11 May Florence Giovani Akan ke Cannes untuk Producers Network di Marché du Film 2026
Produser dan co-founder Studio Antelope, Florence Giovani, akan berangkat ke Cannes, Prancis, untuk mengikuti Producers Network di Marché du Film 2026, salah satu program industri paling penting dalam ekosistem Festival de Cannes.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari momentum penting bagi perfilman Indonesia di panggung internasional. Tahun ini, Association of Indonesian Film Producers atau APROFI menjadi salah satu Presenting Partners dalam Producers Network, bersama beberapa institusi film dari berbagai negara dan kawasan. Dalam pengumuman resminya, Marché du Film menyebut APROFI sebagai salah satu presenting partner untuk Producers Network 2026, yang berlangsung pada 13 sampai 18 Mei 2026.
View this post on Instagram
Producers Network: Ruang Pertemuan Produser dari Seluruh Dunia
Producers Network merupakan program khusus di Marché du Film yang dirancang untuk mempertemukan para produser film dari berbagai negara. Program ini menjadi ruang bagi produser untuk membangun koneksi, membuka kemungkinan ko-produksi, dan memperluas jaringan industri internasional.
Dalam laman resminya, Marché du Film menyebut Producers Network sebagai program yang didedikasikan bagi produser, dengan fokus pada koneksi, kreasi, dan kolaborasi. Program ini pertama kali diluncurkan pada 2003 dan kini menyambut lebih dari 370 produser dari seluruh dunia setiap tahunnya. Salah satu format utamanya adalah rangkaian breakfast meetings, di mana setiap Presenting Partner menyorot produser-produser pilihan mereka. Selain Florence, empat produser lain yang mewakili APROFI adalah Sheila Timothy, Fauzan Zidni, Arya Ibrahim, dan Ifa Isfansyah.
Bagi Florence, kesempatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan perspektif produksi dari Indonesia, sekaligus membangun percakapan lintas negara untuk proyek-proyek yang sedang dan akan dikembangkan Studio Antelope.
Florence Giovani dikenal sebagai produser film dan pendiri Studio Antelope, perusahaan produksi berbasis di Jakarta. Ia juga merupakan anggota APROFI serta alumni SGIFF Southeast Asian Producers Network 2021 dan EAVE Ties That Bind 2023/24. Dalam rekam jejaknya, Florence memproduksi film panjang pertamanya, Akhirat: A Love Story, yang dirilis di bioskop Indonesia pada 2021 dan kemudian tayang di Netflix.
APROFI sebagai Presenting Partner dari Indonesia
Kehadiran APROFI sebagai Presenting Partner menjadi penanda penting bagi posisi produser Indonesia dalam lanskap industri film global. APROFI akan melakukan presentasi di Producers Network pada tanggal 18 Mei 2026, pukul 09.00 sampai 10.30. APROFI sendiri dibentuk pada 17 Oktober 2013 di Jakarta, dan memiliki misi untuk meningkatkan kualitas serta kinerja produser film Indonesia, mendorong kebijakan yang mendukung industri film nasional, memperkuat kerja sama dengan para pemangku kepentingan, serta meningkatkan kerja sama internasional.
Hal ini sejalan dengan visi APROFI yang tercantum di situs resminya, yaitu meningkatkan kualitas dan kinerja produser film Indonesia, mendorong kebijakan industri yang berkelanjutan dan kompetitif, memperkuat kerja sama dengan stakeholder film Indonesia, serta meningkatkan kerja sama internasional.
Dalam struktur kepengurusan APROFI periode 2025-2028, Florence Giovani tercatat sebagai Kepala Sekretariat. Dengan demikian, kehadirannya di Producers Network juga membawa lapisan makna yang lebih luas: bukan hanya sebagai produser individu dari Studio Antelope, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem produser Indonesia yang sedang semakin aktif membangun relasi internasional.
Membawa Cerita Indonesia ke Percakapan Global
Sebagai produser, Florence memiliki ketertarikan pada proyek-proyek yang berangkat dari suara personal dan identitas yang spesifik. Florence menyebut bahwa ia tertarik pada proyek-proyek yang digerakkan oleh visi sutradara, terutama cerita tentang identitas, perempuan, dan pengalaman personal. Baginya, kejujuran dan kekhususan sebuah cerita justru menjadi hal yang dapat membuat karya terhubung lintas budaya.
Saat ini, Florence tengah mengembangkan proyek film panjang First Breath After Coma, ditulis dan disutradarai oleh Jason Iskandar. Proyek ini merupakan drama keluarga tentang tiga saudara Tionghoa-Indonesia yang berkumpul kembali di sekitar ayah mereka yang koma, di tengah perubahan besar Indonesia menuju era baru.
Proyek tersebut juga telah tercatat dalam beberapa forum pengembangan internasional. Lab pengembangan yang pernah diikuti project ini antara lain EAVE Ties That Bind, Indonesia France Film Lab, Produire au Sud, Full Circle Lab, dan SGIFF Southeast Asian Film Lab. Selain lab pengembangan, proyek ini juga telah berpartisipasi dalam beberapa project market antara lain HKIFF Industry Project Market dan Golden Horse Film Project Promotion.
Bagi Studio Antelope, keikutsertaan Florence dalam Producers Network menjadi kelanjutan dari perjalanan panjang yang dimulai dari film pendek independen, komunitas, dan produksi lokal. Studio Antelope sendiri berawal sebagai komunitas film lokal pada 2011, didirikan oleh Jason Iskandar dan Florence Giovani, sebelum berkembang menjadi production company dan komunitas online bagi filmmaker, penikmat film, dan kreator konten di Indonesia.

No Comments