Florence Giovani dari Studio Antelope mengikuti Producers Network di Marché du Film 2026, hadir dalam Producers Breakfast APROFI, dan memperkenalkan First Breath After Coma di booth Indonesia.

Florence Giovani Mengikuti Producers Network dan Memperkenalkan First Breath After Coma di Cannes

Pada Mei 2026, Florence Giovani, produser dan co-founder Studio Antelope, mengikuti Producers Network di Marché du Film, Cannes. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari kehadiran Indonesia di salah satu ruang industri penting dalam ekosistem Festival de Cannes.

Di Cannes, kegiatan Florence berpusat pada dua hal: mengikuti rangkaian Producers Network, termasuk sesi Producers Breakfast bersama APROFI, serta memperkenalkan proyek yang sedang dikembangkan Studio Antelope, First Breath After Coma, yang turut dipamerkan di booth Indonesia di Marché du Film.

Marché du Film sendiri mencatat Producers Network berlangsung pada 13–18 Mei 2026, dengan akses khusus untuk pemegang Producers Network Badge dan ditujukan bagi produser aktif. Program ini berfokus pada pertemuan antarproduser, pengembangan jejaring, dan peluang ko-produksi internasional.

Mengikuti Producers Network di Marché du Film

Producers Network adalah program industri yang dirancang khusus untuk produser. Formatnya memberi ruang bagi produser dari berbagai negara untuk bertemu, memperkenalkan praktik kerja masing-masing, dan membuka kemungkinan kerja sama untuk proyek yang sedang maupun akan dikembangkan.

Dalam konteks ini, kehadiran Florence bukan sekadar sebagai peserta festival, melainkan sebagai produser yang mengikuti rangkaian kegiatan industri. Di Producers Network, percakapan biasanya bergerak di sekitar pengembangan proyek, strategi pembiayaan, ko-produksi, distribusi, dan bagaimana sebuah film diposisikan sejak tahap awal.

Bagi Studio Antelope, forum seperti ini penting karena banyak keputusan dalam pengembangan film tidak hanya terjadi di ruang kreatif, tetapi juga di ruang pertemuan industri. Sebuah proyek perlu bisa dijelaskan dengan jernih: apa ceritanya, siapa pembuatnya, di tahap apa proyek itu berada, partner seperti apa yang dicari, dan kenapa proyek tersebut relevan untuk dikerjakan sekarang.

Baca juga: Florence Giovani Akan ke Cannes untuk Producers Network di Marché du Film

Producers Breakfast Bersama APROFI

Salah satu agenda penting yang diikuti Florence adalah Producers Breakfast bersama APROFI (Association of Indonesian Film Producers). Tahun ini, APROFI menjadi salah satu Presenting Partners di Producers Network.

Format Breakfast Meetings di Producers Network dirancang untuk menyorot para Presenting Partners dan memperkenalkan produser-produser yang mereka bawa ke komunitas industri internasional. Marché du Film menjelaskan bahwa sesi ini menjadi ruang untuk membuka percakapan dan peluang kolaborasi antarproduser selama Cannes berlangsung.

Melalui sesi ini, Florence berkesempatan berada dalam ruang yang sama dengan produser, institusi film, dan pelaku industri dari berbagai negara. Percakapan yang muncul tidak selalu langsung berujung pada kerja sama konkret. Namun, dalam proses pengembangan film, pertemuan seperti ini sering menjadi tahap awal untuk membangun pemahaman: siapa yang sedang mengembangkan apa, wilayah mana yang terbuka untuk kolaborasi, dan jenis proyek seperti apa yang sedang dicari oleh calon partner.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Produser Eksekutif, Produser, dan Line Producer

First Breath After Coma di Booth Indonesia

Selain kegiatan Producers Network, proyek film panjang Studio Antelope, First Breath After Coma, juga ditampilkan di booth Indonesia di Marché du Film. Booth ini menjadi salah satu titik temu bagi pelaku industri yang ingin mengenal proyek-proyek Indonesia yang sedang dikembangkan.

First Breath After Coma adalah proyek film panjang Studio Antelope yang ditulis dan disutradarai oleh Jason Iskandar. Kehadirannya di booth Indonesia memberi kesempatan bagi proyek ini untuk terlihat dalam konteks yang lebih luas, bersama sejumlah proyek Indonesia lainnya yang juga diperkenalkan kepada pengunjung Marché du Film.

Kenapa Booth Indonesia Penting

Dalam market seperti Marché du Film, booth tidak hanya berfungsi sebagai tempat display. Booth juga menjadi titik temu praktis. Orang bisa datang untuk mencari informasi, mengambil materi proyek, bertemu perwakilan Indonesia, atau melanjutkan percakapan setelah meeting.

Bagi produser, keberadaan booth membantu membuat proyek lebih mudah ditemukan. Ketika sebuah proyek dibicarakan dalam meeting, materi yang dipajang di booth bisa menjadi referensi tambahan. Ketika seseorang ingin tahu lebih jauh tentang film Indonesia, booth menjadi pintu masuk yang konkret.

No Comments

Post A Comment