Balik Jakarta: Surat Cinta Yang Mengharukan Untuk Jakarta

Setelah beberapa pemutaran film pendek Balik Jakarta, kami menerima beberapa review. Sebelumnya, The Jakarta Post menyebut film ini sebagai film yang layak untuk disimak, dengan naskah dan punchline yang tersusun secara efektif. Kami sendiri pernah menuliskannya di blog kami. Silahkan klik di sini untuk membaca postingan blog kami tersebut.

Awal Desember kemarin, kami membaca satu lagi review tentang film Balik Jakarta. Kali ini ditulis oleh Katrin Figge dari NOW! Jakarta. Silahkan klik di sini untuk membaca review tersebut secara lengkap. Jika kamu malas membaca semuanya, tenang saja, karena postingan ini memang bermaksud untuk mengutip beberapa poin penting tentang film pendek Balik Jakarta, antara lain:

Balik Jakarta plays with cliches and stereotypes, and at times the film resembles a slapstick comedy that goes a tad overboard. Yet beyond the humour and laughs lies a more meaningful message: no matter how big our cultural differences are, there are always ways to bridge the gap.”

Balik Jakarta, which was directed by Jason Iskandar, not only encourages its viewers to be more open-minded and understanding, but it is also an affectionate homage to Jakarta itself – a city that despite its many difficulties and challenges is loved by many of its inhabitants; people who proudly call Jakarta their home.”

Sekedar membantu menerjemahkan, Katrin Figge dalam review tersebut menyebut film pendek Baik Jakarta mampu bermain dengan klise dan stereotype, terkadang menyerupai humor slapstick, namun di luar itu, film ini menyimpan makna dan pesan yang lebih dalam: tidak peduli seberapa besar perbedaan budaya kita, selalu ada cara untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Katrin Figge juga menyebut Balik Jakarta tidak hanya mampu mendorong penonton untuk menjadi lebih open minded, tapi juga menjadi penghormatan yang mengharukan untuk Jakarta, sebuah kota yang meskipun menghadapi banyak tantangan dan gejolak, masih begitu dicintai oleh banyak penduduknya.

Balik Jakarta, a film by Jason Iskandar. Produced by Studio Antelope.Selain dua poin di atas, artikel tersebut juga mengutip komentar duta besar Jerman untuk Indonesia, Michael von Ungern-Sternberg, yang turut hadir dalam pemutaran perdana di Goethe Institut Jakarta. Beliau menyebut film Balik Jakarta mampu merangsang intelektualitas penonton oleh karena temanya yang universal: rumah. Berikut kutipan komentar beliau:

“This film is intellectually stimulating because of its universal theme, the search for home. During that [ojek ride], our two so different protagonists manage to overcome their cultural differences and learn that they have more in common than they think.”

Film Balik Jakarta telah di putar di beberapa tempat selama tahun 2016. Bagi kalian yang penasaran dan belum menonton film ini, bisa ikuti blog atau instagram kami (@studioantelope), untuk info-info pemutaran berikutnya. Untuk komunitas film yang ingin memutar film ini, kami terbuka menerima permintaan pemutaran melalui email info@studioantelope.com.

Sampai jumpa di pemutaran-pemutaran berikutnya!

Comments