7 Tahap Pra Produksi Film yang Perlu Kamu Persiapkan

Mungkin sudah banyak yang mengetahui tahapan membuat film terdiri dari: pre-production, production, dan post production. Namun, ternyata dalam tiap tahapan tersebut ada banyak elemen yang perlu dipersiapkan. Lakukanlah persiapan yang sangat matang sebelum syuting dilaksanakan, karena persiapan yang matang akan membuat lebih tenang. Segala persiapan tentunya dilakukan di tahap pra produksi film.

Apa sajakah hal yang perlu dipersiapkan dalam tahap pra produksi film? Persiapan pra produksi ini tidak hanya dilakukan oleh sutradara saja lho, tim produksi (produser, line producer, dan kru produksi lainnya), juga berperan banyak dalam tahap pra produksi ini.

Finalisasi Naskah

Tentunya, pembuatan naskah sudah dilakukan jauh sebelum pra produksi dilakukan atau sering disebut dengan tahap pengembangan naskah. Finalisasi naskah di sini saat tahapan atau status naskah sudah memasuki Final Draft. Setelah naskah sudah final, naskah akan di breakdown kebutuhan film, dari segi tim produksi maupun tim kreatif. Hasil breakdown ini tentu juga akan berpengaruh pada hal yang juga krusial, yaitu budget. Biasanya, pembuatan naskah ini sudah terbayang talent yang akan kamu ajak untuk menjadi aktor dalam film kamu.

Storyboard dan Shot List

Apa itu storyboard? Storyboard dan/atau shot list akan memudahkan dalam memvisualisasikan cerita yang akan dibangun. Sutradara juga akan lebih mudah dalam berkomunikasi dengan penata kamera. Melalui storyboard atau shot list, bisa mengurangi misinterpretasi secara visual antara sutradara dan penata kamera. Terdapat prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam membuat storyboard agar mudah dipahami.

Location Scouting

Location Scouting adalah salah satu tahap pra produksi film
Pencarian lokasi untuk kebutuhan syuting terbilang menantang, karena tidak semua tempat diperbolehkan menjadi lokasi syuting. Lokasi syuting harus bisa membangun cerita film. Misal, jika ingin membuat film tentang tahun 90-an harus mencari rumah bergaya tahun 90-an pula. Mencari lokasi bisa dilakukan oleh sutradara atau produser, namun banyak juga yang membutuhkan kemampuan manajer lokasi (manlok) untuk mencari lokasi yang sesuai. Tidak bisa dipungkiri, ada beberapa tempat justru menjadi terkenal setelah dijadikan lokasi syuting film. Di sisi lain, juga ada pilihan menggunakan studio untuk dibangun, tergantung dengan kebutuhan film: studio atau lokasi asli?.

Baca Juga:  10 Situs Online Untuk Belajar Bikin Film Secara Mandiri

Recce

Setelah menemukan lokasi dan mengumpulkan kru, tahapan selanjutnya yang penting adalah recce. Apa itu recce? Recce adalah mengunjungi lokasi, biasanya dengan produser, sutradara, manajer lokasi, penata kamera, penata artistik, dan penata suara. Tiap divisi akan mulai bekerja sesuai dengan kebutuhan mereka, dari penentuan blocking, mempertimbangkan gangguan suara, hingga menentukan layout produksi.

Reading

Tahapan reading penting dilakukan oleh aktor dan sutradara untuk mengetahui pendalaman karakter bagi aktor. Sutradara juga bisa mengarahkan aktor sesuai dengan karakter yang ingin dibangun. Proses reading ini bisa mengurangi mispersepsi antara aktor dan sutradara dalam memahami karakter film. Mendalami karakter juga bisa dilakukan antar aktor, saling membalas dialog. Ada baiknya setiap reading direkam, agar menjadi bahan evaluasi bagi sutradara dan aktor.

Fitting

Fitting juga jadi bagian dalam tahap pra produksi film
Proses fitting itu juga penting. Tim penata busana harus menyesuaikan karakter dan tentu ukuran tubuh aktor saat memilih wardrobe. Warna baju dan corak baju juga perlu didiskusikan dengan penata artistik lho, apakah sesuai dengan color palette yang mau ditampilkan. Fitting ini tidak hanya dilakukan untuk memilih wardrobe saja, biasanya dibarengi dengan tes make up juga.

Rehearsal

Setelah tahapan-tahapan itu sudah dilewati, proses terakhir sebelum masuk produksi adalah rehearsal. Kalau di teater lebih sering dikenal dengan gladi bersih. Dalam melaksanakan rehearsal biasanya tidak jauh dari hari syuting yang melibatkan kru dan aktor. Kegiatannya seperti sedang syuting saja kok, aktor berakting di depan kamera dengan blocking yang sudah tentukan. Perbedaannya, ini masih latihan, agar saat hari syuting tiba sudah lebih siap.

Swasthi Mangundjaya

Community Manager
Kuliahnya di Surabaya menjadi awal pertemuannya dengan komunitas dan festival film. Setelah kuliahnya rampung, kembali pulang ke Jakarta dan saat ini menjabat sebagai Community Manager di Studio Antelope.
Swasthi Mangundjaya

Latest posts by Swasthi Mangundjaya (see all)

Baca Juga:  Apa Itu Film Pendek dan Seberapa Pendek kah Film Pendek?

Artikel Terkait:

No Comments

Tulis Komentar:

shares