Dari Coretan Hingga ke Naskah: Langkah-Langkah Menulis Naskah Film Pendek

Banyak yang bertanya kepada kami bagaimana cara menulis naskah film pendek? Keluhan yang sering kami dengar adalah banyak penulis yang merasa idenya semakin bercabang dan tidak fokus. Menentukan fokus merupakan tantangan tersendiri bagi seorang penulis. Seringkali informasi yang disediakan terlalu banyak, sehingga cerita menjadi berantakan dan tidak fokus.

Lalu, bagaimana caranya menjaga fokus cerita dari ide awal hingga akhirnya menjadi naskah? Caranya memang susah-susah gampang, tetapi kami selalu menyarankan untuk mengikuti langkah-langkah menulis naskah film pendek sesuai urutan. Selalu mulailah dengan premis, kemudian menjabarkannya menjadi sinopsis, lalu menjadi treatment, sebelum memberikan dialog-dialog menjadi naskah yang utuh.   Ikuti urutan tersebut dan jangan sampai terbalik.

Apa sih sebetulnya premis, sinopsis, treatment, dan naskah? Kami coba jabarkan di bawah sini. Berikut inilah langkah-langkah menulis naskah film pendek:

 

Mulailah dengan Premis

Ada pepatah yang mengatakan bahwa jika kamu tak bisa menjelaskan sesuatu dengan sederhana, maka kamu tak cukup mengerti. Pepatah ini berlaku dalam penulisan skenario. Jadi, silahkan camkan baik-baik pepatah tersebut sebelum kamu memulai proses kreatifmu.

Kamu harus bisa menjelaskan ceritamu dalam satu kalimat. Pernahkah kamu mendengar istilah elevator pitch? Ini adalah istilah yang menjelaskan sebuah perandaian dimana kamu bertemu seorang produser ternama di sebuah lift dan tiba-tiba ia menanyakan apa yang sedang kamu kerjakan. Penjelasan panjang dan bertele-tele tidak akan membuatnya tertarik, sementara beberapa detik kemudian, ia sudah tiba di kantornya, meninggalkan kamu yang masih belepotan menjelaskan. Jelaskan dengan singkat, lugas, dan tepat.

Apa itu premis? Premis adalah pernyataan cerita dan masalah yang menggerakan cerita. Dalam sebuah premis terkandung (1) karakter & atributnya, (2) aksi/tindakan, (3) situasi. Biasanya, ketika menulis premis, nama karakter belum disebut, melainkan menjelaskan atributnya. Berikut contoh-contoh premis beberapa film Pixar yang terkenal (kami terpaksa mengambil contoh film panjang yang terkenal untuk memudahkan teman-teman pembaca, film Pixar selalu menjadi contoh yang baik, karena premisnya sederhana dan mudah diidentifikasi):

Finding Nemo: Seekor ikan badut menantang marabahaya di samudera lepas untuk mencari anak semata wayangnya yang diculik oleh seorang penyelam tak dikenal.

Toy Story: Sebuah boneka koboi kesayangan pemiliknya merasa terancam & cemburu dengan kedatangan mainan Astonot baru.

Sekarang apa premis ceritamu? Coba jabarkan dan identifikasi ceritamu ke dalam satu kalimat. Sisihkan dulu detail-detail, karena kita belum sampai pada tahap itu. Lihatlah big picture-nya, identifikasi strukturnya, dan jangan lekas melaju ke tahap berikutnya sebelum premis ceritamu solid.

Coba diskusikan premis ceritamu dengan teman-teman satu produksimu. Bahas bersama kemungkinan-kemungkinan lain. Tampung semuanya dan jangan kesampingkan  pendapat teman-temanmu. Pada tahap ini, kamu memang harus terbuka dengan segala kemungkinan. Begitu kamu yakin dengan premis ceritamu, lanjutkan ke tahap berikutnya.

 

Jabarkan Premis Menjadi Sinopsis Pendek

Kamu sudah punya satu kalimat yang menjelaskan film pendekmu secara keseluruhan. Sekarang, coba jabarkan satu kalimat ceritamu menjadi tiga kalimat. Tiga kalimat ini disebut sinopsis. Sekali lagi, jangan terpaku pada detail-detail yang tidak perlu karena kita belum sampai ke sana. Pilihlah kalimat dengan bijak, karena ini akan menentukan proses penulisanmu berikutnya. Jika kamu mulai keluar dari fokus, ingatlah kembali satu kalimat premismu, agar cerita tidak kehilangan fokus.

Perhatikan pula hubungan sebab-akibat dalam menulis kalimat sinopsis. Hubungan sebab-akibat yang baik akan memudahkanmu dalam menulis babak pertama, kedua, dan ketiga. Ketiga kalimat tersebut haruslah mewakili ketiga babak tersebut. Babak pertama mewakili situasi awal, babak kedua menceritakan pokok persoalan, dan babak ketiga menceritakan penyelesaian.

Sebagai latihan, kita akan melanjutkan premis Finding Nemo dan Toy Story yang sudah kita tulis sebelumnya menjadi satu kalimat sinopsis.

Finding Nemo: Marlin, seekor ikan badut pemalu hidup bersama Nemo, anak semata wayangnya yang memiliki sirip tak sempurna. Suatu ketika, sang anak tertangkap jaring nelayan dan dibawa ke Sydney, Australia. Marlin pun harus menempuh perjalanan penuh marabahaya untuk menemukan kembali anaknya.

Toy Story: Woody, mainan koboi favorit pemiliknya yag bernama Andy, merasa terancam dengan kedatangan Buzz Lightyear, mainan astronot baru yang menjadi favorit baru Andy. Suatu ketika, Woody yang cemburu tidak sengaja mendorong Buzz Lightyear jatuh keluar dari kamar Andy. Kini, Woody harus mencari Buzz Lightyear untuk mengembalikan kepercayaan teman-teman mainan penghuni kamar Andy lainnya.

Bagaimana? Kini satu kalimat premis yang sudah kalian diskusikan terasa lebih detail dan lengkap dengan nama (1) karakter dan atributnya, (2) deskripsi masalah, serta (3) langkah (action) apa yang harus diambil oleh tokoh utama. Cerita kalian akan tetap fokus karena berpegang pada premis utama.

Sekarang coba jabarkan premismu menjadi sinopsis. Lanjutkan meeting dengan teman-teman produksimu untuk menulis sinopsis. Jika ide-ide mulai berdatangan, buka kembali premismu dan refleksikan kembali apa yang menjadi fokus utamamu. Jangan pernah takut untuk kembali ke langkah pertama dan mengubah premismu. Lebih baik kamu melakukannya sekarang daripada setelahnya.

Jika kamu sudah yakin dengan sinopsismu dan teman-temanmu sudah sepakat. Mari lanjut ke langkah berikutnya yang dijamin semakin seru.

 

Ini dia langkah-langkah menulis naskah film pendek!

Jabarkan Menjadi Sinopsis Panjang

Kini kamu sudah memiliki sinopsis pendek yang solid. Sekarang tugasmu adalah memasukan detail-detail dari ketiga kalimat sinopsis pendekmu. Cara paling mudah adalah menjabarkan ketiga kalimat sinopsis menjadi tiga paragraf. Masing-masing kalimat di langkah sebelumnya bisa kamu jadikan topic sentence. 

Apa itu topic sentence? Topic sentence adalah kalimat utama dan pertama yang mengidentifikasikan isi paragraf. Topic sentence selalu ditulis di awal sebuah paragraf.  Ia harus bisa menjelaskan topik keseluruhan dalam satu paragraf. Topic sentence selalu didukung oleh kalimat-kalimat pendukung. Kalimat pendukung harus tetap bersinggungan dan memperkuat topik utama.

Kita ambil contoh sinopsis pendek Finding Nemo:

“Marlin, seekor ikan badut pemalu hidup bersama Nemo, anak semata wayangnya yang memiliki sirip tak sempurna. Suatu ketika, sang anak tertangkap jaring nelayan dan dibawa ke Sydney, Australia. Marlin pun harus menempuh perjalanan penuh marabahaya untuk menemukan kembali anaknya.”

Sekarang masing-masing kalimat tersebut bisa dijadikan topic sentence sebuah paragraf. Contoh:

Paragraf 1: Marlin, seekor ikan badut pemalu hidup bersama Nemo, anak semata wayangnya yang memiliki sirip tak sempurna.

Paragraf 2: Suatu ketika, sang anak tertangkap jaring nelayan dan dibawa ke Sydney, Australia.

Paragraf 3: Marlin pun harus menempuh perjalanan penuh marabahaya untuk menemukan kembali anaknya.

Nah sekarang tugasmu adalah menulis kalimat pendukung untuk masing-masing topic sentence di atas. Nih contohnya:

“Marlin, seekor ikan badut pemalu hidup bersama Nemo, anak semata wayangnya yang memiliki sirip tak sempurna. Ia sangat menyayangi dan menjaga Nemo karena ia satu-satunya anak yang selamat dari suatu kejadian di masa lalu. Sementara itu, Nemo mulai kesal karena ia merasa ayahnya berlebihan dalam menjaga dan melindunginya.

Suatu ketika, Nemo tertangkap jaring nelayan. Dari kacamata yang penyelam yang tertinggal, Marlin mengetahui ke mana Nemo di bawa, yaitu Sydney, Australia. Marlin tidak sengaja bertemu dengan Dory, seekor ikan penyandang masalah ingatan jangka pendek, yang bersedia membantu Marlin.

Marlin pun harus menempuh perjalanan penuh marabahaya untuk menemukan kembali anaknya. Beberapa kejadian pun harus dihadapinya, mulai dari tertelan ke perut ikan paus, bertemu pasukan penyu yang sedang migrasi, hingga bertemu kawanan ikan hiu. Bersama Dory, mereka mengarungi samudera luas menuju Sydney untuk mencari Nemo.”

Kira-kira begitulah apabila ketiga kalimat tersebut dijabarkan menjadi tiga paragraf. Sekarang coba jabarkan tiga kalimat sinopsis pendekmu menjadi tiga paragraf. Deskripsikan kejadian-kejadian dengan lebih rinci dan detail. Pastikan tokoh utamamu mengalami masalah serius, buat hidupnya susah, beri ia pelajaran hidup berarti, seperti Marlin. Jika kamu merasa ceritamu mulai bertele-tele, hentikan sejenak, lihat kembali premismu, ingat kembali fokus utamamu. Tetaplah berpegang pada satu kalimat premis utamamu!

 

Ini dia langkah-langkah menulis naskah film pendek!

Lanjutkan Menjadi Sebuah Cerpen (Treatment)

Oke, sekarang ceritamu sudah semakin detail, bukan? Jangan puas dulu, karena perjalananmu masih panjang sampai naskahmu siap untuk dieksekusi. Sekarang kamu punya tiga paragraf yang berisi karakter, masalah, dan tindakan yang diambil oleh sang karakter. Tugasmu adalah menjabarkan lagi tiga paragraf tersebut menjadi cerpen (cerita pendek) yang terdiri dari beberapa paragraf.

Kamu bisa cari berbagai referensi cerpen baik di Google, perpustakaan, maupun toko buku. Jangan khawatir dulu soal dialog yang diucapkan oleh karakter, jangan khawatir pula soal pembagian adegan maupun urutan shot. Itu urusan nanti. Sekaramng fokus dulu pada penjabaran tiga paragraf sinopsis panjang. Berpeganglah pada struktur yang sudah kau tulis di sinopsis panjang. Ketika kamu mulai hilang fokus dan merasa cerita mulai bertele-tele, buka kembali premis utamamu dan ingat kembali apa yang menjadi fokus utamamu.

Cara paling mudah untuk melakukannya adalah menjabarkan lagi masing-masing paragraf menjadi tiga paragraf. Misalnya dalam kasus Finding Nemo, kamu bisa jabarkan lagi paragraf pertama yang berisi situasi awal hubungan Marlin dan Nemo ke dalam tiga paragraf. Perkaya tulisanmu dengan penggambaran latar tempat dan waktu yang lebih detail. Bangun nuansa menggunakan kata-kata sifat untuk membantu pembaca memahami dunia yang sedang kamu bangun. Lengkapi pula dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh karakternya.

Ingat, jangan lupakan struktur utama ceritamu. Jangan takut untuk buka kembali premis utamamu. Jika kamu sudah merasa puas dengan cerita pendekmu (dalam film biasa disebut treatment), mari melaju ke tahap berikutnya: penulisan naskah.

 

Ini dia langkah menulis naskah film pendek.

Tulis Ulang Cerpenmu dalam Format Naskah & Tambahkan Dialog

Jika kamu mengikuti petunjuk kami diatas, maka sekarang kamu sudah memiliki minimal 9 paragraf cerita pendek. Sekarang saatnya kamu menuangkannya ke dalam format naskah.

Sebelum ke sana, cara paling mudah untuk mempersiapkanmu menulis naskah adalah menjabarkan 9 paragraf tersebut ke dalam urutan adegan (scene). Adegan (scene) dibagi sesuai dengan latar tempat dan waktu. Apabila suatu situasi terjadi dalam satu tempat dan waktu, maka ia dihitung sebagai satu adegan. Jabarkan ceritamu ke dalam urutan latar waktu dan tempat. Lalu tulis kejadiannya dengan semakin detail. Misalnya:

Scene 1 – Dapur Kos – Siang

Scene 2 – Kamar Tidur – Malam

Scene 3 – Sekolah – Pagi

Dan seterusnya…

Jika kamu sudah memiliki urutan cerita sesuai dengan latar waktu dan tempat. Kini kamu bisa menuangkannya ke dalam format naskah. Aplikasi yang biasa digunakan untuk menulis naskah adalah FinalDraft. Namun aplikasi ini harganya relatif mahal. Beberapa penulis menggunakan Celtx, aplikasi gratis yang tak kalah canggih dengan FinalDraft.

Sekian angkah-langkah menulis skenario agar ceritamu tetap fokus. Jika kamu mengikuti langkah-langkah ini, mudah-mudahan ceritamu dapat tetap fokus. Kami tahu seringkali banyak ide-ide liar berdatangan dan menganggu fokus cerita. Jika kamu mengalaminya, kami tidak pernah bosan untuk mengingatkan untuk melihat kembali tulisanmu di tahap sebelumnya, dan ingat kembali premis utama ceritamu, karena itulah fokus utamamu. Yang kamu lakukan setelah menulis premis adalah memberikan argumen penunjang untuk memperkuat premis tersebut. Jangan pernah menambahkan situasi, karakter, atau apapun yang malah melemahkan premis utamamu.

Tak ada aturan baku dalam penulisan skenario. Yang kami tulis di sini adalah berdasarkan pengalaman kami, karena kamipun sering mengalami hal serupa. Jadi jangan pernah takut untuk bereksplorasi dan menemukan proses kreatifmu sendiri.

Jika kamu punya pertanyaan seputar ini, silahkan tulis di kolom komentar. Kami akan dengan senang hati untuk membantu proses kreatifmu!

Comments