4 Cara DIY Membuat Efek Artistik Lewat Lighting

Dalam menikmati sebuah karya film, terkadang kita mengagumi pencahayaan yang begitu estetik. Tentunya, kita bertanya-tanya bagaimana cara membuat tata cahaya yang menarik? Apakah bisa membuat efek artistik lewat lighting?

Sebelumnya Studio Antelope juga pernah membahas teknik lighting untuk syuting film yang biasa digunakan. Lewat artikel ini, saya akan memberikan tips tentang lighting. Saya memberikan tips bukan dari sudut pandang ahli tata cahaya/ lighting, tetapi dari beberapa pengalaman saya ketika bekerja menjadi penata artistik setting & property di Teater Universitas dan pengalaman syuting di beberapa proyek komersial.

Berikut empat tips membuat efek artistik lewat lighting yang bisa dilakukan untuk mempercantik tampilan gambar di film atau video kamu.

1. Membuat efek Geometric Light Stream

Efek cahaya geometric light stream dapat mempercantik tampilan setting dengan tambahan aksen geometris yang menerangi objek. Aksen tersebut bisa memunculkan kesan misterius atau kesan artsy yang mampu menonjolkan karakteristik atau kontur objek. Sebagai contoh, efek geometric light stream yang dihasilkan dari jendela adalah seperti gambar di bawah ini.

Efek Geometri pada Light Stream

Jika kita ingin mengkreasikan efek artistik lewat lighting ini, kita bisa menggunakan benda-benda bekas lainnya seperti kerangka kipas angin, kerangka teralis, kerangka besi tempa, atau kita dapat membuat sendiri benda penghasil efek tersebut menggunakan karton duplex. Karton duplex memiliki tekstur yang mudah untuk diukir menggunakan cutter dan material ini cukup fleksibel. Caranya cukup sederhana:

  • Tempatkan benda penghasil efek
  • Tembakkan cahaya dengan lampu PAR, scoop, atau fresnel sesuai kebutuhan
  • Atur posisi jatuhnya efek cahaya tersebut
  • Pertajam dengan fill light di arah yang berlawanan. Posisi fill light tidak boleh berdekatan. Jika berdekatan, fill light akan sepenuhnya menutupi efek cahaya yang sudah dibuat.
Baca Juga:  Susunan Credit Film Yang Biasa Digunakan

2. Membuat Efek Light Trail

Pengalaman ini saya dapat ketika syuting produk otomotif, khususnya mobil sport pabrikan Jepang. Ketika itu, saya memberanikan diri mendatangi gaffer dan dimmer man saat mereka mengatur pencahayaan. Mereka membuat sendiri efek light trail dengan benda-benda sederhana. Saya bisa membagikan hasil efek light trail yang bisa dilihat pada gambar di bawah.

Teknik Lighting untuk Syuting Salah Satunya adalah Efek Light TrailSumber gambar: YouTube channel Hondaisme, (2017) TVC Honda Civic Hatchback Turbo

Cara mengkreasikannya cukup mudah dan seru untuk diikuti.

  • Sediakan satu set lampu kino dan stick lamp berbasis lampu neon putih atau kuning.
  • Tempatkan lampu kino di atas objek dan atur sudut kemiringannya sesuai kebutuhan.
  • Atur kamera untuk merekam dengan fitur stop-motion. (Stop motion juga dapat direkam dengan teknik pemotretan).
  • Gerakkan lamp stick melewati bagian atas objek secara berulang-ulang, dan lakukan lagi ke arah sebaliknya.
  • Pastikan pergerakan lampu tersebut terekam dalam stop-motion.
  • Gabungkan materi-materi stop motion tersebut pada saat proses editing.

 

3. Membuat Efek Lantern Ambience

Ketika saya masih menjadi anggota teater kampus, saya banyak berbincang dengan tim lighting. Saya melihat teman-teman dari tim lighting membuat instalasi lampu dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti: karton duplex, cat tembok warna hitam, plastik mika, lampu bohlam kuning biasa, dan cat besi atau cat kayu.

Caranya membuatnya mudah dan sangat menyenangkan. Ikuti langkah-langkah berikut ini, ya.

  • Buat dasar persegi empat dengan karton duplex.
  • Setelah itu, cat karton duplex dengan cat tembok berwarna hitam. Tujuan pengecatan ini untuk menyamarkan dasar lampion dari lantai atau panggung.
  • Setelah cat pada karton duplex sudah sepenuhnya kering, buat lubang pada bagian tengah karton duplex.
  • Pasangkan fitting lampu dan kabel yang nanti akan dihubungkan dengan kabel dari panel lighting utama.
  • Pasang bohlam berwarna kuning atau putih.
  • Pasang plastik mika melingkari karton duplex dan lampu. Rekatkan dengan lem atau ikat dengan menggunakan cable ties.
  • Nyalakan lampunya dan tes hasil ambience tersebut di dalam frame.
    Catatan: warna plastik mika dapat dikombinasikan dengan menumpuk dua buah plastik mika sekaligus, atau dicat dengan cat kayu/besi dengan motif-motif tertentu.
Baca Juga:  5 Sinematografer Muda Indonesia Yang Perlu Kamu Amati

Nah, gambar di bawah ini akan membantu kamu untuk membuat lampion.

 

Teknik Lighting Bisa Membuat Efek Lantern Ambience

  1. Dasar lampion (karton duplex)
  2. Plastik mika
  3. Bohlam & fitting bohlam
  4. Kabel

Jumlah lampion dapat disesuaikan dengan kebutuhan ambience effect di lokasi syuting. Kamu bisa membuat sebanyak yang kamu mau.

Teknik Lighting dalam Syuting

4. Membuat Efek Shadow Play

Pengalaman ini saya dapat ketika shooting video komunikasi korporat untuk sebuah Badan Usaha Milik Negara. Pada saat pre-production meeting dengan kru syuting, art department dan gaffer bekerjasama membuat efek shadow play yang cara kerjanya sama seperti pertunjukan wayang kulit. Saya melihat bahan-bahan yang disiapkan sangat sederhana dan mudah didapat. Dan yang mengherankan saya, karton duplex menjadi bahan favorit!

Material yang harus dipersiapkan adalah: karton duplex, kain putih berukuran minimal 4×6 meter, lampu fresnel, bambu pipih sepanjang 1 meter hingga 1,5 meter, kawat pengikat, dan tiang penyangga kain.

Untuk mengetahui cara pembuatannya, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Potong dan ukir karton duplex dengan menggunakan cutter dengan bentuk yang diinginkan.
  • Jepit dan ikat karton duplex yang sudah diukir dengan dua buah bambu pipih.
  • Pasang kain putih sebagai layar setting. (Dalam kasus ini, layar dibuat sebagai latar belakang setting).
  • Pasang lampu fresnel sebagai sumber cahaya utama di balik layar.
  • Tembakkan cahaya ke arah layar.
  • Gerakkan ukiran tersebut di belakang layar dan pastikan ukiran yang sedang dimainkan tertembak oleh cahaya lampu fresnel (berada di depan lampu fresnel).

Supaya mudah membuatnya, kita dapat meninjau ilustrasi di bawah ini.

Efek Shadow Play

  1. Lampu Fresnel
  2. Salah satu dari art department yang standby untuk memainkan objek
  3. Objek/ karton duplex yang sudah diukir
  4. Layar/ kain putih 6×4 meter
  5. Gagang bambu yang menyangga objek
  6. Objek utama dalam set
  7. Kamera
Baca Juga:  Tips Menentukan Shutter Speed Dalam Videografi

Nah, ini semua adalah pengalaman saya dalam beberapa project. Semoga, apa yang saya bagikan ini dapat berguna untuk menambah ilmu dalam membuat efek artistik lewat lighting, ya 🙂

Selamat mencoba!

Norman Mahardhika

Creative Writer
Seorang penulis yang juga menggemari seni rupa. Lahir di Yogyakarta, 17 Agustus 1991 dan lulus dari jurusan Sastra Indonesia, UI tahun 2014. Mengawali karir di agensi periklanan, kemudian pernah bekerja di sebuah OTT multinasional, dan saat ini berfokus pada penulisan kreatif berbasis produksi film & video di Studio Antelope.
Norman Mahardhika
No Comments

Tulis Komentar:

× How can I help you?