Mari Membahas Aturan 180 Derajat (Garis Imajiner) – #SiasatSinema

Hello filmmaker! Kami mau tanya nih, pernah gak sih kalian mendengar tentang aturan 180 derajat alias aturan garis imajiner? Kalau pernah, tapi masih belum mengerti, atau malah belum pernah mendengar sama sekali, artinya kamu berada di tempat yang tepat.

Aturan 180 derajat adalah salah satu pedoman dasar mengenai hubungan spasial, baik antar karakter, maupun antar objek yang ada di dalam layar. Garis imajiner menjaga peletakan kamera berada di dalam satu poros. Kenapa sih aturan ini penting untuk dibahas? Aturan ini diterapkan untuk memudahkan penonton dalam membaca ruang geografis yang ada di dalam layar.

Untuk lebih jelasnya lagi, kami sudah menyiapkan sebuah video khusus buat kalian. Betul sekali, di #SiasatSinema edisi kali ini, kami mengupas satu per satu aturan 180 derajat dan penerapan-penerapan praktisnya yang bisa kalian ikuti. Yuk simak video berikut ini:

 

Nah, seperti yang sudah kalian saksikan sendiri di dalam video tersebut. Aturan 180 derajat ini meliputi beberapa hal, yaitu: peletakan kamera (shot reverse shot), eye line matching, dan in frame out frame. Sekedar mereview pembahasan di dalam video, kami akan memaparkannya sekali lagi di sini:

Peletakan Kamera

Aturan 180 derajat menjaga peletakan kamera di dalam satu poros yang sama. Sebagai contoh: jika peletakan kamera mastermu, tokoh perempuan diletakan di kiri frame, dan laki-laki di kanan frame, maka saat pengambilan masing-masing cover shot, kamera diletakan di dalam poros yang sama. Jadi, posisi perempuan di kiri frame, dan laki-laki di kanan frame tetap dipertahankan. Untuk lebih mudahnya, silahkan lihat ilustrasi di bawah ini:

Aturan 180 derajat mengatur peletakan kamera dalam satu poros.

 

Eye Line

Aturan 180 derajat juga menjaga arah padang karakter yang ada di dalam layar. Fungsinya sama dengan seperti yang sudah kami bahas sebelumnya, yaitu untuk memudahkan penonton membaca ruang di dalam layar. Contohnya begini: jika si pria berambut hitam memandang ke arah kiri frame, maka sebaliknya saat reverse shot, si karakter berambut pirang memandang ke arah kanan frame. Silahkan lihat ilustrasinya di bawah ini:

Aturan 180 derajat juga mengatur arah pandang karakter di dalam layar.

In/Out Frame

Terakhir, aturan 180 derajat juga mengelola pergerakan karakter. Hal ini biasanya digunakan agar karakter tak terkesan bolak balik. Aturan 180 derajat berfungsi agar pergerakan karakter terkesan maju. Misalnya begini: seorang karakter melangkah dan keluar dari kanan frame, maka di shot selanjutnya, karakter rersebut harus masuk dari kiri frame. Silahkan simak ilustrasinya di bawah sini:

Aturan 180 derajat juga mengatur arah pergerakan karakter di dalam layar.

 

Pelanggaran Aturan 180 Derajat

Yang namanya aturan, tentu saja boleh dilanggar. Beberapa sutradara ternama pernah melanggar aturan ini untuk memberikan efek psikologis tertentu pada penonton. Biasanya aturan ini dilanggar untuk agar penonton merasa bingung dan terdisorientasi dengan ruang yang disajikan di dalam layar.

Sebagai contoh, Stanley Kubrick pernah melakukannya di filmnya yang berjudul The Shining. Di adegan kamar mandi, ia melanggar aturan ini agar penonton merasa terdisorientasi. Simak adegan tersebut di bawah sini:

 

Begitulah penjelasan soal aturan 180 derajat. Jika kalian punya pertanyaan, silahkan langsung tuliskan saja di kolom komentar. Kami akan dengan senang hati menjawab pertanyaan kalian!

 

Illustration credit:

Background vector created by Brgfx – Freepik.com

Designed by Freepik

Comments