Tips Penyutradaraan: Memahami Teks dan Subteks

Dalam penulisan skenario, dikenal istilah teks dan subteks. Buat kamu yang belum familiar dengan dua istilah ini, silahkan simak tips penyutradaraan satu ini. Memahami teks dan subteks tidak hanya bermanfaat bagi penulis, tetapi juga bermanfaat bagi sutradara yang menerjemahkan sebuah adegan.

 

Apa itu Teks?

Teks adalah segala sesuatu yang tertulis di dalam naskah. Teks juga merupakan kata-kata yang diucapkan oleh aktor sesuai dengan yang tertera pada naskah. Melalui teks, aktor memberikan informasi kepada penonton, baik secara emosi maupun pesan-pesan verbal.

Teks bersifat fisik. Layaknya peta, teks dalam naskah memberikan sutradara petunjuk tentang aksi fisik apa saja yang dilakukan oleh karakter dalam film. Apakah ia berjalan dari satu titik ke titik lain, mengucapkan dialog tertentu, atau justru diam di satu titik mengamati karakter lain. Semua tertera dalam naskah.

 

Lalu, apa itu subteks?

Nah, tak semua hal bisa diutarakan melalui kata-kata di dalam naskah. Ada hal-hal tersembunyi yang tidak kasat mata dalam sebuah adegan. Perasaan dan pemikiran adalah contoh dari subteks. Layaknya manusia, karakter film pasti punya perasaan dan pemikiran tersembunyi yang tak kasat mata. Apa yang ia inginkan sebetulnya? Apa tujuan ia melakukan suatu aksi? Apa motivasinya? Semua hal ini lah yang kita sebut subteks.

 

Oke, seperti apa contohnya?

Misalnya begini, di naskah tertulis sebuah adegan dimana sepasang laki-laki dan perempuan sedang duduk di sebuah restoran eropa. Laki-laki itu memesan sepiring spaghetti carbonara dan bir dingin, sementara sang perempuan memesan risotto dan minuman ringan pada seorang pelayan. Setelah memesan, pelayan itu meninggalkan mereka berdua seorang diri. Laki-laki itu memulai pembicaraan tentang film Before Sunrise yang baru ia tonton kemarin malam. Ternyata, perempuan itu juga sangat menyukai film Before Sunrise. Pembicaraan mereka semakin hangat dan diselingi dengan tawa lepas satu sama lain.

Tips penyutradaraan: teks dan subteks.

Nah, semua yang tertulis di atas tersebut adalah teks. Ia adalah peta fisik sebuah adegan yang membantu sutradara dan aktor menerjemahkannya dalam sebuah adegan. Namun perkara seperti apa penyampaiannya, terserah sutradara dan aktornya.

Akan tetapi, adegan itu akan terasa hambar jika hanya diterjemahkan sebagai teks. Bayangkan betapa hampanya adegan itu jika aktor-aktor hanya bergerak seperti manequin tak bernyawa.

 

Lalu, apa gunanya subteks?

Nah, di sinilah subteks berguna! Subteks membuat karakter di dalam film terasa seperti manusia. Dari setiap teks yang ditampilkan di depan layar, kedua karakter laki-laki dan perempuan itu pasti memiliki motivasi tertentu. Misalnya, mengapa laki-laki itu memilih spaghetti carbonara dan segelas bir? Apa motivasinya? Apakah ia ingin membuat perempuan di depannya terkesan?

Kenapa tiba-tiba mereka berbincang seru ketika membahas film Before Sunrise? Apakah perempuan itu juga menyukai laki-laki di depannya? Apakah mereka menyukai satu sama lain?

Tips penyutradaraan: teks dan subteks.

Ada udang di balik batu. Kira-kira itulah gunanya subteks. Tak keluar satu katapun soal cinta dan perasaan hati mereka, mereka hanya membahas soal makanan dan film Before Sunrise. Akan tetapi dengan subteks, alias lapisan di bawah kata-kata yang mereka ucapkan dan gerakan yang mereka lakukan, kita bisa memahami ada motivasi lain di balik ucapan dan gerakan mereka mereka.

 

Oke, ada contoh di film-film terkenal?

Inglourious Basterds adalah salah satu contoh film yang pandai bermain-main dengan teks dan subteks. Ingat adegan dimana Hans Landa (Cristoph Waltz) membahas soal tikus dan segelas susu dengan seorang petani bernama Monsieur LaPadite?

Tips penyutradaraan: teks dan subteks.

Sudah tentu Hans Landa tidak benar-benar membicarakan soal tikus yang bisa menghancurkan sebuah rumah. Ia menggunakan analogi tikus untuk membicarakan pengkhianat yang menyembunyikan orang Yahudi di rumahnya. Pelan-pelan suasana terasa semakin intens seiring Hans Landa mulai menggiring subteks, yang awalnya tersembunyi, ke atas permukaan (teks). Hingga lalu diakhiri dengan pembantaian massal orang-orang Yahudi yang bersembunyi di rumah itu.

Nah, jadi sudah mengerti dong perbedaan teks dan subteks dalam film? Sudah tahu dong gunanya ketika kamu menyutradarai film pendekmu? Silahkan diterapkan dalam project filmmu berikutnya! Jika kamu punya pertanyaan, silahkan langsung tulis di kolom komentar yaaa!

Comments