4 Tips Syuting Ramah Lingkungan

Sudah sering dengar ajakan untuk lebih ramah lingkungan? Mungkin sekarang ini kalian sendiri sudah menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam keseharian kalian, misalnya memilah sampah, memakai tumbler, menggunakan transportasi umum. Namun pernahkah mencoba menerapkannya saat kalian shooting di mana ada banyak orang terlibat? Tenang saja! Kami punya empat tips buat kalian para kru darling (sadar lingkungan) untuk bisa syuting ramah lingkungan!

Studio Antelope juga sudah mulai mengaplikasikan syuting ramah lingkungan lho! Lihat deh video ini, kami sudah menggunakan tumbler dan makan pakai catering dong!

Tips Syuting Ramah Lingkungan

Syuting Ramah Lingungkan (Siap Darling)

Membuang Sampah Pada Tempatnya

Ini sih tidak perlu diingatkan lagi, yakin deh ini sudah jadi kebiasaan kalian setiap hari, ‘kan? (semoga ya!) Coba bayangin kalau tempat di mana kita lagi syuting banyak bekas makanan berserakan, bungkus-bungkus snack, plastik-plastik bekas minuman, dan kertas-kertas jadwal syuting hari kemarin bergeletakan di mana-mana. Aduh, pasti tidak nyaman dan jorok.

Maka dari itu kebiasaan membuang sampah pada tempatnya harus ditanamkan pada diri semua kru. Taruhlah tempat sampah di banyak titik. Misal, sekitar set, tempat duduk klien, basecamp PU, dekat meja makan, dekat meja sutradara, ruangan talent, ruangan make up dan wardrobe. Intinya adalah taruh di tempat-tempat yang ramai, sehingga orang-orang mudah menjangkau tempat sampah. Kru dan talent jadi tidak mager membuang sampah di tempatnya setiap saat. Lingkungan jadi bersih, asri, dan nyaman. Shooting jadi ringan! Kami juga pernah membuat artikel 8 aturan tak tertulis di lokasi syuting film yang harus kamu perhatikan.

Mengurangi Kemasan Sekali Pakai

Nah, ini sudah sempat tersebut di poin di atas. Kalau kita pikirkan lagi, kita banyak banget lho mengkonsumsi dalam kemasan-kemasan sekali pakai, seperti gelas plastik, karton dan plastik kotak makanan, belum lagi styrofoam yang pastinya sangat sulit terurai secara alami. Kaleng butuh waktu 100 tahun untuk terurai di alam, plastik 450 tahun, botol kaca 1 juta tahun, dan yang paling jahat dari semua adalah styrofoam, tidak bisa terurai sama sekali!

Baca Juga:  5 Perbedaan Akting Panggung dan Film

Kita bisa mengubah kebiasaan kita. Langkah paling mudah adalah bawa tumbler ke mana pun kita pergi termasuk saat shooting. Begitu habis tinggal isi ulang di galon dan begitu seterusnya, tidak perlu membeli lagi air mineral botolan plastik itu. Selain itu kita juga bisa beralih dari makanan kotak ke catering yang menyediakan prasmanan dan menghidangkan makanan di piring dan sendok stainless steel. Dengan begitu setelah selesai dicuci bisa dipakai berulang kali. Jangan lupa sedia sabut dan sabun cuci piring saat syuting!

Mengurangi Penggunaan Kertas

Kertas dibuat dari batang pohon. Sedangkan kita tahu bahwa fungsi pohon sebagai penghasil oksigen dan salah satu penyerap karbon massa terbesar. Belum lagi banyak area hutan hujan yang dibuka untuk menjadi lahan penanaman pohon kayu penghasil kertas. Sayang sekali bukan? Bagaimana dong cara kita untuk menanggulangi hal tersebut?

Ga bisa dipungkiri sih, kalau kita tetap masih perlu punya hard copy dokumen-dokumen yang kita butuhkan saat shooting, misalnya call sheet, storyboard, breakdown sheet. Namun ada caranya untuk meminimalisasi penggunaan kertas. Kita bisa menggunakan kertas bekas yang masih kosong belakangnya untuk mencetak dokumen baru atau istilahnya reuse. Selain itu kita juga bisa menghitung berapa kru yang membutuhkan masing-masing dokumen tersebut, seperlunya saja tidak perlu cetak berlebihan dan pastinya selalu sedia digital copy di grup shooting.

Ajak Seluruh Kru dan Talent

Syuting Ramah Lingkungan Ajak Seluruh Crew dan Talent Tips terakhir dan tidak kalah penting adalah ajak seluruh kru dan talent karena usaha untuk menjadikan shooting ramah lingkungan harus dilakukan bersama-sama. Tularkan kebiasaan baikmu ke orang lain! Sama seperti pembuatan film yang membutuhkan kolaborasi dari tim, menjadi ramah lingkungan pun juga begitu, usaha kolektif! Jadi yuk, jadikan shooting-mu berikutnya ramah lingkungan dengan mempraktikkan empat tips mudah ini!

Wyona Pramono

Producer
Mulai menggiati perfilman di Liga Film Mahasiswa (LFM) ITB walaupun jurusan kuliahnya sangat jauh dari itu: Biologi. Setelah lulus dari ITB, Wyona bergabung dengan Studio Antelope sebagai produser.
Wyona Pramono

Latest posts by Wyona Pramono (see all)

Baca Juga:  6 Tips Mencari Lokasi Syuting Yang Tepat Untuk Filmmu

Artikel Terkait:

No Comments

Tulis Komentar:

shares