5 Pihak Yang Terlibat Dalam Proses Produksi Iklan

Membuat iklan berbeda dengan membuat film. Perbedaannya tidak hanya terletak pada durasi dan pendekatan teknisnya saja, tetapi juga pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Dalam film, sutradara punya kontrol penuh dalam urusan kreatif, sementara di produksi iklan, tidak sesederhana itu.

Sebelum jatuh ke tangan sutradara, konsep kreatif sudah digodok terlebih dahulu.  Agensi kreatif lah yang berperan besar menerjemahkan kebutuhan sebuah brand ke dalam konsep besar / ide dasar, biasanya dituangkan dalam bentuk presentasi brief. Nah, barulah sutradara terpilih masuk ke sebuah project dan memberi sentuhan sesuai pendekatan yang ia inginkan.

Oke, lalu kira-kira siapa saja sih pihak-pihak yang terlibat dalam produksi iklan (video)? Berikut kami paparkan secara singkat padat dan jelas:

Brand

Brand merupakan inisiator sebuah project. Brand pasti sudah memiliki target pasar yang dituju untuk produk yang akan mereka tampilkan dalam iklan. Nah, untuk menyampaikan itu, brand membutuhkan strategi komunikasi, dan iklan video merupakan salah satu bagian dari itu. Oleh karena itu, brand membutuhkan agensi (agency)  iklan untuk membantu mereka merumuskan strategi iklan yang tepat. Pada umumnya brand akan melakukan pitching agency sebelum menentukan pilihannya.

Agency

Ini dia pihak-pihak yang terlibat dalam proses produksi iklan!

Setelah brand menentukan agency yang terpilih, maka agency mulai merumuskannya secara lebih detail. Personel agency biasanya terdiri dari creative director yang menjadi pemimpin kreatif, art director yang membantu creative director, copywriter yang merumuskan copywriting, dan account executive yang mengelola administrasi sebuah project. Video iklan hanyalah salah satu marketing tools yang harus mereka siapkan. Begitu brief kreatif video iklan selesai, maka agency mulai mencari rekanan production house. Pada umumnya, agency akan melakukan pitching sebelum menentukan pilihannya.

Production House

Nah, di sinilah posisi kami dalam kancah produksi iklan. Production house (PH) merupakan eksekutor sebuah project video iklan. Biasanya, production house memiliki daftar sutradara untuk ditawarkan ke agency & brand (klien). Agency & brand akan berdiskusi untuk memilih sutradara berdasarkan style dan pendekatan yang sutradara itu miliki. Selain menawarkan sutradara, PH jugalah yang mengeksekusi project secara teknis. Secara teknis, cara kerjanya tak jauh berbeda dengan produksi film.

Director

Ya, berikut ini adalah tugas sutradara di set!

Setiap sutradara punya gaya, visi, dan pendekatan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, satu brief kreatif dari agensi bisa diinterpretasikan secara berbeda-beda. Biasanya, production house akan menawarkan sutradara, lengkap dengan showreel dan rekam jejaknya, pada agensi & brand (klien). Tak jarang pula, sutradara harus mengikuti pitching director’s treatment, dimana mereka dituntut membuat presentasi yang memaparkan rencana mereka apabila diberi tanggung jawab untuk menyutradarai project tersebut. Jika seorang sutradara terpilih, maka kini saatnya ia menghubungi freelancers. Sutradara akan bekerja dekat dengan brand (klien), agensi, dan produser dari PH. Mereka dituntut mendengarkan masukan dari pihak-pihak tersebut, baik selama praproduksi, produksi, maupun paskaproduksi.

Freelancers

Di tahap ini, sebetulnya cara kerjanya tak jauh berbeda dengan produksi iklan. Sutradara akan memberikan daftar kru freelancer yang akan ia ajak kerjasama pada produser PH. PH, biasanya melalui manajer produksi (UPM), lalu menghubungi para freelancer tersebut. Nah, sisanya sama seperti produksi film, mereka bekerja untuk mewujudkan visi sutradara.

Seperti itulah, beberapa hal penting yang harus terlibat dalam produksi iklan. Kamu ada pertanyaan lain? Jika ada, tulis di kolom komentar yaaa!

No Comments

Leave a Reply