fbpx

Apa Itu Storyboard dan Bagaimana Menggunakannya

Nah, ini dia nih pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke kami. Jadi, storyboard itu penting gak sih? Sebelum lebih jauh menjawab pertanyaan tersebut, yuk kita bahas dulu apa itu storyboard dan kenapa sering digunakan.

Apa Itu Storyboard?

Storyboard adalah papan cerita, bentuknya menyerupai komik, dimana ada gambar-gambar berurutan yang merangkai cerita, fungsinya untuk memvisualisasikan naskah / cerita. Selain memvisualisasikan cerita, storyboard juga berguna untuk memastikan sebuah film bisa diedit dan tidak kekurangan gambar.

Biar kalian punya bayangan tentang bentuk dan fungsi storyboard. Kamu bisa melihat contoh storyboard yang kami gunakan waktu bikin iklan CloseUp Totally Closer:

Apa itu storyboard? Yuk simak di contoh berikut ini!Apa itu storyboard? Yuk simak di contoh berikut ini!Apa itu storyboard? Yuk simak di contoh berikut ini!

Nah, sekarang kamu bandingkan dengan video akhirnya:

 

Seperti yang bisa kamu lihat, urutan storyboard dan hasil videonya tidak sepenuhnya sama. Nah, ini dia point yang pertama. Storyboard digunakan oleh sutradara sebagai acuan. Acuan ini tidak hanya membantunya berkoordinasi di lokasi syuting, tetapi juga membantu para kru lain membayangkan visi sang sutradara. Di lapangan, tentu sutradara akan menemukan dengan realita lapangan, yang akan mengubah satu ata dua hal dari storyboard.

Untuk memahami lebih dalam tentang apa itu storyboard dan bagaimana menggunakannya, kamu bisa melihat di video #SiasatSinema yang khusus kami buat untuk membahas tentang ini:

 

Kapan Menggunakan Storyboard?

Storyboard tidak harus digunakan oleh sutradara. Banyak sekali sutradara yang tidak menggunakan storyboard, misalnya Christopher Nolan. Nolan hanya menggunakan storyboard di adegan-adegan penting dan kolosal yang melibatkan banyak orang.

Akan tetapi adapula sutradara yang sangat mengandalkan storyboard dalam bekerja, salah satunya Coen Brothers yang mengaku semua karyanya selalu dibuat berdasarkan storyboard yang telah mereka siapkan lebih dulu.

Nah, melihat dua contoh di atas, storyboard memanglah bukanlah sebuah keharusan, melainkan sebuah pilihan. Dan pilihan tersebut sangat bergantung pada karakteristik sutradara. Ada sutradara yang lebih nyaman bekerja dengan  storyboard, adapula yang lebih nyaman tidak menggunakannya.

Menggunakan storyboard tentu akan memudahkan seorang sutradara dan memastikan keamanan sebuah project. Akan tetapi kelemahannya adalah tingkat eksplorasi cenderung rendah, karena hanya bekerja sesuai acuan saja. Sebaliknya tanpa storyboard, seorang sutradara dapat mengeksplorasi adegan dengan lebih berani dan beresiko.

Pembahasan di atas secara khusus membahas industri film, dalam dunia periklanan, kondisinya sedikit berbeda. Storyboard dalam dunia iklan adalah suatu kewajiban. Kenapa? Karena pihak pembuat keputusan bukanlah dari sutradara semata, melainkan ada banyak seperti: agensi iklan, manajer brand, general manajer, dst. Oleh karena itu, storyboard sudah lebih dulu dinilai, dibahas, dan disetujui oleh pihak-pihak tersebut.

Bagaimana Cara Membuat Storyboard?

Storyboard biasanya dibuat oleh storyboard artist, sebuah profesi yang memiliki ketrampilan untuk menuangkan visi sutradara dalam bentuk visual (ilustrasi). Biasanya sutradara akan membuat shot list alias daftar bidikan sesuai dengan kebutuhan visinya. Setelah itu, sutradara akan berkonsultasi dengan storyboard artist sebelum dituangkan menjadi papan cerita.

Jadi, apabila kamu mau menjadi storyboard artist, maka kamu dituntut untuk mempunyai ketrampilan ilustrasi yang baik. Aplikasi yang biasa digunakan untuk membuat storyboard adalah Adobe Illustrator atau aplikasi ilustrasi lainnya. Jadi, pastikan kamu juga bisa mengoperasikan aplikasi-aplikasi tersebut ya!

Ada Alternatif Lain Storyboard?

Jika kamu tak ada waktu atau tidak tertarik membuat storyboard, maka ada dua alternatif lain. Pertama, membuat floor plan, semacam denah yang menggambarkan posisi kamera dan aktor kamu dalam tampak atas. Bentuknya kurang lebih hampir sama dengan floor plan arsitek.

Ini dia contoh floor plan dalam film!

Alternatif kedua adalah membuat photoboard, alias papan foto. Bentuknya kurang lebih sama dengan storyboard, namun bentuknya bukan ilustrasi melainkan foto. Jadi, ketika kamu berangkat recce sebelum syuting, kamu bisa sekalian memotret sesuai angle-angle dalam visimu dan menysunya menyerupai storyboard.

Ini dia contoh photoboard dalam film!

Begitulah pembahasan kami mengenai storyboard. Apabila kamu punya pertanyaan atau komentar, silakan langsung tuliskan di kolom komentar yaaa!

Comments