5 Fakta Tentang Film Pendek yang Perlu Kamu Ketahui

Film pendek merupakan salah satu jenis penuturan dalam karya seni film yang berdurasi kurang dari 40 menit. Menurut Maddie Crum dalam sebuah artikel di Huffpost, film pendek merupakan medium yang menarik karena lebih mengandalkan pengadeganan yang subtil serta sangat terbuka dengan eksperimentasi visual. Sehingga, film pendek dapat diibaratkan sebagai sebuah puisi yang dapat menyampaikan cerita, nuansa, maupun emosi yang sangat kompleks. Berkembangnya film pendek, terutama di Indonesia, menyimpan kisah yang lebih luas mengenai kondisi perfilman dan sepak terjang sineas Indonesia saat ini. Berikut adalah 5 fakta menarik mengenai film pendek di Indonesia yang wajib kamu ketahui!

Film Pendek dapat Menandakan Latar Belakang Pembuatnya

Faktanya kalau kamu nonton fim pendekKamu bisa mengetahui latar belakang pembuat filmnya

Tidak hanya latar belakang waktu, kita juga dapat menerawang kondisi politik, pergeseran budaya, bahkan reaksi pembuat film terhadap kondisi lingkungan terdekatnya. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam film dokumenter maupun film pendek fiksi. Bahkan, penulis buku Introduction to Documentary, Bill Nichols, menyatakan bahwa fiksi paling nyentrik pun memberikan bukti budaya yang menghasilkannya. Walaupun film panjang juga dapat menandakan latar belakangnya sendiri, proses produksi dan pendanaan film pendek yang cenderung lebih sederhana membuatnya menjadi medium yang terjangkau bagi sineas muda untuk menyuarakan kondisi sekitarnya. Film pendek juga bisa menjadi sebuah pernyataan sikap dari pembuatnya pada suatu konteks tertentu.

Film Pendek Indonesia Berhasil Menyita Perhatian Dunia

Apakah kamu memiliki teman yang menganggap bahwa film Indonesia tidak berkualitas? Mungkin kamu harus menunjukkan film-film pendek dari Indonesia pada mereka. Kualitas film Indonesia, termasuk film pendek, sudah sangat diapresiasi di pagelaran festival film internasional. Beberapa diantaranya bahkan memenangkan penghargaan dalam kategori yang bergengsi. Beberapa diantaranya adalah film Kado karya Aditya Ahmad, The Fox Exploit The Tiger’s Might karya Lucky Kuswandi, dan Prenjak karya Wregas Bhanuteja. Film-film tersebut telah memenangkan penghargaan di Venice Film Festival dan Cannes Film Festival.

Baca Juga:  Lika-Liku Syuting: Film Horor!

Kemenangan yang diraih oleh film-film tersebut mendapatkan perhatian dari dunia perfilman internasional sehingga membuka kesempatan baru bagi mereka. Selain tiga film yang telah disebutkan, masih banyak film pendek Indonesia yang mendapatkan apresiasi di festival film Internasional. Sehingga banyak film-film lain yang wajib kamu tonton untuk memperkaya pengetahuanmu tentang film pendek Indonesia. Setelah membaca fakta film pendek ini, jadi semakin bersemangat untuk mengapresiasi film-film Indonesia kan?

Menjadi Wadah untuk Bereksperiman

Beberapa sineas terkemuka Indonesia memulai karirnya dengan film pendek juga, lho. Film pendek memberikan wadah bagi filmmaker muda untuk bereksperimen dengan struktur cerita dan mengembangkan gaya artistik masing-masing. Karena dana dan proses produksi yang diperlukan cenderung lebih sedikit, film pendek menjadi medium yang paling terjangkau untuk mencari gaya penuturan sineas muda. Beberapa sineas Indonesia menggunakan film pendek untuk bereksperimen dengan ciri khas masing-masing. Contohnya adalah Joko Anwar meski sudah sering membuat fil panjang, ia juga mencoba membuat film pendek “Grave Torture”. Kamila Andini memulainya dengan film The Mirror Never Lies namun juga tetap membuat film-film pendek. Di sisi lain, juga banyak sutradara yang memulai karirnya dengan film pendek, kamu tertarik untuk mengikuti jalurnya? Mulailah dengan menulis naskah film!

Mempermudah Komunitas-Komunitas Film untuk Saling Berjejaring

Fakta film pendek itu bisa membuat komunitas berjerjaring lebih mudah
Setelah bereksperimen dengan film pendek, tantangan yang kerap muncul pada sineas-sineas muda adalah mempertemukan penonton dengan film yang telah diproduksi. Dengan adanya tantangan tersebut, komunitas-komunitas film, terutama komunitas kampus, muncul sebagai perantara bagi filmmaker dengan penontonnya. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan mengadakan festival film khusus untuk komunitas dan mahasiswa film. Fakta film pendek yang satu ini dibuktikan dengan banyaknya festival film khusus film pendek.

Baca Juga:  5 Ruang Pemutaran Film Alternatif Yang mungkin Belum Kamu Ketahui

Selain sebagai perantara film dengan penontonnya, festival film juga berfungsi sebagai tempat berkumpulnya komunitas-komunitas film untuk saling berjejaring dan membuka kesempatan yang lebih besar lagi bagi dunia perfilman Indonesia di kemudian hari. Beberapa festival film kampus yang telah berjalan selama beberapa tahun diantaranya, UI Film Festival di Universitas Indonesia, Malang Film Festival di Universitas Muhammadiyah Malang, Pesta Film Solo di Universitas Sebelas Maret, Ganesha Film Festival di Institut Teknologi Bandung, dan masih banyak lagi.

Indonesia juga Punya Festival Film Bertaraf Internasional untuk Film Pendek!

Selain festival film berbasis kampus, festival film bergengsi lainnya juga memberikan wadah bagi film pendek untuk mempertemukan penontonnya. Festival film nasional juga memiliki peran yang hampir sama dengan festival film kampus, yaitu untuk mempertemukan sineas-sineas Indonesia dalam sebuah perayaan akan film. Hanya saja, festival film tersebut memiliki skala yang lebih besar karena beberapa diantaranya menampung film-film panjang pula.

Beberapa festival film bergengsi yang telah menjadi tolak ukur bagi karya-karya film berkualitas diantaranya adalah Jogja-NETPAC Film Festival dan Festival Film Dokumenter. Bagi kalian yang berhasil menayangkan film pendek pada festival film tersebut, kesempatan untuk berkenalan dengan sineas senior menjadi semakin lebar karena film kalian dapat ditonton dan diapresiasi dengan penonton yang lebih beragam. Bukan hanya itu, film pendek kamu juga bisa ditonton oleh filmmaker luar negeri juga dong!

Namun, bagi kalian yang tidak sempat pergi ke festival film, ada beberapa cara untuk menonton film-film pendek Indonesia, nih. Beberapa diantaranya adalah dengan mengunjungi acara pemutaran alternatif yang ada di sekitarmu, atau dengan mengunjungi situs streaming yang menayangkan film pendek secara khusus seperti Viddsee.

Yosua Imantaka

Content Writer
Seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi di Universitas Sebelas Maret yang sedang menekuni penulisan kritik film. Kerap ditemukan menangis setelah menonton film coming-of-age.

Latest posts by Yosua Imantaka (see all)

Baca Juga:  6 Sutradara Indonesia Yang Memulai Karir Lewat Film Pendek

Artikel Terkait:

No Comments

Tulis Komentar:

shares