Menyelisik Fungsi dan Peran Colorist Film

Halo, pernah dengar profesi colorist film? Belum? Tak usah cemas, karena memang belum banyak yang membahas profesi satu ini. Padahal tanpa adanya colorist dalam sebuah film, maka sebuah film tidak akan sedap dipandang.

Colorist film alias pewarna merupakan profesi yang sangat penting dalam produksi film. Membuat suasana seperti menakutkan, mencekam, hingga bahagia, semua sangat bergantung dengan bagaimana warna ditampilkan ke depan layar. Tidak hanya harus mementingkan aspek artistik, pencahayaan hingga sinematografi. Tetapi seorang Colorist juga harus mampu melakukanya dengan kemampuan yang ia miliki. Penasaran bagaimana profesi seorang colorist film?

Seperti apa sih fungsi dan peran seorang colorist film?

Seorang colorist film adalah orang pertama yang dapat memberi kekuatan warna dalam film sesuai keinginan seorang Sutradara dan kadang profesi seorang colorist film banyak juga dianggap enteng oleh beberapa kalangan—karena merasa bahwa profesi colorist sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak tenaga, padahal apa yang dilakukan seorang colorist justru tidak semudah yang kamu bayangkan loh! 

Nah, kira-kira apa saja sih skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang colorist film? Berikut kami paparkan di bawah ini:

Menggunakan Warna Untuk Mempertegas Elemen Dramatik

Colorist film yang baik mampu menggunakan warna untuk memperkuat elemen dramatik sebuah film. Bayangkan film horror dengan adegan mencekam, namun diwarnai dengan nuansa terang dan cerah ala film-film komedi romantis, maka semua akan sia-sia. Terkadang ia juga harus mampu membuat penontonjnya betah untuk melihat gambar-gambar yang ia warnai—biasanya seorang colorist harus dapat menyesuaikan juga dengan baik penggunaan warna yang seorang sutradara inginkan dan memaksimalkanya dengan yang ia pahami, jadi sangat penting bagi colorist bisa memahami warna-warna demi kebutuhan cerita yang disampaikan. 

Memahami Psikologi Warna

Pink memberikan dampak sensual. Hitam memberikan kesan misterius. Ini adalah contoh konkret bagaimana warna mampu memberikan dampak psikologis tertentu pada penonton. Persoalan memberikan warna yang sesuai dengan mood film kadang perlu pertimbangan yang juga penting, persoalan itu kadang tidak hanya menyoal soal bagaimana seorang colorist dapat memberikan warna yang enak dimata—hingga indah di pandang. Tetapi seorang Colorist harus mampu juga dalam memahami efek psikologis terhadap warna yang diberikan nantinya, karena dengan begitu selain memberikan mood yang sesuai dalam film, warna dalam film juga mampu memberikan efek yang sesuai dengan apa yang diinginkan seorang sutradara terlebih yang ingin dirasakan oleh penonton nantinya.

Memiliki Pengetahuan Sinematografi

Sedikitnya, seorang Colorist juga harus memiliki pengetahuan soal kamera dan sinematografi karena apa yang dikerjakan oleh Colorist bukan hanya melibatkan pengaturan warna yang baik seperti apa—tetapi melibatkan soal gambar yang ia atur, bahwa bagaimana ia dapat mampu menempatkan warna-warna yang pas saat kondisi semisal sangat kontras dalam kamera atau terlalu tinggi iso yang dipakai, nantinya seorang Colorist dapat mampu mengatasi gejala-gejala seperti itu.

Yuk mari menelisik pekerjaan colorist film!

Memecahkan Masalah

Paskaproduksi yang begitu padat hingga deadline yang begitu cepat serta melibatkan banyak orang, seperti produser hingga sutradara yang memiliki idealismenya sendiri dalam menentukan warna apa yang ingin mereka gunakan serta menunjukan referensinya masing-masing, membuat seorang colorist harus mampu menjadi pemecah masalah dengan mencari solusi terbaik dari berbagai permasalah itu. Seperti colorist dapat mengkombinasikan warna-warna yang sesuai dengan keinginan masing-masing menjadi lebih bagus—atau ia bisa memberi perhitungan-perhitungan jika warna yang diinginkan ternyata tidak sesuai dengan mood dalam film. 

Jadi apakah kamu ingin menjadi colorist film?  Atau masih berpikir-pikir dulu untuk menjadi seorang colorist? Tenang, dan tidak usah takut! Karena untuk menjadi colorist biasanya kamu tidak harus sekolah tinggi-tinggi hingga mengeluarkan biaya yang mahal, yang harus kamu lakukan adalah mulai mencoba dengan melakukanya. Kamu bisa mulai berlatih dengan mempelajari dari berbagai media yang ada—atau kamu bisa mencoba untuk melakukanya langsung dengan cara mengajukan menjadi colorist jika ada temanmu yang sedang syuting film. Jadi, sekarang soal bagaimana kemauan yang ada dalam dirim sendiri. Kamu ada  yang ingin ditanyakan? Tulis di kolom komentar ya!

Comments