Syuting di Restoran Jadul di Puncak – Catatan Harian Produksi Elegi Melodi

Hai, kembali lagi ke Antelope Vlog, tempat kami berbagi cerita tentang kegiatan kami sehari-hari. Buat kamu yang ngikutin vlog kami sebelumnya, pasti sudah lihat highlight syuting film pendek Elegi Melodi hari pertama di Jakarta. Nah, di postingan kali ini kami mau berbagi sedikit soal kelanjutan syuting hari kedua film pendek Elegi Melodi. Kira-kira seperti apa sih keseruannya? Nah, simak aja di video berikut ini:

 

Buat kamu yang belum familiar dengan project Elegi Melodi. Elegi Melodi bercerita tentang seorang perempuan berusia 60 tahun yang setelah divonis kanker, memutuskan untuk mewujudkan cita-citanya sejak muda dulu: menjadi penyanyi dan merekam video klip. Ia ingin video klip tersebut ditampilkan di malam pemakamannya. Ia pun meminta bantuan, Rio, anak laki-lakinya yang berprofesi sebagai gamer. Perjalanan ini mempertemukan mereka pada Akmal, seorang kamerawan televisi swasta yang punya visi yang aneh.

Nah, syuting hari kedua berlangsung di sebuah restoran legendaris di kawasan Cipanas yang bernama Restoran Taman Sari. Restoran ini legendaris, bukan cuma karena sudah berdiri sejak tahun 1954, tetapi juga karena kualitas masakannya yang luar biasa. Kami ingat betul ketika recce, kami memesan beberapa jenis makanan, mulai dari babi lapis, babi asam manis, mie kucai, ayam jahe hingga fuyunghai. Tak satupun makanan mengecewakan lidah kami. Selain itu, suasana interior restoran Taman Sari yang vintage natural, membuat suasana santapan menjadi semakin lengkap.

Alfian Phang, Dayu Wijanto, dan Yoga Mohamad sedang diarahkan oleh asisten sutradara Clara Vipassana di film Elegi Melodi.Yoga Mohamad, Alfian Phang sedang menunggu syuting Elegi Melodi dimulai.

Bicara soal suasana dan desain interior, ini memang alasan utama kami memilih Restoran Taman Sari sebagai lokasi syuting. Begitu masuk, kamu sudah bisa mengetahui riwayat restoran ini yang cukup panjang. Lihat saja langit-langit yang menjulang tinggi dengan desain yang khas, lalu jam lonceng kuno yang menawan di sudut ruangan, dan tentu saja meja dan kursi lawas yang khas. Khusus film Elegi Melodi, kami memang mencari nuansa yang khas, dan kami yakin cuma Restoran Taman Sari Cipanas yang mampu memenuhi itu. So, buat kamu yang rencana liburan ke Puncak alias Cipanas, jangan lewatkan restoran yang satu ini!

Pengambilan gambar hari itu pun berlangsung lancar dan tepat waktu. Sebelum mulai syuting di Restoran Taman Sari, kami sempat mengambil gambar di Puncak Pass. Tepat pukul 8 pagi, kami sudah masuk ke Restoran Taman Sari. Sesuai naskah, kami hanya memerlukan beberapa adegan di sini. Meskipun hujan turun di siang hari, namun beruntung tak sampai menganggu jalannya syuting. Syuting pun akhirnya selesai sesuai rencana, yaitu pukul 6 sore. Setelah itu, kami kembali ke villa untuk beristirahat.

Sutradara Jason Iskandar dan sinematografer Leontius Tito sedang berdiskusi di set film Elegi Melodi.Restoran Taman Sari Cipanas. Keindahan interior dan nikmat masakannya adalah alasan utama kami memilih lokasi ini untuk syuting Elegi Melodi.

Rencananya, keesokan harinya syuting akan dilanjutkan di Taman Bunga Nusantara. Nah, ini merupakan hari yang membuat kami paling cemas. Kenapa? Karena hampir setengah film bertempat di Taman Bunga Nusantara dan semuanya eksterior. Dengan kata lain jika hujan turun, gawat. Seperti apa kelanjutan suasana syuting film Elegi Melodi? Simak terus ceritanya hanya di blog kami.

Comments