5 Tempat Terbaik Untuk Meletakan Video di Website (Dan Jenis Videonya)

Website merupakan salah satu tempat paling tepat untuk meletakan video yang baru saja kamu buat. Baik perusahaan atau brand, barang maupun jasa, B2B (business to business) atau B2C (business to consumer) semua bisa meletakan video di website. Akan tetapi persoalannya dimana tempat yang tepat untuk meletakannya? Lalu, jenis video apa yang sesuai untuk tempat-tempat tersebut? Nah, kamu berada di tempat yang tepat, karena postingan kali ini akan mengulasnya khusus buat kamu yang berencana bikin video.

 

Landing Page

Jenis video: Introduction Video

Landing page adalah salah satu tempat paling penting di websitemu. Apakah pengunjung akan meneruskan penelusurannya atau menutup lalu membuka website lain, ditentukan oleh keindahan dan kecepatan landing pagemu. Faktanya, menurut EyeView Digital, menyertakan video di landing page meningkatkan conversion sebesar 80%.

Lalu, video jenis apa yang harus kamu buat? Bagian landing page adalah tempat paling pas untuk memperkenalkan diri. Oleh karena itu, perkenalkanlah bisnismu secara singkat dan menarik agar pengunjung tertarik untuk mencari tahu perusahaan/brandmu lebih mendalam. Apa saja sih yang perlu kamu sertakan di dalam video jenis ini? Berhubung waktumu tidak banyak, maka kamu cukup memberikan pengantar, antara lain apa yang dikerjakan oleh bisnismu, lalu masalah apa yang ingin diselesaikan, dan solusi apa yang ditawarkan oleh bisnismu. Jangan kepanjangan, jangan kependekan. Semenit adalah durasi yang ideal.

 

Hero Slider

Jenis video: Background Video

Hero slider adalah salah satu elemen penting di landing page. Selain menyertakan video dengan sistem embed (ditanam di website), kamu juga bisa menyertakan video untuk mengganti gambar di hero headermu.

Apa fungsinya? Fungsi background video sebetulnya tak jauh berbeda dengan background image, yaitu memberikan nuansa tertentu di website anda. Dengan demikian, website anda akan terkesan lebih profesional dan dinamis, bila dibandingkan dengan menggunakan gambar statis saja.

 

 

Halaman Product / Services / About

Jenis video: How-to/Explainer

Jika pengunjung telah masuk ke halaman ini, selamat! Artinya kamu berhasil menarik perhatian pengunjung websitemu untuk tahu lebih dalam soal perusahaan / brandmu. Tapi jangan senang dulu, untuk mengconvert visits jadi sales, maka kamu perlu juga siapkan video yang apik di halaman ini. Lalu, jenisvideo apa sih yang sesuai untuk halaman ini?

Oke, sekarang kamu bisa menjelaskan prodakmu secara lebih mendalam. Jika di introduction video kamu hanya memberi pengantar saja, maka kini saatnya untuk masuk lebih dalam. Untuk prodak barang maka jelaskanlah betapa mudahnya menggunakan prodakmu, jika prodakmu jasa maka jelaskanlah bagaimana cara menggunakan jasamu, jika prodakmu app maka jelaskanlah cara pakainya. Ingatlah untuk tetap mengemasnya secara singkat dan menarik agar penonton dapat memahaminya dengan lebih mudah.

Simak video explainer yang pernah kita kerjakan untuk Mimopay:

 

Blog

Jenis video: Tips / Educational Video

Di era content marketing, halaman blog tak kalah penting dengan halaman-halaman lain. Di sini tempatnya kamu berbagi ilmu dan pengetahuan ke customer-customermu. Buatlah video-video sederhana tentang bagaimana prodakmu bisa digunakan. Misalnya, brand fashion tak selalu harus membuat konten video tyang berfokus pada pakaian yang mereka jual. Jangan takut untuk eksplorasi ke topik-topik lain yang bermanfaat bagi orang lain, misalnya: Tips Mix & Match baju atau Tips Makeup. Dengan rajin dan konsisten memberikan konten-konten seperti ini, maka brandmu akan selalu diingat dan dicari!

Ini contoh educational video yang kami buat untuk rubrik #SiasatSinema:

 

Works / Case Study

Jenis Video: Case Study / Testimonial

Untuk meyakinkan pengunjung, maka kamu membutuhkan social proof alias bukti nyata bahwa prodakmu berguna. Untuk itu, buatlah sebuah video dokumenter pendek tentang bagaimana prodakmu memberikan dampak positif. Jika prodakmu B2B, maka mintalah testimonial dari perusahaan / brand yang menggunakan prodakmu, jika prodakmu B2C maka kamu bisa menggunakan key opinion leader (KOL) atau influencer yang bisa menyebarkan kegunaan prodakmu lebih luas lagi. Ceritakanlah pengalaman mereka dengan prodakmu. Tetaplah jujur, organik, dan kemas dalam gaya bercerita yang menarik.

Ini contoh case study video yang pernah kami kerjakan untuk Insider (Turki), yang menyoroti testimonial dari salah satu klien mereka di Indonesia, OLX:

Comments