Survival Guide di Lokasi Syuting

Capek, ngantuk, tegang. Tiga hal itu mewakili sebagian perasaan yang dirasakan oleh filmmaker saat syuting. Belum lagi kalau lokasi dan waktunya menuntut jadwal yang ketat, tekanan makin menjadi-jadi.

Semua hal tersebut sebenarnya bisa dihindari. Karena kebutuhan syuting yang rumit, filmmaker sering malah mengabaikan hal-hal mendasar.

Selain material syuting, beberapa hal juga perlu disiapkan dengan matang demi tubuh yang fit dan mental prima di lokasi.

Berikut tips survival guide di lokasi suting film.

Cek 5 hal berikut yang harus kamu siapkan agar mampu bertahan di lokasi syuting:

 

Perhatikan Callsheet 

Jangan melamun. Syuting adalah kegiatan yang perlu gerak cekatan. Ketika nama atau divisimu dipanggil, kamu harus sigap akan kebutuhan syuting. Satu gerakan salah bisa berakibat fatal, misalnya mundurnya jadwal syuting. Bukan hanya itu, bisa jadi namamu dicap jelek jika melakukan kesalahan fatal. Agar tidak kewalahan, perhatikan callsheet yang diberikan, ingatlah di adegan mana saja kamu dibutuhkan dan hal apa saja yang perlu disiapkan.

 

Cukup makan dan minum

Untuk dapat fokus, kamu butuh energi besar. Jangan sampai datang ke lokasi syuting tanpa makan terlebih dahulu. Alangkah baiknya jika sebelum sampai di lokasi syuting fisik dan pikiran sudah siap. Apalagi jika syuting yang dilaksanakan penuh tekanan, makan bisa jadi nomor sekian.

Jika syuting berlangsung panjang dan kamu tidak bisa menemukan jam kosong untuk makan, bawalah roti atau kudapan yang mengenyangkan tapi tidak membuat haus. Kudapan ringan tersebut dapat dimakan di jeda-jeda pendek antar take, sehingga kamupun tidak kehabisan tenaga.

 

Cek lokasi dan waktu

Biasanya rencana perjalanan dan akomodasi diatur oleh bagian produksi, tapi tak bisa dipungkiri kalau kebutuhan orang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk meriset singkat lokasi syuting dan waktu saat syuting dilaksanakan. Cek baik-baik medan di lokasi, cuacanya, jalan yang harus dilewati dan sebagainya.

Misalnya saja kamu akan syuting di lokasi pegunungan di saat malam hari. Riset akan membantumu menentukan baju apa saja yang harus dipakai, serangga apa saja yang harus dihindari, dan sebagainya, karena hanya kamu yang kenal kebutuhan tubuhmu.

 

Double-check 

Barangmu adalah tanggung jawabmu. Panik karena barang hilang atau ketinggalan saat sedang syuting adalah perasaan paling menyiksa. Pastikan membuat daftar peralatan yang menjadi tanggung jawabmu. Kalau perlu, cross-check dengan kru divisimu dan divisi lain yang bersangkutan untuk menghilangkan keraguan.

Lakukan double-check saat sebelum berangkat ke lokasi syuting dan begitu sampai di lokasi syuting. Memotret susunan penyimpanan barang juga akan mempermudah pencarian barang tersebut jika dibutuhkan.

 

Cukup tidur

Hal ini sepertinya sering luput dari perhatian para filmmaker. Hari sebelum syuting memang mencemaskan, tapi justru merugikan jika membiarkan cemas berlarut-larut sampai tidak tidur. Cek kebutuhan syuting secukupnya, tidak usah berkali-kali. Syuting akan lebih berantakan jika krunya menggarap syuting sembari ngantuk. Dengan tidur cukup, pikiran akan bangun lebih segar dan mampu menyelesaikan hal yang harus dikerjakan di hari itu.

Meskipun syuting menyimpan lika-liku serta suka dan duka, tidak bisa dipungkiri bahwa syuting selalu meninggalkan haru dan rindu. Jika kamu memiliki tips lain agar mampu bertahan di lokasi syuting, silahkan tulis di kolom komentar!

Comments