Etika Meminta Izin Memutar Film Kepada Pembuat Film

Halo, guys, kali ini kami mau membahas sebuah topik yang sangat penting untuk dibahas. Bukan hanya sekali, kami mendengar keluhan dari teman-teman pemutar film yang katanya sudah meminta izin memutar film kepada pembuat film, namun tidak mendapatkan tanggapan. Eits, sebelum kamu berpikir macam-macam, kayaknya ada baiknya berkaca kembali pada caramu meminta izin. Bukannya sombong, tapi pembuat film tentu sangat berhati-hati dalam memutarkan filmnya.

Memutar film memang membutuhkan proses saling percaya. Harus ada mutual trust antara pembuat film dan pemutar film. Oleh karena itu, etika meminta izin ini sangatlah penting untuk kamu perhatikan. Tidak hanya itu, ada beberapa etika lain yang juga harus kamu perhatikan setelah izin diberikan oleh pembuat film. Apa saja sih etika meminta izin memutar film pada pembuat film? Berikut kami paparkan satu per satu.

Memutar Film Perlu Izin

Oke, sebelum kami membahas lebih jauh soal etika meminta izin, sepertinya kita perlu sepakati dulu bahwa memutar film untuk publik memerlukan izin dari pemegang hak cipta alias pembuatnya. Kalau poin pertama ini seja belum paham, bisa repot. Pembuat film tentu juga membutuhkan kelompok pemutar film agar karyanya bisa ditonton. Jadi, dengan kata lain, mereka juga membutuhkan kalian. Maka jangan takut untuk meminta izin kepada pembuat film sebelum memutarnya.

Kirimkan Undangan via Email

Kami sering sekali menerima undangan pemutaran via message Instagram atau Facebook. Nah, bukannya kami tidak modern atau tidak melek media sosial, tetapi kami perlu tahu dengan jelas tentang komunitas / kelompokmu, waktu dan alamat acara, sampai tujuan dan pesan dari acara tersebut. Sebagai pembuat film, kami perlu meyakinkan diri film kami tidak jatuh di tangan yang salah.

Oleh karena itu, email alias surat elektronik adalah sarana paling tepat untuk meminta izin memutar film. Melalui email, kamu bisa menjelaskan dari A sampai Z tentang acara pemutaranmu dan kenapa kamu memilih film kami untuk diputar di acaramu. Selain itu, melalui email kamu juga bisa melampirkan keperluan-keperluan lain untuk memperkenalkan komunitasmu.

Mintalah Izin Sedini Mungkin

Kami juga sering menerima undangan dalam waktu yang mepet. Idealnya, undangan kami terima dalam kurun waktu antara dua minggu sampai sebulan sebelum acara. Dengan begitu, kami bisa mempertimbangkan dan mempersiapkan materi-materi yang kalian butuhkan dengan lebih baik. Jika kamu meminta izin dua atau tiga hari sebelum acara, maka sangatlah mungkin pembuat film tidak memberikan izin memutar. So, get prepared guys!

Beritakan / Tanyakan Perihal Screening Fee

Semestinya pemutar film wajib membayarkan screening fee pada pembuat film. Nominalnya sangat beragam dan tidak ada standar baku yang jelas. Beberapa pembuat film kadang punya kebijakan lain, misalnya sistem bagi hasil dari tiket yang terjual. Beberapa pembuat film juga tidak menerapkan sistem screening fee alias gratis. Oleh karena itu, beritahukan atau tanyakan kebijakan ini pada pembuat film.

File-File Yang Berhak Kamu Minta

Ada beberapa file yang berhak kamu dapatkan sebagai pemutar film. Biasanya untuk keperluan promosi dan publikasi, pemutar film akan meminta file putar film, still photo, data teknis, sinopsis, dan rekam jejak pemutaran atau festival secara daring. Jadi, komunikasikan dengan baik pada pembuat film, agar mereka bisa memenuhi kebutuhan publikasimu secara lengkap.

Menjaga File Putar

Begitu kamu menerima file putar, kamu bertanggungjawab untuk menjaganya. Idealnya, kecuali ada perjanjian tertulis, file putar wajib dihapus oleh pemutar film setelah acara. Hal ini bertujuan untuk menghindari pengedaran atau penyalahgunaan file putar tersebut. Kami sendiri pernah mengalaminya, dimana ada seseorang yang mengunggah film kami, yang didapatkan dari materi putar film, ke YouTube tanpa seizin kami. Ini sangatlah krusial bagi pembuat, jadi mohon jaga baik-baik film teman-teman pembuat film ya, guys!

Mengirim Laporan

Nah, setelah acara selesai, masih ada tugas yang mesti kamu selesaikan. Pembuat film berhak diberitahu bagaimana proses pemutaran film mereka berlangsung. Biasanya kami meminta laporan jumlah penonton dan foto-foto dokumentasi acara untuk keperluan arsip. Namun, jika teman-teman pemutar film bisa memberikan fotokopi atau scan buku tamu, serta laporan deskriptif tentang acara, maka hal itu akan sangat dihargai oleh pembuat film.

Itu dia 7 etika meminta izin memutar film kepada pembuat film. Apakah teman-teman di sini punya masukan atau pendapat lain? Silakan tulis di kolom komentar ya!

Comments