Cerita vs Situasi: Mana Yang Dimiliki Naskahmu?

Pernahkah kamu mendengar cerita tentang seorang astronot wanita yang terjebak bencana di luar angkasa? Terdengar keren ‘kan?

Perlu kamu ketahui bahwa kalimat tersebut bukanlah sebuah premis cerita, melainkan premis situasi. Lalu, apa bedanya cerita dengan situasi?

Kamu mungkin merasa bahwa kamu sudah mengenal cerita sepanjang hidupmu. Cerita terjadi di mana-mana, di sekitarmu, di layar kaca, di dalam buku. Sayangnya, cerita yang kami maksud di sini bukanlah segala hal yang terjadi di sekitarmu. Ada unsur-unsur khusus yang harus dicentang untuk ‘mengonfirmasi’ sebuah cerita.

Jadi, apakah cerita itu?

Cerita memiliki 4 komponen pembentuk:

  1.  Cerita menyingkap kondisi manusia, atau memberi pernyataan tentang kondisi manusia.
  2.  Cerita mengupas karakter personal.
  3.  Cerita diawali dan diakhiri dengan kondisi emosional yang berbeda
  4.  Cerita terdiri dari kejadian-kejadian yang berpadu membentuk efek dramatis.

Nah, sekarang, apa itu situasi?

Situasi adalah bagian dari cerita. Situasi bisa jadi emosional, menegangkan, dan menarik. Situasi bisa berdiri sendiri, tapi tidak akan bisa jadi cerita yang utuh.

Berikut adalah 4 komponen pembentuk situasi:

  1.  Situasi adalah sebuah masalah, teka-teki atau keadaan mendesak yang solusinya sudah jelas
  2.  Situasi tidak mengupas karakter secara personal, melainkan menguji sikap karakter semata.
  3.  Situasi tidak mengubah kondisi emosional di awal dan akhir
  4.  Situasi tidak dapat mendorong adegan ke adegan dramatik lain.

Situasi tidak memiliki komponen serumit cerita. Pertanyaan yang akan muncul dalam sebuah situasi adalah, “Apakah mereka akan selamat?” atau “Apakah mereka berhasil memecahkan masalah?”. Premis situasi kebanyakan adalah mengenai bertahan hidup dan karakter, terutama protagonis, berlaku pasif.

Grafik intensitas situasi akan naik di tengah cerita yaitu dari opening yang santai, journey yang menegangkan lalu kembali ke relief di bagian akhir. Meski demikian, tidak ada perubahan emosional protagonis yang signifikan.

Penting untuk memastikan ceritamu tidak jatuh menjadi sekedar situasi.

Cerita terdiri dari situasi-situasi yang mengupas karakter melalui perjalanannya. Karakter berperan aktif menentukan ‘nasib’nya sendiri. Sebenarnya banyak film besar yang hanya menggambarkan situasi. Biasanya tentang seorang karakter yang terjebak di situasi yang mendesaknya untuk bertahan. Apa yang mendorong alur-alur semacam ini ke ranah cerita adalah pengalaman emosional yang harus dialami karakter dan terlihat di bagian akhir: pemikiran, statement dan hikmah.

Cara menguji ceritamu adalah menimbang unsur-unsur eksternal dan internal. Perjalanan internal karaktermu ini berasal dari dimensi psikologis, emosi, spiritual atau ketiganya. Jadi meskipun situasi eksternal yang mendorong karaktermu, namun penonton tergerak karena perjalanan internalnya, hal-hal yang membentuk dan memberi arti.

Sudahkah kamu memiliki cerita film pendek? Atau hanya situasi. Simak perbedaannya di sini!

Seorang astronot wanita yang terjebak bencana di luar angkasa adalah premis situasi dari film ‘Gravity’. Perjalanan eksternalnya adalah bertahan dan mencapai stasiun luar angkasa baru. Jika Cuaron bersaudara hanya menggambarkan situasi, maka yang dilakukan Ryan Stone adalah serangkaian usaha bertahan hidup yang menegangkan hingga akhir yang menentukan apakah ia selamat atau tidak. Namun Cuaron bersaudara menceritakan perjalanan internal Ryan Stone sebagai fokus dari cerita, efek dari situasi yang dihadapinya: rasa takut Ryan Stone, kehilangan kolega, dan konfrontasi masa lalu.

Keputusan ini tak lain karena Cuaron bersaudara melihat karakter Ryan Stone sebagai refleksi manusia sesungguhnya, bukan sekedar karakter mekanik yang bergerak seperti program. Begitu film berakhir, penonton tidak hanya melihat Ryan Stone selamat, tapi juga Ryan Stone yang berbeda.

Sudahkah kamu memiliki cerita film pendek? Atau hanya situasi. Simak perbedaannya di sini!

 

Nah, sekarang coba cek ceritamu. Apakah kamu sudah memberikan karaktermu sebuah ceirta atau hanya mendorongnya ke sana kemari? Yuk berikan pendapatmu di kolom komentar!

Comments