Elegi Melodi

Original Film | 29 minutes | Color | 2.35:1 | Bahasa Indonesia with English Subtitle

 

Elegi Melodi adalah film pendek yang bercerita tentang Melodi, seorang perempuan tua yang periang dan bersemangat, yang setelah divonis kanker ingin mewujudkan cita-citanya sejak muda dulu: menjadi penyanyi, dan membuat video klip dengan harapan bisa diputar di malam pemakamannya. Ia pun bekerjasama dengan Rio, putranya yang kikuk dan berprofesi sebagai gamer, dan Akmal, seorang kamerawan televisi yang memiliki visi yang aneh.

 

Cerita film ini berawal dari sebuah kejadian menarik. Suatu hari, teman kami yang berprofesi sebagai make-up artist menerima pekerjaan dari seorang perempuan tua. Perempuan itu minta dirias secantik mungkin lantaran ingin merekam video klip di sebuah studio. Perempuan itu bukanlah seorang penyanyi, melainkan ibu rumah tangga yang telah lama berambisi menjadi penyanyi. Di era digital yang serba praktis ini, keinginan semacam ini mudah untuk diwujudkan.

 

Kemudian kami berkaca kembali tentang apa itu sebuah keinginan. Terkadang, manusia punya keinginan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Di titik-titik tertentu, ketika sakit keras misalnya, pemenuhan kebutuhan akan tubuh yang sehat mulai terasa mustahil. Dan di titik dimana memenuhi kebutuhan sudah tidak lagi bisa dipenuhi, di titik ini pula manusia mulai mengingat kembali keinginan-keinginan yang mungkin telah terkubur lama. Film ini adalah perayaan keinginan-keinginan sederhana tersebut.

 

 

Elegi Melodi (Melodi’s Elegy) is a short film that follows Melodi, a cheerful old lady who, after being diagnosed of cancer, wants to realize her youthful dreams: to be a singer, and to make a music video to be screened on her funeral night. She teams up with Rio, his clumsy son, and Akmal, a television cameraman who has a strange vision.

 

The story of this movie starts from an interesting incident. One day, our friend who works as a make-up artist was hired by an old woman. She asked to make her as beautifully as possible because she wanted to record a music video in a studio. The woman is not a singer, but a housewife who was very ambitious to be a singer. In this highly practical digital era, this kind of desire is easy to be manifested.

 

Then we reflect back on what it is a desire. Sometimes, humans have an unexplainable desire. At certain points, when severely ill, for example, the fulfillment of the need for a healthy body begins to seem impossible. And at the point where the fulfillment needs are no longer able to be met, at this point also humans begin to recall the wishes that may have been buried long ago. The film is a celebration of these simple desire.

Year

2018

 

Writer & Director

Jason Iskandar

 

Producer

Florence Giovani

 

Cast

Dayu Wijanto

Alfian Phang

Yoga Mohamad

Melissa Karim

 

Line Producer

Livia Agatha

 

Director of Photography

Leontius Tito Manggala Putra

 

Production Designer

Florence Giovani

 

Art Director

Joshua Dwi

 

Costume Designer

Elvira Sundari

 

Makeup Artist

Christy Pramarsita

 

Sound Designer

Martin Handi

 

Music Composer

Dira Nararyya

Comments