Caranya Shooting Dengan Satu Kamera?!

Ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan: gimana sih caranya shooting dengan satu kamera?! Oke, mungkin ini pertanyaan yang sangat mendasar, tetapi berhubung masih banyak yang belum paham, kayaknya penting juga buat membahas topik ini secara mendalam.

Nah, kami sudah siapkan sebuah video #SiasatSinema yang secara khusus membahas topik ini. Penasaran? Yuk coba tonton di video berikut ini:

 

Seperti yang kamu lihat di dalam video tersebut, cara shooting dengan satu kamera adalah sbb:

  1. Saat persiapan (pra produksi), buatlah shot-list alias daftar shot sesuai dengan kebutuhan sutradara. Sebuah adegan sederhana biasanya membutuhkan 3-5 shot dengan angle yang berbeda-beda.
  2. Saat syuting, eksekusi daftar-daftar shot tersebut dengan meletakan kamera sesuai dengan rencana. Pastikan kamu mendapatkan adegan yang sesuai dengan keinginanmu sebagai sutradara.
  3. Setelah puas, pindahkan kamera ke angle lain dan rekamlah ulang seluruh adegan (sama dengan shot sebelumnya).
  4. Demikian seterusnya, hingga shot-list kamu pun terpenuhi.

 

Nah, pasti kamu sekarang bertanya-tanya, kenapa sih kita gak syuting dengan multi-cam alias banyak kamera sekaligus. Jangan khawatir, kami punya alasan yang bisa jadi bahan pertimbanganmu:

Budget

Konsekuensi dari menyewa dua atau lebih kamera adalah bengkaknya budget. Jika saja kita syuting empat hari, maka kamu bisa bayangkan betapa bengkaknya budget produksimu. Atas alasan itu, banyak rumah produksi yang memilih untuk syuting menggunakan satu kamera, kecuali untuk project-project dengan pendekatan khusus, misalnya film action.

Teknis Cahaya

Konsekuensi lain dari menggunakan dua atau lebih kamera adalah setup cahaya yang lebih rumit. Satu setting yang sama, apabila anglenya berbeda, maka punya rancangan lampu yang berbeda. Oleh karena itu, kebanyakan lampu akan digeser seiring perpindahan angle kamera. Dengan demikian, banyak rumah produksi merasa syuting dengan satu kamera lebih efisien.

Bloking Pemain

Menggunakan dua kamera juga akan berpengaruh pada bloking pemain. Pemain yang baik pasti memahami lensa apa yang sedang dipakai, darimana anglenya, dan seberapa besar framenya, sehingga ia bisa menentukan intesitas akting yang tepat. Semakin banyak kamera maka semakin banyak pula pertimbangan bloking yang harus ia ingat. Tentu ia tak mau aktingnya menghalangi kedua belah kamera kan.

Mise-en-scene

Tak bisa dipungkiri mise-en-scene merupakan elemen penting dalam penyutradaraan. Setiap frame punya kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, biasanya penata artistik akan menggeser-geser sedikit properti sesuai kebutuhan adegan. Nah, apabila sebuah adegan diambil dengan beberapa kamera, maka penataan artistik tidak bisa sempurna dalam setiap frame.

Demikian alasan kenapa kebanyakan film diambil menggunakan satu kamera, atau maksimal dua, dan tidak lebih, kecuali ada kebutuhan-kebutuhan khusus.

Comments