Cara Distribusi Film Pendek

Proses membuat karya film sering dipelajari dalam tiga tahap; pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Namun, ada satu tahap yang tidak kalah penting dalam alur pembuatan karya film, yaitu distribusi. Menurut Nadya Gayatri, salah seorang distributor film yang tergabung dalam Kolektif Film, proses distribusi merupakan area yang kurang banyak dibahas dibandingkan dengan tahapan lain, padahal hal ini merupakan area yang penting untuk memperpanjang nafas sebuah karya film. Terlebih lagi, pendistribusian film panjang dan film pendek memiliki tantangan masing-masing, sehingga diperlukan adanya siasat khusus untuk menyikapinya atau mencari cara distribusi film pendek yang tepat.

Mendistribusikan film sendiri dapat dimulai dengan langkah yang sederhana: bikin aja dulu. Jika diibaratkan sebagai sebuah produk, sebuah karya film harus siap untuk dikonsumsi sebelum menjalani tahap distribusi. Film yang sudah siap untuk didistribusikan dapat disalurkan melalui submission ke berbagai festival film maupun melalui programmer dalam sebuah microcinema secara langsung. Hal-hal tersebut juga membantu kita untuk membangun jaringan yang akan memudahkan proses pendistribusian film kedepannya.

Karakter Film Pendek

Film pendek memiliki tantangan tersendiri untuk mendapatkan ruang pemutaran. Ada beberapa hal yang membuat film pendek tidak terlalu familiar untuk menjadi pilihan tontonan, seperti:

  1. Durasi: Tentu saja, perbedaan paling mendasar dari film pendek dengan film panjang adalah durasinya. Tidak semua penonton nyaman menonton film dengan durasi pendek. Disebabkan terbiasa menonton film berdurasi panjang di sebuah ruang putar dengan teknologi canggih, ruangan dingin dan kedap suara, kursi empuk, bahkan pesanan makanan bisa diantar.
  2. Promosi: Perlu diperhatikan bahwa promosi adalah salah satu tahapan penting untuk bisa memasarkan film. Promosi film ini bisa memerlukan dana yang besar demi teraihnya pasar penonton yang dituju. Namun, dalam pembuatan film pendek kebanyakan belum memiliki alokasi dana yang cukup untuk kebutuhan promosi. Sehingga, film-film pendek ini hanya diketahui oleh  komunitas film atau para penggemar film pendek saja.
  3. Ruang Pemutaran: Ruang pemutaran yang paling mudah diakses dan paling terkenal adalah bioskop-bioskop komersil yang kebanyakan ada di dalam mall. Namun, bioskop-bioskop tersebut memiliki batas minimal durasi film yang akan diputar. Sehingga, film pendek tidak memiliki peluang untuk bisa memutarkan filmnya di bioskop komersil, kecuali film-film pendek tersebut adalah bentuk kompilasi atau dalam ajang festival film.
  4. Tema Cerita: Mempertimbangkan durasinya yang singkat, maka film pendek memerlukan ciri khas atau kekuatan lain daripada film panjang. Salah satu hal yang paling sering ditemukan adalah tema cerita yang unik. Tema film pendek biasanya akan kuat dalam isu atau konteks yang akan diceritakan.
Baca Juga:  5 Deadline Festival Film Pendek di Februari 2018

Sebelum melompat ke strategi distribusi film pendek, beberapa waktu lalu Studio Antelope berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu distributor film Indonesia. Gayatri Nadia, dari Kolektif Film memberikan beberapa cara distribusi film pendek. Simak penjelasannya melalui video berikut ini:

Cara Distribusi Film Pendek

Berdasarkan beberapa poin tersebut maka perlu ada strategi atau cara yang tepat untuk bisa mendistribusikan film pendek. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Submit ke Festival Film: Salah satu wadah yang paling bisa dijadikan adalan adalah mencoba submit ke beberapa festival film. Selain memastikan secara administratif proses pendaftaran sudah benar, ada hal lain yang perlu diperhatikan. Untuk men-submit film juga harus mengetahui karakter festival film tersebut, apakah film yang akan didaftarkan sesuai atau cocok tema festival. Daftar festival film pendek yang perlu diikuti.
  • Menawarkan ke Bioskop Alternatif: Sudah ada beberapa bioskop alternatif, baik yang memiliki jadwal reguler atau belum. Tapi, biasanya bioskop alternatif dalam membuat program pemutaran cenderung tematik. Maka, siapa tahu jika film yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan penyelanggara tersebut.
  • Platform Online: Perlu diketahui semakin banyak platform online yang bisa jadi alternatif mendistribusikan film pendekmu. Cara distribusi film pendek satu ini perlu dipertimbangkan karena semakin banyak pengguna atau penonton film cenderung lebih mudah mengakses melalui media online.

Yosua Imantaka

Content Writer
Seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi di Universitas Sebelas Maret yang sedang menekuni penulisan kritik film. Kerap ditemukan menangis setelah menonton film coming-of-age.

Latest posts by Yosua Imantaka (see all)

Baca Juga:  Tips Memanfaatkan SEO Untuk Film Pendekmu

Artikel Terkait:

No Comments

Tulis Komentar:

shares