Menciptakan Kolaborasi Kreatif Antara Pembuat Film & Brand

Dalam beberapa waktu belakangan, branded entertainment tengah dilirik menjadi salah satu alternatif strategi marketing digital sebuah brand. Kemasannya yang menghibur tidak hanya bisa menjadi tontonan yang menarik bagi penonton/konsumen, tetapi juga mampu memperkuat identitas & core value sebuah brand. Kolaborasi kreatif yang baik antara pembuat film dan brand itu sendiri amat dituntut agar mampu melahirkan hasil yang memuaskan.

Menciptakan kolaborasi kreatif yang efektif ini cukup menantang. Sebagai pembuat film, tentu kami punya visi yang ingin dituangkan dalam karya-karya kami, tetapi kami pun sadar bahwa ada kebutuhan dari sebuah brand untuk ikut menuangkan core value dan identitas brand mereka. Dalam postingan kali ini, kami ingin berbagi sedikit tips-tips, yang kami harapkan dapat berguna baik bagi brand maupun pembuat film, dalam menciptakan kolaborasi yang efektif. Berikut tips-tipsnya:

Samakan Visi
Bagian paling elementer adalah menyamakan visi. Pembuat film pasti punya visi dan begitu pula dengan brand. Oleh karena itu, penting bagi pembuat film dan brand untuk bersama menyamakan visi dari hasil akhir. Mulai dari bentuk film/video, genre, hingga pencapaian seperti apa yang ingin diperoleh hendaknya dibahas bersama.

Pembuat film dan brand perlu untuk memiliki goal & objective yang sama. Tentukan target penonton yang dituju. Utarakan pula poin-poin kunci yang ingin disampaikan dalam film. Dengan saling mengutarakan poin-poin kunci tersebut, kolaborasi & kepercayaan telah dipupuk sejak tahap awal sebuah proyek.

tips memnciptakan kolaborasi kreatif antara pembuat film & brand

Memilih Pendekatan
Visi yang sama saja belum cukup. Membuat branded film merupakan aktivitas yang cukup kompleks. Masih banyak hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan. Memilih pendekatan bercerita yang tepat juga merupakan PR yang harus diselesaikan, baik oleh pembuat film & brand, guna menciptakan kolaborasi yang baik antara keduanya.

Pendekatan yang dimaksud disini adalah gambaran besar cerita. Tone seperti apa yang ingin digunakan, apakah serius, mengharukan, atau komedi yang ingin dipilih guna visi di poin pertama dapat dicapai. Dengan menyepakati tone cerita di tahap awal development, maka kolaborasi pun kian terasa sehat.

Dengar, Dengar, Dengar
Memasuki tahapan yang semakin jauh, maka semakin dalam pula cerita dibongkar. Dengan membongkar cerita, semakin dalam pula kita memahami kekuatan dan kelemahan cerita yang kita miliki. Di tahap ini, amat penting untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak untuk mempertahankan kekuatan dan memperbaiki kelemahan cerita.

Untuk menciptakan kolaborasi yang efektif, penting bagi pembuat film untuk mendengar pendapat-pendapat. Pendapat tidak hanya berasal dari tim kreatif saja, tetapi bisa berasal dari mana saja. Brand sendiri tentu lebih paham tentang bagaimana brand mereka ingin dipotret. Oleh karena itu, proses saling mendengar merupakan faktor kunci membangun kolaborasi yang efektif.

tips memnciptakan kolaborasi kreatif antara pembuat film & brand

Fokus Pada Value
Perdebatan hard-selling & soft-selling akan selalu terjadi. Setiap cerita selalu menceritakan value atau nilai. Di titik ini, brand dapat menawarkan core value yang mereka miliki ke dalam branded film. Value tidak hanya dapat dilihat dari gambaran visual secara keseluruhan, tetapi juga dalam cerita atau statement branded film tersebut secara keseluruhan.

Prodak memang bisa saja disisipi di dalamnya, tetapi sangat penting untuk ingat pada nilai yang dimiliki brand anda, dan fokus pada bagaimana menerjemahkannya ke dalam cerita. Dengan demikian, alangkah baiknya untuk merepresentasikan brand anda melalui ‘value’ ketimbang prodak dalam bentuk fisik.

Comments