5 Sinematografer Muda Indonesia Yang Perlu Kamu Amati

Seorang sinematografer atau Director of Photography (kadang-kadang disingkat menjadi DP atau DOP) adalah kepala departemen kamera dan orang yang bertugas memimpin pengaturan pencahayaan dan kamera dalam sebuah produksi film, produksi televisi atau karya audio-visual lainnya. Seorang DOP juga bertanggung jawab untuk membuat keputusan artistik dan teknis yang berkaitan dengan gambar. Studi dan praktik pada bidang ini disebut dengan sinematografi. Sinematografer atau DOP bertugas mewujudkan adegan yang sesuai dengan visi sutradara secara visual. Jika kamu tertarik untuk menjadi sinematografer, berikut ini merupakan daftar sinematografer muda Indonesia yang kamu teladani!

Anggi Frisca

Anggi "Cumit" Frisca salah satu sinematografer perempuan di Indonesia.
Anggi Frisca seorang mojang Bandung kelahiran tanggal 2 Juli 1984. Anggi mulai tertarik terhadap dunia perfilman sejak remaja. Ia belajar tata kamera di Institut Kesenian Jakarta, Fakultas Film dan Televisi. Sebelum menjadi penata kamera, ia pernah menjadi asisten juru kamera Yudi Datau. Selain menjadi penata kamera film cerita, Anggi juga bekerja untuk beberapa film dokumenter. Beberapa film yang pernah ia garap antara lain Mata Tertutup (2012), Merindu Mantan (2012), Tanah Surga… Katanya (2012), Mantan Terindah (2014), Sendiri Diana Sendiri (2015), Night Bus (2017), Sekala Niskala (2017), Pocong The Origin (2019), dan film terbarunya bersama Ernest Prakasa berjudul Imperfect (2019).

Fahim Rauyan

Fahim Rauyan salah satu sinematografer muda Indonesia
Fahim Rauyan merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta dengan fokus pada bidang sinematografi. Pria kelahiran Purbalingga, 30 Juli 1988 ini biasa mengerjakan film, commercial video dan music video. Beberapa film yang pernah ia garap antara lain Sang Penggoda (2010), Garis Bawah (2012), Buang (2013), Garuda Power: The Spirit Within (2014), Turah (2016), Balik Jakarta (2016) dan film Eggnoid yang disutradarai Naya Anindita sebentar lagi tayang di bioskop Indonesia.

Baca Juga:  Caranya Shooting Dengan Satu Kamera?!

Ivan Anwal Pane

Ivan Anwal Pane atau sering disebut Panekibo ini salah satu DOP muda Indonesia.
Ivan Anwal Pane atau sering disapa Pane Kibo ini merupakan salah satu sinematografer yang patut kamu amati. Pria kelahiran Jakarta pada tanggal 13 Februari 1984 ini telah menggarap beberapa film populer seperti Alexandria (2005), Surat Dari Praha (2016), Dear Nathan (2017), Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya (2018), dan Lily of the Valley sebuah film pendek yang dibintangi Adhisty Zara (2019). Sebelum mengerjakan film panjang, Pane Kibo banyak mengerjakan beberapa commercial video.

Marcelinus Batara Goempar Siagian

Batara Goempar salah satu DOP Indonesia.

Sinematografer yang lahir di Jakarta pada 4 April 1985 ini merupakan alumnus Intitut Kesenian Jakarta tahun 2009 jurusan Sinematografi. Sejumlah pengalaman dan prestasinya tercatat sejak tahun 2005, dan hingga kini ia masih mengerjakan sejumlah proyek sebagai DOP. Beberapa film yang pernah digarapnya antara lain Titik Nol (2009), Kabar Gembira (2009), Hi5teria (2012), Cinta Tapi Beda (2012), Aroma of Heaven (2014), Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014), Thieves (2014), Posesif (2017) Sebelum Iblis Menjemput (2018), dan Portals (2019).

Bella Panggabean

Bella Panggabean, sinematografer muda Indonesia
Perempuan lulusan Universitas Indonesia jurusan periklanan angkatan 2008 ini, namanya sudah cukup terdengar di berbagai production house. Ia juga melanjutkan studinya di Bournemouth University jurusan Cinematography for Digital Film and Television. Bella banyak mengerjakan branded content atau pun TVC, music video seperti lagu Luruh – Isyana & Rara Sekar (OST. Milly Mamet), hingga beberapa film pendek.

Bagi teman-teman yang ingin menjadi sinematografer, semoga beberapa sinematografer muda Indonesia di atas bisa memotivasi kamu ya!

Dewi Masithoh Fahrur

Content Writer
Mahasiswa Universitas Mercu Buana Jakarta jurusan Penyiaran. Memiliki ketertarikan di bidang perfilman dan bercita-cita memiliki production house sendiri. Roman & Drama Keluarga merupakan genre favoritnya. Dewi memiliki ketertarikan dengan dunia disabilitas dan ingin membuat film tentang mereka.
Dewi Masithoh Fahrur
Baca Juga:  5 Prinsip Dasar Untuk Meningkatkan Kualitas Film Pendekmu

Artikel Terkait:

No Comments

Tulis Komentar:

× How can I help you?