Bikin Film Bareng Teman? Ini Tips Ampuhnya!

Studio Antelope dimulai sebagai sebuah komunitas kumpul teman sepermainan, dan kami sadar betul ini bukanlah hal mudah. Kami mulai berkarya secara mandiri pada tahun 2010. Bermodal passion untuk berkarya dan sedikit pengetahuan teknis tentang film, kami memberanikan diri untuk membuat film pendek. Sejak resmi menjadi production house pada tahun 2014, kami pun terpaksa mengubah pola kerja kami menjadi lebih profesional.

Perbedaan paling mendasar adalah soal hirarki. Di produksi film profesional, kami dituntut untuk bekerja secara hirarki. Strukturnya pun jelas, siapa kepalanya, dan siapa anggotanya. Sehingga, apabila ada satu departemen bekerja kurang maksimal, produser dapat langsung menegur kepala departemen tersebut. Meskipun seharusnya konsep kerjanya sama, kami memahami betul, bikin film bareng teman tak sesederhana itu.

Ini dia tips ampuh bikin film bareng teman!

Persahabatan membuat kalian tak berjarak satu sama lain. Kadang ketidak-berjarakan ini membuat kerja kalian menjadi tak maksimal. Belum lagi, urusan teknis seperti kamera, lampu, lensa, dsb yang jelas memakan biaya. Nah, di postingan kali ini kami ingin berbagi tips bikin film bareng teman. Tips yang kami bagikan didasari oleh pengalaman kami yang sudah pernah bekerja bersama teman sepermainan, maupun bekerja secara profesional. Tips-tips ini tidak hanya meliputi hal teknis seperti peralatan, namun juga hal-hal non-teknis seperti manajerial, dsb. Berikut tips-tipsnya:

 

Peralatan: Manfaatkan Sumber Daya Yang Kalian Miliki

Bikin film bareng teman menyita berbagai sumber daya, termasuk uang. Uang selalu saja menjadi isu sensitif. Oleh karena itu, penting untuk menyepakati jumlah uang yang akan kalian keluarkan untuk satu produksi. Selain itu, kalian juga perlu menyepakati sumber uang tersebut: dari tabungan kalian sendiri kah, dari orangtuakah?

Saran kami adalah manfaatkan sumber daya yang kalian miliki. Di produksi komunitas seperti ini, penting untuk sadar menghitung dan mendaftar sumber daya yang kalian miliki. Misalnya: kamu memiliki kamera Canon 6D, lalu temanmu memiliki dua buah lampu soft-box, lalu ternyata temanmu yang lain memiliki lensa 50mm. Buatlah daftar sumber daya yang kalian miliki.

Gabungkan jumlah uang dan sumber daya yang kalian miliki. Lalu pilih dan pilah mana yang kalian betul-betul butuhkan dan mana yang tidak. Buatlah skala prioritas tentang hal-hal yang sifatnya esensial. Misalnya, kalian berencana untuk menyewa HT, sementara kalian masih membutuhkan memory card untuk menyimpan data. Sudah tentu kalian harus memprioritaskan memory card.

 

Pahami Kekuatan & Kelemahan

Yang menarik dari pembuatan film adalah kepribadian kru yang unik dan tak sama satu sama lain. Ini berlaku pula ketika sedang bikin film bareng teman. Kalian akan bekerjasama dengan berbagai kepribadian yang beranekaragam. Oleh karena itu, pahamilah dan kenalilah temanmu secara lebih dalam.

Sebelum mengenali temanmu, kamu harus lebih dulu mengenal dirimu. Pelajari apa saja yang menjadi kekuatanmu. Bidang apa yang paling kamu kuasai dan kontribusi apa yang bisa kamu sumbangkan untuk tim. Ingatlah kalian bekerja sebagai tim, oleh karena itu kepentingan tim mesti lebih diutamakan daripada ego pribadi. Jika ada hal yang kalian rasa peru dibicarakan, segera dibicarakan, karena percayalah kalian akan berhadapan dengan banyak hal lain di lokasi. Selesaikan masalah sedini mungkin.

Kenali juga rekan-rekan setim-mu. Selain mengenal diri sendiri, penting pula untuk mengenal kemampuan dan kelemahan tim-mu. Jika kamu rasa temanmu lebih ahli dalam satu bidang, misalnya soal kamera, berilah kesempatan padanya. Sementara itu, jika kamu melihat kinerja temanmu lemah dalam satu bidang, segeralah dibicarakan. Komunikasi adalah hal paling penting dalam produksi.

 

Pelajari & Sepakati Job Description Sejak Awal

Ada berbagai peran dalam susunan kru film. Kami pernah membuat postingan tentang susunan kru yang penting dalam produksi film, bisa dibaca di sini. Untuk peran yang lebih lengkap, bisa kamu cari sendiri di Google. Yang mau kami utarakan adalah, penting sekali bagi komunitas film yang ingin melakukan produksi film, untuk duduk bersama dan berbagi tugas sejak dini. Selain itu, pelajarilah dan sepakatilah pula apa yang menjadi tugas masing-masing (job description). Bahas dan sepakatilah hingga hal-hal detil karena , misalnya: siapa yang bertugas melakukan backup data, siapa yang bertugas mengganti lensa, dsb.

Tak jarang, beberapa orang mesti mengambil peran ganda. Kami sadar betul keterbatasan komunitas film dalam melakukan produksi. Hal ini sangatlah wajar karena  kalian mesti berkompromi dengan keterbatasan sumber daya (yang sudah kita bahas di poin pertama). Cara untuk menyiasatinya pun sama, kalian harus pelajari dan sepakati dengan baik fungsi dan tugas masing-masing peran. Misalnya, sepakatilah bahwa si A yang bertugas sebagai produser akan merangkap tugas sebagai manajer lokasi. Atau misalnya si B yang bertugas sebagai editor akan merangkap tugas melakukan backup data, dan lain sebagainya. Hindari melakukannya di lokasi syuting, karena akan menganggu proses kalian.

 

Bekerja Secara Hirarki

Apa maksud bekerja secara hirarki? Bekerja secara hirarki dalam film berarti bekerja mengikuti struktur produksi industri, sekecil apapun produksi kalian. Seperti yang kita ketahui, produksi film terbagi dalam beberapa departemen, antara lain departemen produksi (dipimpin produser), departemen penyutradaraan (dipimpin sutradara), departemen artistik (dipimpin penata artistik), departemen kamera (dipimpin penata kamera), departemen makeup & wardrobe, dan departemen suara (dipimpin penata suara). Struktur produksi bisa kalian baca di postingan berikut ini.

Kami memahami bekerja dengan teman menyulitkan kalian untuk bekerja secara hirarki. Akan tetapi hal ini tak berarti menghalangi kalian untuk melakukannya. Bekerja secara hirarki melatih kalian untuk memahami fungsi, peran, dan tugas masing-masing, serta tidak menganggu atau melakukan yang bukan tanggung jawab kalian. Hal ini juga memudahkan kalian untuk fokus pada tanggung jawab masing-masing. Dengan demikian, kinerja tim akan lebih efisien.

 

Passion Before Fashion

Pada akhirnya, kita harus ingat bahwa kita sedang melakukan apa yang menjadi passion kita. Kita sama-sama membuat film karena kita betul-betul mencintainya. Kita ingin menghasilkan karya yang baik. Kerja tim yang terdiri dari beberapa kepala dilakukan dengan satu tujuan: berkarya. Oleh karena itu, ingat kembali apa yang menjadi passion kalian.

Gaya urusan nomor sekian. Jika kalian membuat film hanya untuk keren-kerenan saja, maka tahan dulu produksi kalian. Duduklah bersama teman-temanmu dan sepakati dulu alasan kalian membuat film. Sepakati pula ekspektasi kalian atas film yang akan kalian buat. Gali lagi bersama-sama kenapa film itu penting untuk kalian buat bersama-sama.

 

Itulah tips dari kami buat kalian yang ingin bikin film bareng teman-teman dekat. Akhir kata, ingatlah bahwa kita membuat film untuk bersenang-senang. Nikmatilah setiap detik proses pembuatan film. Situasi sulit pasti akan ditemui, namun apabila kalian memiliki visi, tujuan, ekspektasi, serta alasan yang sama, maka kalian akan menaklukannya dan menelurkan karya yang baik. Selamat bersenang-senang!

Comments