Menerapkan Rumus EMC2 Dalam Filmmaking

Selamat datang di edisi perdana #SiasatSinema. Buat yang belum tahu apa itu #SiasatSinema, ini adalah seri video terbaru kami yang akan kami post di channel YouTube kami setiap hari Sabtu. Apa isinya? Kami akan bagi-bagi pengalaman, tips, dan siasat seputar filmmaking dalam video-video singkat. Jadi, kamu bisa belajar soal filmmaking dengan lebih mudah. Hal-hal yang akan kami share tentu aja bisa bersifat teknis, mulai dari cara ngakalin dolly track, tapi bisa juga non-teknis, misalnya membagi adegan ke dalam shot.

Daaannn… Ini dia edisi pertamanya:

 

Di edisi perdana ini, kami akan membahas soal rumus Albert Einstein yang terkenal banget itu lho: EMC2. Tahu gak sih kalau rumus ini sebetulnya bisa lo terapkan dalam filmmaking. Tentu saja nerapinnya gak secara fisika ya. Jadi, rumus ini adalah cara paling basic buat kamu menyutradarai shot-shot dalam setiap adegan. Jika kamu bingung harus mulai ngesyut dari mana untuk di editing nanti, mulailah dengan rumus basic ini:

 

EMC2 = Establish +  Master + Cover + Cover

 

Oke, kita mulai dengan Establish Shot. Ini adalah jenis shot yang berfungsi memberikan keterangan tempat pada sebuah adegan. Di shot ini, kamu harus memberikan informasi pada penonton tentang dimana sebuah adegan mengambil latar. Di contoh video di atas, kamu akan melihat sebuah adegan berlatar kantor Studio Antelope. Maka establish shot adegan tersebut adalah shot eksterior dari Studio Antelope.

Lalu, ambilah master shot. Apa itu master shot? Sesuai dengan namanya, ini adalah shot utama sebuah adegan. Kamu bisa mengambil keseluruhan adegan dengan shot ini. Biasanya jenis shot yang digunakan adalah long shot, tapi tentu ini kembali lagi dengan kebutuhan sebuah adegan.

Supaya editing semakin enak ditonton, maka kamu perlu mengambil yang namanya cover shot. Apa itu cover shot? Cover shot adalah shot untuk memotret karaktermu dalam jarak yang lebih dekat, sehingga penonton dapat melihat ekspresi dan gerak-geriknya lebih jelas. Nah jadi, setelah mengambil master dimana karakter-karakter kamu ngejalanin sebuah adegan, kamu perlu shot untuk mengcover masing-masing karakter. Dengan demikian, editingmu akan terasa lebih mulus dan penonton dapat mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan.

Perlu diingat bahwa ini adalah rumus basic! Pada kenyataannya tentu saja akan lebih kompleks karena kebutuhan adegan berbeda-beda. Rumus ini akan bermanfaat buat kamu yang kesulitan harus memulai dari mana. Dengan rumus ini kamu bisa membayangkan adegan ke dalam urutan yang lebih sistematis.

Sekian dulu, #SiasatSinema edisi pertama ini. Semoga bermanfaat buat kamu yang lagi pingin bikin film. Jika ada pertanyaan atau komentar, silahkan langsung tulis aja di kolom komentar di bawah ini yaaa!

Comments