5 Film Pembawa Pesan Perdamaian Dunia

Film tentang tokoh-tokoh besar dunia selalu menarik perhatian karena kerap mengangkat kisah yang belum diceritakan ke publik sebelumnya. Terlebih jika cerita yang diangkat memiliki unsur-unsur inspiratif. Seperti contohnya, tokoh-tokoh perdamaian dunia yang mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan perdamaian di lingkungannya. Untuk memperingati Hari Perdamaian Internasional, berikut adalah 5 film tentang perdamaian dunia, diantaranya ada tokoh peraih Nobel Peace Prize!

He Named Me Malala (2015)

Malala merupakan seorang aktivis dari Pakistan yang memperjuangkan kesetaraan gender pada bidang pendidikan. Kisahnya dalam melawan larangan bersekolah bagi anak perempuan di Taliban menyebabkannya tertembak dan hampir meninggal di usia 15 tahun. Pengalaman traumatis tersebut tidak menghentikan tekad Malala untuk terus memperjuangkan hak pendidikan bagi anak-anak perempuan di sekitarnya. Bahkan, gerakan yang ia lakukan berkembang menjadi gerakan internasional dan membuatnya dinobatkan sebagai penerima Nobel Peace Prize termuda.

Kisah hidupnya direkam dalam film dokumenter oleh Davis Guggenheim yang telah berpengalaman di bidang film dokumenter dengan karyanya, film An Inconvenient Truth dan Waiting for “Superman”. Film dokumenter ini memberikan wadah bagi Malala untuk bercerita lebih jauh tentang perjuangannya, kehidupan pribadinya, dan bagaimana peran keluarganya membentuk pribadi Malala yang penuh dengan keberanian.

Gandhi (1982)

Film Gandhi menceritakan tentang kisah hidup seorang tokoh perdamaian bernama Mohandas Karamchand Gandhi, atau yang lebih sering kita dengar dengan sebutan Mahatma Gandhi. Melalui film ini kita dapat melihat peristiwa-peristiwa besar di hidup beliau dalam memimpin gerakan kemerdekaan India dari kekuasaan Inggris. Film ini juga memperlihatkan komitmen Gandhi untuk memimpin gerakan perdamaian yang berujung pada tindak kekerasan terhadap warga India secara ironis.

Untuk merekam nuansa yang persis dengan peristiwa tersebut, beberapa adegan bahkan diambil di lokasi yang sama dengan kejadian aslinya dengan belasan kamera dan ratusan ribu extras. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika film biopic yang disutradarai oleh Richard Attenborough ini berhasil memenangkan beberapa penghargaan bergengsi seperti Best Film di Academy Awards, Best Film di BAFTA Awards, Best Foreign Language Film di Golden Globe Awards, dan nominasi-nominasi lainnya di ajang penghargaan yang sama.

Baca Juga:  6 Sumber Adaptasi Film Berikut Contohnya

Kundun (1997)

Kundun adalah sebuah film biopik karya sutradara Martin Scorsese yang didasari dari kehidupan dan tulisan-tulisan dari 14 Dalai Lama. Hal tersebut dirangkum untuk menceritakan kisah hidup Dalai Lama ke-14 dan kondisi yang menyertainya ketika diakui sebagai reinkarnasi dari Buddha saat berumur 2 tahun. Pada umur 15 tahun, ia memperoleh kekuatan politis di Tibet yang diikuti dengan invasi Republik Rakyat Cina. Sejak saat itulah Dalai Lama memperjuangkan Tibet sebagai daerah otonom dari RRC dan dianugerahi dengan Nobel Peace Prize pada tahun 1989 atas upaya-upaya kemanusiaan yang telah ia lakukan sepanjang perjalanan hidupnya.

Kisah yang dibalut dengan sinematografi dan desain kostum yang epik ini memperoleh beberapa nominasi di Academy Awards tahun 1998 dalam kategori Best Cinematography, Best Art Direction, Best Costume Design, dan Best Music. Selain itu, Scorsese mengaku penyusunan naskah juga dilakukan secara mendetail. Bahkan, Melissa Mathison, penulis naskah untuk Kundun, harus menghabiskan beberapa hari bersama dengan Dalai Lama untuk memastikan agar jalan cerita dalam film sesuai dengan yang dialami oleh beliau.

Selma (2013)

Selma adalah tempat bersejarah di Alabama, Amerika Serikat yang menjadi saksi bisu dari protes besar untuk menentang Voting Rights Act yang membatasi hak voting warga kulit hitam di negara tersebut. Dari tempat itu, Martin Luther King, Jr bersama kawan-kawannya berjalan menuju ke Montgomery dan terhalang oleh pihak kepolisian setempat. Kejadian tersebut menjadi inspirasi bagi sutradara Ava DuVernay untuk memproduksi film biopik seorang tokoh aktivis kesetaraan hak sipil tersebut. Film ini dinobatkan sebagai salah satu film paling penting di tahun 2014 oleh Forbes karena cultural impact yang dibawa untuk generasi mendatang.

Baca Juga:  5 Film Pendek Pilihan Karya Mahasiswa UMN Yang Bisa Kamu Tonton Online

Martin Luther King, Jr sendiri memiliki kemampuan orasi yang luar biasa pada massa maupun orang-orang yang berkuasa dalam memperjuangkan kesetaraan. Oleh karenanya Martin Luther King, Jr dianugerahi dengan Nobel Peace Prize pada tahun 1964. Melalui film Selma, Ava DuVernay mengatakan bahwa sikap penuh kharisma yang dimiliki oleh beliau didukung oleh teman-teman sejawatnya dalam berargumen dan menyusun strategi. Sehingga ia merasa perlu merepresentasikan para pemimpin yang saling bekerja sama dalam membawa perubahan tersebut dengan judul Selma.

The Letters (2015)

Bunda Teresa merupakan seorang biarawati yang mengabdikan hidupnya untuk melayani orang-orang tidak mampu di berbagai belahan dunia, terutama di India. Kisah hidupnya yang sangat inspiratif diceritakan kembali dalam sebuah film tentang perdamaian dunia ber-genre biopik melalui surat-surat personal yang telah ia tulis selama 40 tahun. Surat-surat tersebut mengungkapkan pergumulannya dalam melayani Tuhan dan sesamanya, termasuk penolakan yang ia alami ketika menjalankan misi kemanusiaan di India.

Yosua Imantaka

Content Writer
Seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi di Universitas Sebelas Maret yang sedang menekuni penulisan kritik film. Kerap ditemukan menangis setelah menonton film coming-of-age.

Latest posts by Yosua Imantaka (see all)

No Comments

Tulis Komentar: