12 Nov Mengenal Tugas dan Fungsi Asisten Sutradara Film
Dalam produksi sebuah film, sutradara tidak bekerja sendiri. Selain berkolaborasi dengan departemen lain, seorang sutradara memiliki asisten sutradara yang akan membantu dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kemampuan komunikasi dan manajemen yang utama dimiliki oleh seorang asisten sutradara. Dalam susunan hierarki SOP, terdapat beberapa jenis asisten sutradara, yaitu asisten sutradara yang mengatur waktu atau penjadwalan, asisten sutradara yang mengatur kontinuiti adegan, dan asisten sutradara yang mengatur berbagai aspek teknis lainnya.
Membaca, Menganalisis, Mem-breakdown Skenario
Saat skenario sudah terbit, asisten sutradara harus membaca skenario, menganalisis detil-detilnya, dan membuat master breakdown, yang merupakan ringkasan dari skenario tersebut. Master breakdown ini berisi informasi tentang nomor scene, lokasi, aktor, properti, kostum, dan keterangan lainnya yang dibutuhkan selama proses produksi. Hal-hal di sini sangat penting untuk menuju ke tahap selanjutnya. Biasanya ada tambahan hal dari sutradara yang tidak tercantum dalam skenario dan perlu dicatat dalam master breakdown.
Hunting Lokasi dan Recce
Hunting lokasi adalah pencarian lokasi yang tepat untuk kebutuhan adegan film. Tim produksi (unit lokasi) harus mencari lokasi yang sesuai dengan keinginan sutradara dan menawarkan sejumlah opsi. Recce adalah tahap mengunjungi lokasi hasil hunting yang telah ditetapkan sebagai lokasi syuting. Recce adalah tahap berikutnya setelah hunting lokasi dan memastikan bahwa lokasi tersebut memenuhi kriteria yang dibutuhkan.
Pada tahap recce, asisten sutradara juga wajib hadir untuk mendampingi sutradara dalam menetapkan titik pengambilan gambar, serta memastikan semua kebutuhan seperti properti, set, pemain figuran, dan kostum tersedia. Salah satu peran penting asisten sutradara di sini adalah menentukan jadwal syuting.
Merencanakan Syuting
Sebelum membuat jadwal syuting, asisten sutradara terlebih dahulu merencanakan syuting berdasarkan informasi dan data yang diperoleh tentang jadwal pemain, set, peralatan, serta pecahan shot yang telah dibuat oleh sutradara. Asisten sutradara bertanggung jawab untuk mengatur jalannya proses pembuatan film. Setelah data-data ini diperoleh dan dikonfirmasi, barulah asisten sutradara membuat kalender syuting yang berisi informasi global tentang jadwal syuting. Selanjutnya, asisten sutradara membuat jadwal syuting harian yang lebih rinci.
Membuat Jadwal Syuting
Setelah membaca, menganalisis, menulis rincian yang diperlukan, dan merencanakan syuting, asisten sutradara membuat jadwal shooting atau biasa disebut call sheet dari master breakdown yang telah dibuat sebelumnya. Call sheet adalah istilah untuk jadwal syuting harian yang digunakan agar para pemain dan kru film mengetahui kapan dan di mana mereka harus berkumpul untuk pengambilan gambar. Kemampuan asisten sutradara yang dibutuhkan di sini adalah membuat estimasi yang tepat untuk setiap jadwal.
Mengkoordinasikan Semua Lini
Dengan banyaknya departemen dalam produksi film, peran koordinasi antardepartemen menjadi tugas dan tanggung jawab asisten sutradara. Hanya asisten sutradara yang berhak mengkoordinasikan antarlini dalam produksi film. Semua harus melalui asisten sutradara. Bila ada komando lain, proses produksi bisa berantakan.
Sebagai Penyambung Lidah Sutradara
Asisten sutradara merupakan penyambung lidah sutradara ke berbagai departemen. Semua kru akan bertanya kepada asisten sutradara tentang kebutuhan dan keinginan sutradara. Seorang asisten sutradara harus menjadi komunikator yang baik, mampu menerjemahkan keinginan-keinginan sutradara, dan berdiskusi dengan sutradara hingga benar-benar mengerti maksudnya.
Mengontrol dan Mengatur Jadwal Pemain
Asisten sutradara mengontrol dan mengatur pemain sesuai dengan jadwal syuting harian atau call sheet yang sudah dibuat sebelumnya. Asisten sutradara harus memastikan pemain tiba di lokasi tepat waktu, melakukan make-up sesuai jadwal, dan dipanggil ke set sesuai kebutuhan.
Mengatur Pemain Figuran
Asisten sutradara juga bertanggung jawab untuk mengatur figuran. Tugas ini meliputi memberi karakter, mengatur laku, tempo gerakan, dan membentuk kelompok figuran. Kreativitas asisten sutradara dibutuhkan untuk memberikan nyawa pada figuran dan mendukung adegan utama.



No Comments