5 Film Untuk Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia

Proses dalam meraih kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan tokoh-tokoh pahlawan kemerdekaan kita. Kisah-kisah inspiratif mereka tidak jarang diabadikan dalam bentuk film biopik yang dapat meningkatkan semangat nasionalisme bagi penonton Indonesia. Berikut adalah 5 film pahlawan kemerdekaan Indonesia yang bisa jadi pilihan tontonanmu untuk merayakan hari kemerdekaan tahun ini!

Soekarno

Soekarno film garapan Hanung Bramantyo film tentang pahlawan kemerdekaan
Ir. Soekarno merupakan seorang tokoh yang sangat berjasa dalam membawa Indonesia pada kemerdekaan di tahun 1945. Kisah inspiratifnya diangkat dalam sebuah film biopik dengan judul yang sama dengan nama beliau. Film ini berkisar pada kehidupan presiden pertama kita dari masa kecil hingga momen proklamasi kemerdekaan Indonesia. Film Soekarno disutradarai oleh Hanung Bramantyo di bawah rumah produksi MVP Pictures. Film keluaran tahun 2013 ini diperankan oleh aktor-aktor ternama Indonesia seperti Ario Bayu, Lukman Sardi, Mathias Muchus, dan lain-lain.

Jenderal Soedirman

Adipati Dolken berperan di film Jenderal Soedirman
Jenderal Soedirman adalah sebuah judul film biopik yang menceritakan seorang tokoh pahlawan dalam memimpin perang gerilya untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Perjuangan Jenderal Soedirman yang dihantui oleh penyakit paru-parunya tergambarkan dengan epik dalam film yang disutradarai oleh Viva Westi pada tahun 2015. Selain memperlihatkan tokoh Jenderal Soedirman, film ini juga menampilkan tokoh-tokoh lain seperti Tan Malaka, Soekarno, Mohammad Hatta, Tjokropranolo, dan lain-lain yang diperankan oleh aktor-aktor ternama.

Wage

Wage, film ini bisa jadi rekomendasi film di hari kemerdekaan
Proses penciptaan lagu nasional Indonesia Raya menyimpan kisah yang sangat inspiratif. Pencipta lagu tersebut, Wage Rudolf Supratman, telah melalui perjuangan yang panjang sebelum memperdengarkan lagu tersebut untuk pertama kalinya pada Sumpah Pemuda tahun 1928. Oleh karenanya, kisah hidup W.R. Supratman diangkat menjadi sebuah film biopik yang disutradarai oleh John De Rantau dengan judul Wage.

Baca Juga:  Perbedaan Sequel, Prequel, Remake, Reboot, dan Spinoff

John De Rantau menyatakan bahwa film Wage mengandalkan gaya film noir untuk menggambarkan kehidupan tokoh penggubah lagu Indonesia Raya tersebut. Film Noir sendiri merupakan gaya film khas Hollywood pada era 1940-an hingga 1950-an yang memperlihatkan sisi kelam kemanusiaan. Dengan menggunakan gaya film ini, John De Rantau bermaksud untuk mengeksplorasi sisi kemanusiaan W.R. Supratman.

Sang Kiai

Film Sang Kiai
Ketika Jepang melakukan ekspansi di Indonesia pada tahun 1942, beberapa pimpinan pesantren di Jawa Timur ditangkap karena melakukan perlawanan. Hal ini menyebabkan kericuhan yang memuncak setelah KH Hasyim Asyari selaku tokoh besar keagamaan turut ditangkap karena menolak untuk melakukan Sekerei (sikap hormat pada matahari yang dipaksakan oleh Jepang).

Film karya sutradara Rako Prijanto ini dibintangi oleh Ikranagara, Christine Hakim, Agus Kuncoro, dan Adipati Dolken. Dengan eksekusi yang matang, film ini berhasil mendapatkan beberapa penghargaan dalam Festival Film Indonesia tahun 2013, diantaranya dan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Tata Suara Terbaik, dan Pemeran Pendukung Terbaik untuk Adipati Dolken.

Soegija

Film Soegija karya Garin Nugroho
Seorang sutradara senior Indonesia, Garin Nugroho, turut meramaikan perfilman Indonesia dengan sebuah film biopik yang mengisahkan perjuangan seorang uskup pribumi pertama di Hindia Belanda bernama Monsinyur Albertus Soegijapranata. Film Soegija berlatar belakang di tahun 1940 hingga 1949 dimana terjadi gejolak dalam meraih serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Jepang dan Belanda. Peran Soegija yang tergambarkan dalam film ini membuktikan bahwa beliau memiliki dampak yang kuat dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa sembari mengemban tugas gerejawi bagi lingkungan sekitarnya.

Apakah kamu sedang mencari rekomendasi film lainnya? Kami pernah membuat rekomendasi untuk merayakan Imlek juga dong!

Yosua Imantaka

Content Writer
Seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi di Universitas Sebelas Maret yang sedang menekuni penulisan kritik film. Kerap ditemukan menangis setelah menonton film coming-of-age.

Latest posts by Yosua Imantaka (see all)

Baca Juga:  5 Alasan Menonton Film Ziarah di Bioskop

Artikel Terkait:

No Comments

Tulis Komentar:

shares