5 Film Indonesia Terbaik di Netflix

Bagi beberapa orang, film-film asal Indonesia yang diproduksi beberapa tahun silam memiliki daya tarik tersendiri, baik dari segi penuturan, cerita, maupun konteks budaya yang dibawa. Namun, akses untuk menonton film-film lama secara legal menjadi lebih sulit karena sudah tidak mendapatkan layar di bioskop-bioskop arus utama. Platform streaming online juga mulai banyak yang bisa kamu akses. Tidak hanya film atau series dari luar saja, tapi film Indonesia juga ada di Netflix kok. Selain itu, Netflix juga memiliki hak penayangan eksklusif bagi beberapa film Indonesia sehingga tidak dapat ditonton melalui platform lain. Jadi, siapkan dirimu untuk Netflix and Chill dengan film-film Indonesia berikut ini!

The Night Comes for Us

Sejak ditayangkan melalui Netflix, banyaknya respon positif untuk film The Night Comes For Us karya Timo Tjahjanto ini berhasil menaikkan standar untuk adegan aksi dalam film Indonesia. Film ini menceritakan tentang resiko yang dihadapi seorang pembunuh bayaran setelah menyisakan seorang anak kecil ketika ditugaskan untuk membunuh seluruh warga dalam sebuah desa. Koreografi yang hebat dengan bantuan efek visual berkelas internasional memberikan pengalaman menonton yang menegangkan sepanjang film berlangsung. Tidak hanya itu, cast yang dipilih untuk film ini juga telah memiliki daftar pengalaman yang panjang sehingga kemampuannya dalam bermain film laga patut untuk diperhitungkan.

Pendistribusian film ini terbilang baru di dunia perfilman Indonesia karena hanya memanfaatkan platform online Netflix saja. Dengan begitu, kita harus berlangganan Netflix untuk menonton The Night Comes for Us karena tidak tersedia di bioskop-bioskop Indonesia.

Gie

Selain film Arisan! kita juga bisa menonton film Indonesia lain yang diproduksi pada tahun 2000-an, salah satunya adalah Gie. Film panjang keempat karya Riri Riza ini merupakan sebuah film biopik yang berfokus pada perjalanan Soe Hok Gie dalam melawan ketidakadilan sosial, penyalahgunaan kekuasaan, dan korupsi yang merajalela di bawah pemerintahan presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno. Selain memperoleh apresiasi dari penonton, film Gie juga mendapatkan beberapa penghargaan dalam ajang Piala Citra di tahun 2005, yaitu yaitu Film Terbaik, Tata Sinematografi Terbaik, Sutradara Terbaik dan Aktor Utama Terbaik.

Baca Juga:  5 Alasan Menonton Film Ziarah di Bioskop

Galih & Ratna

Film Galih & Ratna karya Lucky Kuswandi adalah sebuah remake dari film yang diperankan oleh Rano Karno dan Yessi Gusnam pada tahun 1979 lalu. Keduanya merupakan adaptasi dari novel berjudul Gita Cinta dari SMA karangan Eddy D. Iskandar yang telah disesuaikan dengan konteks waktu masing-masing. Walaupun begitu, inti cerita keduanya masih berpaut pada kisah cinta yang tidak berakhir bahagia.

Menariknya, pembuatan ulang film ini tidak serta-merta melupakan versi sebelumnya. Versi terbaru yang bisa kita akses melalui Netflix ini memberikan adegan homage yang akan mengingatkan kita dengan kisah Galih dan Ratna di tahun 1979 dimana mereka berpisah di stasiun kereta dalam adegan penutup. Sedangkan pada versi terbaru, film ini dibuka dengan mempertemukan mereka kembali di sebuah stasiun kereta dengan nuansa nostalgia yang hangat.

Arisan!

Selain film-film terbaru, Netflix juga menyediakan beberapa film Indonesia keluaran tahun 2000-an lho. Salah satunya adalah Arisan! yang disutradarai oleh Nia Dinata pada tahun 2003. Melalui film ini, Nia Dinata menceritakan rumitnya kehidupan warga sosialita di Jakarta. Hal ini diwarnai pula dengan usaha Sakti sebagai aktor utama dalam memahami jati dirinya di tengah desakan keluarga untuk segera menikah. Beban hidupnya pun menjadi semakin berat seiring dengan munculnya perasaan terhadap seorang laki-laki yang dicintai oleh teman terdekatnya.

Pendistribusian film-film lama melalui Netflix sangat memudahkan kita untuk melihat kembali karya-karya film Indonesia yang bahkan tidak mendapatkan layar di bioskop alternatif. Selain itu, film yang menampilkan debut Tora Sudiro dan Cut Mini ini juga memungkinkan kita untuk mengintip kondisi Indonesia pada awal tahun 2000-an karena menandakan keterbukaan khalayak ramai dalam menerima keberagaman seksualitas di kala itu.

Baca Juga:  3 Tips Komunikasi dan Networking Untuk Komunitas Film

Surat dari Praha

Setelah turun dari layar bioskop, film karya Angga Dwimas Sasongko yang mengambil latar lokasi di Praha ini juga bisa kita tonton lagi di Netflix, lho. Film Surat dari Praha menceritakan perjalanan seorang wanita bernama Larasati yang pergi ke Praha untuk menyampaikan surat kepada seorang laki-laki misterius untuk memenuhi wasiat ibunya sebelum meninggal. Perjalanannya di Praha mengungkapkan cerita kelam tentang situasi politik Indonesia di tahun 1965 yang menyebabkan laki-laki tersebut tidak dapat kembali ke Indonesia.

Jadi, jika kalian belum sempat pergi ke bioskop untuk nonton film-film yang sudah disebutkan di atas, jangan mencari di situs-situs ilegal ya. Karena dengan menonton di platform resmi, kita juga membantu filmmaker Indonesia untuk terus berkarya!

Yosua Imantaka

Content Writer
Seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi di Universitas Sebelas Maret yang sedang menekuni penulisan kritik film. Kerap ditemukan menangis setelah menonton film coming-of-age.

Latest posts by Yosua Imantaka (see all)

No Comments

Tulis Komentar:

shares