesulitan bekerja maksimal. Kenapa? Karena departemen inilah yang memantau proses produksi secara keseluruhan, bahkan dari pengembangan hingga paska produksi. Oleh karena itu, mereka akan bersinggungan dengan semua pihak yang terlibat dalam sebuah project.

Produser, sebagai pemimpin departemen ini, tidak bekerja sendirian. Di belakangnya, ada bnyak orang lain yang tidak kalah penting, seperti produser pelaksana yang menjadi ‘mandor kepala’ dari sebuah proses produksi, sampai manajer produksi yang punya berbagai tugas mulia. Hmmm, mungkin di sini masih belum banyak yang familiar dengan tugas manajer produksi film sebenarnya. Eits, jangan cemas, sebab pada postingan kali ini kami akan mengupas tugas manajer produksi film sampai tuntas. Yuk simak pembahasannya!

Pra-produksi

Berdiskusi Soal Jadwal

Apa saja sih tugas manajer produksi film? Yuk kita bahas satu per satu!

Manajer produksi  film akan bekerja secara intens dengan produser, produser pelaksana, dan asisten sutradara pertama untuk mengupas naskah secara mendalam. Setelah naskah dikupas, manajer produksi akan berdiskusi soal desain jadwal sementara. Dari desain jadwal sementara, maka  manajer produksi dan produser pelaksana dapat membuat perkiraan budget yang dibutuhkan untuk mengeksekusi project tersebut (working budget). Setelah produser memberikan persetujuan, maka produser pelaksana dan manajer produksi dapat mulai bergerak.

Memperkerjakan Kru 

Apa saja sih tugas manajer produksi film? Yuk kita bahas satu per satu!

Manajer produksi film kemudian akan menghubungi semua kru yang diminta oleh sutradara / produser.  Mereka lalu memastikan apakah jadwal kru-kru tersebut dan timnya tersedia di jadwal syuting yang telah ditentukan. Jika mereka tidak tersedia, maka ia wajib berdiskusi dengan sutradara atau produser untuk menentukan penggantinya. Oleh karena itu, manajer produksi film dituntut untuk punya skill negosiasi yang baik, karena mereka lah yang akan bernegosiasi langsung dengan kru.

Bernegosiasi dengan Vendor

Apa saja sih tugas manajer produksi film? Yuk kita bahas satu per satu!

Tidak hanya bernegosiasi dengan kru, manajer produksi juga berhubungan langsung dengan vendor-vendor pihak ketiga. Dalam sebuah syuting, ada banyak vendor yang terlibat, salah satunya penyewaan alat. Terkadang tim kamera mempunyai request khusus perihal vendor alat yang biasa mereka sewa. Belum lagi vendor yang berbeda dari setiap itemnya, misalnya lensa, kamera, lighting, dan support lainnya yang disewa dari empat penyewaan berbeda, terkadang membuat mereka harus bekerja ekstra. Selain peralatan kamera, masih ada pula perlengkapan produksi seperti tenda, pendingin ruangan, cooler box, truk pickup, dsb yang juga jadi tanggung jawab mereka.

Produksi (Syuting)

Memantau Kas

Apa saja sih tugas manajer produksi film? Yuk kita bahas satu per satu!

Begitu syuting dimulai, manajer produksi film juga masih punya banyak tugas. Salah satunya yang cukup penting adalah memantau kas yang lalu lalang sepanjang produksi berlangsung. Mereka harus memastikan tak ada biaya yang membengkak secara tiba-tiba. Jika ada keperluan mendadak yang tak bisa dihindari, seperti overtime atau kerusakan alat, maka mereka harus segera berdiskusi dengan produser dan produser pelaksana untuk mencari jalan keluar sesegera mungkin.

Memantau Keseluruhan Produksi

Apa saja sih tugas manajer produksi film? Yuk kita bahas satu per satu!

Begitu syuting sudah dimulai, maka sutradara lah yang lebih banyak mengambil peran dalam mengarahkan kru dan pemain. Walaupun demikian, bukan berarti manajer produksi film dapat berleha-leha menunggu matahari terbenam. Mereka masih punya tugas untuk memastikan keseluruhan produksi berjalan mulus. Seperti apa sih konkretnya? Nih, contohnya mereka harus memastikan makanan dari catering tiba tepat waktu, mereka juga harus memastikan semua peralatan yang diminta oleh tim kamera lengkap, mereka juga harus memastikan tenda terpasang di tempat yang benar dan tidak mengganggu, dan masih banyak lagi. Sudah mulai kebayang pusingnya? Tunggu sampai kamu baca poin berikutnya!

Menyelesaikan Masalah

Apa saja sih tugas manajer produksi film? Yuk kita bahas satu per satu!

Tak ada syuting yang tanpa masalah, begitulah para kru-kru film bercanda satu sama lain. Akan tetapi, lelucon ini tepat sekali. Dalam sebuah produksi, masalah pasti akan muncul dan tugas seorang manajer produksi adalah mencari jalan keluar dari masalah-masalah tersebut. Tentu saja mereka bukanlah pembuat keputusan yang bisa segera mencari solusi. Akan tetapi, setidaknya manajer produksi film merupakan salah satu orang pertama yang mendengar keluhan atau masalah, dan menjadi teman diskusi departemen lain dalam mencari solusi agar syuting dapat terus berjalan lancar. Gimana sudah beneran pusing sekarang? Jangan khawatir, sebetulnya posisi ini sangat menyenangkan, asalkan kamu punya minat yang kuat di bidang project management. Oke, lalu…

Bagaimana cara menjadi manajer produksi?

Tidak ada pendidikan formal khusus untuk menjadi manajer produksi. Yang dibutuhkan dari seorang manajer produksi film adalah pemahaman yang komprehensif tentang proses produksi film. Manajer produksi film lebih dinilai berdasarkan pengalamannya daripada pendidikan formalnya. Oleh karena itu, jika kamu ingin menjadi seorang manajer produksi film, kamu bisa mulai mencari pengalaman di departemen produksi, seperti menjadi production assistant, production coordinator, runner, atau bahkan magang produksi (yang kerap Studio Antelope buka setiap tiga bulan sekali).

Omong-omong, beberapa production house mempunyai manajer produksi yang bekerja secara in-house di setiap projectnya. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang memperkerjakan manajer produksi secara freelance.

Untuk menjadi manajer produksi ada beberapa skill yang dibutuhkan. Skill pertama dan paling penting adalah manajemen proyek. Manajer produksi film harus bisa mengelola sebuah proyek dan memastikannya berjalan lancar. Skill kedua yang juga penting adalah negosiasi dan diplomasi. Tawar menawar merupakan aktivitas yang akan mereka sering temui  ketika pra-produksi telah bergulir, sehingga skill ini akan membantu kinerja seorang manajer produksi film. Terakhir, kemampuan di bidang keuangan dan akuntansi, memang bukanlah hal krusial, namun menguasainya tentu saja akan membantu seorang manajer produksi film dalam bekerja.

So, bagaimana? Sudah tertarik menjadi manajer produksi film? Yuk tulis komentarmu di kolom komentar di bawah ini!

Comments