Bocoran Struktur Naskah Film Pendek

Struktur sangatlah penting dalan penulisan naskah, panjang maupun pendek. Struktur cerita menentukan apakah cerita sebuah film dapat bergerak maju. Tidak hanya itu, dinamika cerita pun turut ditentukan oleh penulisan struktur cerita yang baik. Oleh karenanya, bukan hanya penulis saja yang perlu memahami struktur film tetapi juga seorang sutradara.

Banyak penulis yang mengalami kesulitan untuk membangun struktur cerita. Struktur cerita yang rapuh tidak hanya bisa membuat film menjadi membosankan, tetapi juga berpotensi membuat logika cerita menjadi tidak masuk akal. Jangan khawatir, sebetulnya ada rumus struktur cerita yang akan sangat membantumu menulis naskah film pendekmu berikutnya.

Bocoran struktur naskah film pendek nih!

Pakem ini sebetulnya lazim digunakan oleh film panjang, terutama di Hollywood. Namun, sebetulnya bisa juga lho diterapkan ke film pendek. Kami sendiri sudah membuktikannya. Film pendek ‘Balik Jakarta’ adalah salah satu film pendek yang kami tulis dengan pakem struktur tersebut. Mau tahu apa saja isinya? Berikut ini bocoran struktur dalam penulisan naskah film pendek:

 

Setup

Ini adalah titik dimana film dimulai. Di titik ini, perkenalkan protagonismu dengan segera. Ceritakanlah seperti apa hari-harinya sebelum masalah dimulai. Di sini kesempatanmu untuk membuat penonton mengidentifikasi karakter utama, dengan membuatnya tampil simpatik, lucu, dll. Setelah memperkenalkan karakter utama, tampilkan pula apa goal (tujuan)nya di film ini? Ingat, ia hanya bisa punya satu tujuan.

 

Point of Attack

Di titik ini,  penonton sudah tahu apa tujuan si karakter utama, namun masalah muncul. Masalah ini memperlihatkan karakter asli dari tokoh utamamu. Bagaimana karaktermu merespon masalah ini pun cukup krusial.

 

Catalyst

Apa masalah utama yang harus dihadapi oleh karakter utamamu? Di titik inilah kamu memperkenalkannya.  Setelah masalah di titik point of attack mulai mereda, masukan masalah utamamu di sini. Buat tokoh utamamu kian ‘menderita’. Buatlah ia keluar dari zona nyamannya dan harus berbuat sesuatu agar masalahnya bisa selesai.

 

Progress

Di titik sebelumnya kamu sudah membuat tokoh utamamu keluar dari zona nyamannya. Lalu apa hal konkret yang ia lakukan sebagai konsekuensi dari hal itu? Di sinilah kamu beberkan aksi-aksinya. Biasanya aksi-aksi yang tokoh utamamu lakukan justru membuatnya kian susah. Seiring cerita berjalan, pastikan rencananya tak berjalan lancar.

 

Point of No Return

Setelah karaktermu melakukan tindakan ini dan itu, kini ia sampai di titik yang sering kita sebut ‘point of no return’. Di sini, si karakter utama punya kesempatan untuk kembali ke ‘hidupnya yang normal’ seperti sediakala. Akan tetapi karena satu dan lain hal, yang seringkali berasal dari ambisi pribadinya untuk mencapai tujuannya, ia memilih untuk tidak kembali ke ‘kehidupan yang normal’ tadi.

 

Complications

Oke, sekarang tokoh utamamu melanjutkan perjalanannya. Namun tentu kini situasinya semakin pelik dan sulit. Pertaruhan hidupnya pun semakin besar atas pilihannya. Cobaan-cobaan lain menghalanginya dan membawanya ke titik terendah dalam film ini. Di titik ini, ia hampir menyerah.

 

Final Push (Climax)

Akan tetapi bukan pahlawan namanya kalau ia menyerah begitu saja. Di sinilah waktunya karakter utamamu bangkit dari keterpurukan dan melakukan sesuatu. Adegan di bagian ini sering disebut sebagai klimaks dalam film. Klimaks karena inilah pertarungan pamungkas karakter utamamu.

 

After the Storm

Akhirnya, semua perjuangan karakter utamamu membuahkan hasil. Kini ia bisa menikmati jerih payahnya sejauh ini. Hidupnya tentu sudah berubah banyak dari titik awal ketika cerita dimulai. Tak hanya itu, kepribadiannya pun sudah berubah dari awal film. Di sini ia telah mempelajari sesuatu tentang arti hidup dari perjalanan yang baru saja ia lalui.

Inilah struktur cerita film pendek yang sering digunakan. Bocoran struktur ini kami adaptasi dari pakem cerita yang dipakai oleh film-film industri Holywood. Jadi, sekarang kalian sudah tahu dong struktur cerita untuk film pendekmu berikutnya? Kalau begitu, selamat menulis dan berkarya!

Comments