Berbincang dengan Komunitas Film Asik Dari Jatinangor

Berawal dari sekumpulan mahasiswa pecinta musik, fotografi hingga film yang berada di Universitas Padjadjaran, Bandung. Jatinangor. Mulai berdiri pada tahun 1996 dengan nama Ventilasi, karena ketertarikan yang begitu kuat terhadap film membuat Cinematography Club atau biasa disebut sebagai CC Fikom Unpad ini mulai memberanikan diri untuk berdiri sendiri dengan secara resmi menjadi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) pada tahun 2006 dibawah kepemimpinan Arif Ramansyah, menjadi sebuah UKM yang berfokus pada bidang film. Selain selalu memproduksi film-film pendek setiap tahunnya—CC Fikom juga banyak dikenal diberbagai festival film pendek lewat berbagai karya-karyanya yang beragam dan juga patut diperhitungkan.

Mari berbincang dengan CC Fikom Unpad, komunitas film asik dari Jatinangor!

Komunitas film satu ini terbilang menarik untuk kita simak sepak terjangnya. Tidak hanya melihat usianya yang sudah cukup panjang sebagai komunitas film, tetapi juga karya-karya film pendek mereka yang selalu berhasil ‘keluar kandang’ dan keliling Indonesia. Selain itu, komunitas satu ini juga sukses menghasilkan alumni-alumni yang sampai saat ini masih aktif di dunia film dan industri kreatif.

Nah, kebetulan sekali pada kesempatan kali ini, kami bertemu dan berbincang-bincang dengan seorang Zaki Agung Makarim yang merupakan Ketua atau biasa disebut sebagai Presiden CC Fikom Unpad 2017-2018. Yuk simak wawancaranya di bawah ini!

Kenapa namanya Cinematography Club atau CC Fikom?

Ya itu awalnya karena emang kami punya minat terhadap bidang sinematografi dari dulu, selain itu kami juga penikmat hingga pegiat di bidang sinematografi jadi dari situlah nama Cinematography Club atau CC Fikom itu lahir.

Apa kegiatan yang biasa CC Fikom lakukan?

Setiap tahunya, kegiatan kami berfokus pada; Produksi, Apresiasi dan Distribusi. Seperti setiap tahun kami selalu membuat karya sinematografi yang berfokus pada film pendek hingga mengadakan workshop-workshop mengenai film. Terutama untuk anggota baru, kami memberikan wadah untuk memproduksi sebagai hasil dari rangkaian-rangkaian workshop. Setiap tahunnya juga selain mengadakan workshop-workshop yang berkaitan dengan produksi, kami juga mengadakan apresiasi terhadap karya seperti acara Rano Karno (Rame-rame nonton karya orang) yang dikhususkan untuk internal, sampai Moviekom yang merupakan acara screening dari hasil produksi anggota-anggota baru hingga dari komunitas lain yang terbuka secara umum. Selain itu juga, kami ada kegiatan Eksprod (Eksplorasi Produksi) seperti ajang untuk anggota cc mencoba bidang-bidang baru saat produksi hingga Prodhol (Production Holiday) yang merupakan kegiatan dimana membuat film pendek dengan lebih serius tetapi saat liburan yang hasilnya akan di distribusikan ke berbagai festival-festival.

Berapa anggota CC Fikom sampai saat ini?

Total anggota aktifnya sampai saat ini kurang lebih 250 orang, untuk anggota luar biasanya sendiri yaitu alumni kurang lebih bisa sampai 100 orang. 

Bagaimana perkembangan karya-karya CC Fikom?

Film-film pendek yang dihasilkan CC tidak hanya unjuk gigi di kalangan Fikom Unpad saja. Belakangan ini, film CC yang berjudul Brunch Time Story telah ditampilkan dalam acara Domino Bioskop Kampus di Bale Rumawat Dipati Ukur dan menjadi bahan diskusi film dalam Brawijaya Movie Exhibition pada Oktober 2014. Selain itu, pada rentang 2013 hingga 2014, film-film CC telah menorehkan beberapa prestasi, di antaranya meraih penghargaan ide cerita terbaik dalam Bandung Youth Short Film Festival 2014 dan sinematografi terbaik kategori umum pada Festival Olahraga dan Seni (Forsi) Unpad 2014.

Tidak hanya itu, beberapa anggota CC pernah tergabung dalam tim produksi film Lembar Jawaban Kita bersama para ALB CC dan menghasilkan film yang meraih penghargaan Film Pendek Fiksi Naratif pilihan juri IMPAS dalam XXI Short Film Festival 2014 dan Film Terbaik serta Sutradara Terbaik Festival Film Jawa Barat (FFJB) 2015. Ada Megamendung yang udah keliling bandung, Kembang Sepasang juga udah diputer keliling Bali, juara di Lampung festival, Jirim juga sering diputar di acara bertemakan horror atau acara-acara screening lokal (Bandung) bahkan Indonesia terakhir adalah film Senandung Kala Itu yang menjadi runner up di SCTV Short Movie Awards .

Semangat membuat karya sinematografi dalam diri anggota CC kian berlanjut. CC banyak mencetak alumnus yang tetap berada di jalan sinematografi dan film. Selain Robby Prasetyo yang kini menjadi founder Mozzart Multimedia, ada Abdalah Ghifar mantan Ketua Ruang Film Bandung, dan Lulu Fahrullah mantan editor Cinemags, Fajar Shohibu co-founder Bhinneka Sinema, Gerry Fairus Insan yang masih aktif produksi film pendek dan di komunitas  bandung bahkan mewakili Indonesia ke Korea (BIFAN), ada juga Rasyid Baihaqi dan Razny Mahardhika yang juga masih aktif di dunia komunitas film. Masih banyak lagi yang aktif berkecimpung juga di dunia perfilman yang gabisa disebut satu-satu.

Apa yang dilakukan CC Fikom untuk terus bertahan sebagai komunitas film?

Selain karena memang ada pendanaan dari Unpad sendiri sebagai UKM, kami juga membuka crowdfunding-crowdfunding jika ingin membuat sebuah karya yang tersebar secara umum—hingga menjual berbagai merchandise-merchandise mengenai film di kalangan kampus Universitas Padjadjaran hingga umum. 

Menurut CC Fikom sendiri, bagaimana perkembangan komunitas film di Indonesia saat ini?

Senang sekali melihat perkembangan komunitas film yang ada di Indonesia saat ini, terutama makin banyak komunitas-komunitas film yang gacuman berada dikota-kota besar membuat film bisa terus berkembang kemana-mana,  karena mau bagaimanapun komunitas adalah akar rumput dari perfilman yang ada di Indonesia.

Apa yang diharapkan CC Fikom untuk perfilman Indonesia saat ini?

Berharap bisa terus dan selalu berkontribusi setiap tahunnya dalam menyumbang baik karya atau apapun bagi perfilman Indonesia kedepanya.

Itulah sedikit bincang-bincang #TemanMagangdiAntelope mengenai komunitas film CC Fikom Unpad ini, apakah kamu ada pertanyaan lain? Silahkan tulis di kolom komentar ya!

Comments