Penggemar Film Dilan? Temukan 4 Fakta Film Dilan Ini!

Film Dilan diadaptasi dari novel populer karya Pidi Baiq. Film ini berhasil meraih kesuksesannya dengan menembus jumlah penonton yang sangat luar biasa. Berlatar belakang Bandung pada tahun 90an mengisahkan tentang kisah asmara dua pelajar SMA. Film ini sangat dinantikan kelanjutannya oleh pembaca-pembaca Pidi Baiq. Cari tahu yuk, 4 fakta filmmaking dari Film Dilan yang fenomenal!

Aktor dan Aktris dengan Chemistry yang Kuat

Pada awalnya, banyak penggemar novel Dilan yang penasaran siapa yang akan memerankan karakter utamanya, Dilan dan Milea. Namun, ternyata mantan personil Cowboy Junior, Iqbaal Ramadhan dan pemenang Gadis Sampul, Vanesha Prescilla yang terlebih sebagai Dilan dan Milea. Setelah terpilihnya Iqbaal sebagai Dilan, banyak orang yang menyayangkan dan meragukan kemampuan Iqbaal dalam memerankan karakter gang motor yang tukang gombal ini. Tapi keraguan itu dipatahkan oleh chemistry yang dibangun oleh Iqbaal dan Vanesha sebagai Dilan dan Milea. Iqbaal dan Vanesha berhasil membuat penonton terbawa perasaan.

Salah satu fakta Film Dilan adalah chemistry kuat antara Iqbaal dan Vanesha

Kemampuan akting Iqbaal sebagai Dilan rasanya cukup berhasil melekat di ingatan penontonnya. Pasalnya, banyak cara berpakaian Dilan, cara berbicara Dilan, dan dialog Dilan yang diikuti oleh para fans atau penontonnya. Pasti ingat dong dengan dialog “Kamu jangan rindu, berat. Biar aku aja”? Kalau dialog ini masih melekat diingatanmu, berarti dialog yang dibawakan Iqbaal tersebut cukuo berhasil, kan? Sifat manja Milea tidak akan berhasil dalam membangun chemistry jika Vanesha tidak mampu mengaplikasikan sifat tersebut dengan sungguh-sungguh. Jadi, sepakat tidak kalau Iqbaal dan Vanesha dalam memerankan Dilan dan Milea punya chemistry yang kuat?

Mise-en-scene dalam film Dilan

Sebelum berbicara lebih jauh, mungkin ada pembaca di sini ada yang belum paham mise-en-scene? Apa itu mise-en-scene dan kenapa penting sih? Setelah membaca dan memahami mise-en-scene, mari kita bahas mise-en-scene dalam film Dilan.

Baca Juga:  Belajar Ringkas Melalui Infografis! #AntelopeInfographic Juni-Juli 2019

Menggunakan latar waktu dan tempat di Bandung tahun 90an, tentu bisa menjadikan tantangan bagi film ini. Tantangan untuk membuat suasana Bandung yang masih asri dan sepi. Untuk memenuhi kebutuhan sinematiknya, para kru film Dilan berupaya dengan sungguh-sungguh dalam mewujudkan Bandung 90an dengan mencari rumah-rumah, sekolah, jalanan dan latar tempat lainnya yang masih memiliki nuansa Bandung 90an. Properti dan wardrobe yang digunakan pun cukup membangun cerita Dilan.

Promosi Jor-joran

Kesuksesan film Dilan ini tidak lepas dari peran production house yang membuat rangkain promosi film ini begitu royal. Promosi film ini tidak tanggung-tanggung, mereka melakukan promosi dengan sangat luar biasa. Dimulai pengumuman casting yang melibatkan banyak artis, hingga puncaknya ketika premiere film Dilan 1991 dilaksanakan di Bandung yang kemudian ditetapkan menjadi Hari Dilan pada tanggal 28 Februari 2019. Pemerintah kota Bandung, yaitu Gubernur Bandung, Ridwan Kamil, yang juga berperan dalam film Dilan sebagai kepala sekolah ini meletakan batu pertama pembangunan Pojok Dilan yang berkonsep sebagai tempat berinteraksi dan juga literasi film. Perancangan Pojok Dilan ini merupakan rangkaian acara dari Hari Dilan, acaranya hanya di Bandung. Penonton pun diberi harga tiket spesial yaitu Rp10.000.

Pidi Baiq Sebagai Penulis Buku dan Sutradara

Pidi Baiq, penulis sekaligus ikut di penyutradaraan filmnya.

Fakta film Dilan lainnya adalah, jika penulis novel Dilan yang namanya juga dikenal lewat band The Panas Dalam, ikut berperan dalam membuat film Dilan. Pidi Baiq sebagai pemiilik interllectual property, tidak serta melepaskan karyanya kepada sutradara, ia juga membantu sutradara dan produser dalam mewujudkan ceritanya ke dalam bentuk visual. Proses kreatif yang dilakukan pun selalu melibatkan Pidi Baiq termasuk dalam pemilihan aktor dan aktris yang akan berperan dalam film Dilan. Seperti Vanesha yang dipilih langsung oleh Pidi Baiq untuk memerankan Milea.

Denita Putri Raharja

Content Creator
Denita adalah lulusan jurusan Film & Sinematografi Telkom University, Bandung. Penggemar desain grafis, film, dan drama Korea. Sehari-hari bertanggung jawab mendesain konten-konten di media sosial Studio Antelope.
Denita Putri Raharja
Baca Juga:  5 Prinsip Dasar Untuk Meningkatkan Kualitas Film Pendekmu

Artikel Terkait:

No Comments

Tulis Komentar:

shares