Adrian Jonathan Membahas Kritik Film

Kritik film seringkali diasumsikan sebagai sebuah “hujatan” dibandingkan membangun. Tidak heran, jika kritikus film tidak selalu disenangi oleh pembuat film, khususnya sutradara. Padahal kritik tidak hanya penting bagi pembuat film saja, melainkan juga bagi penonton. Studio Antelope pernah membuat infografis mengenai guna kritik bagi filmmaker dan penonton:

Apa itu kritik film dan apa gunanya?

Salah seorang kritikus film dan pemimpin redaksi Cinemapoetica, Adrian Jonathan Pasaribu berbagi obrolan. Adrian menjawab sekaligus mematahkan ungkapan yang sering terlontar dari pembuat film ataupun penyuka film seperti: “kritik doang bisanya, emang bisa bikin film?” Bagi Adrian, seseorang tidak perlu harus menjadi pembuat film jika ingin mengkritisi sebuah film. Ia menganalogikan seseorang tidak perlu menjadi koki dahulu untuk bisa bilang makanan itu enak atau tidak.

Adrian Jonathan dalam obrolannya menyatakan: “Kritik film itu dilahirkan oleh perasaan dan didewasakan oleh pengetahuan.”

Apa sih maksud Adrian mengenai pernyataan tersebut? Apa saja hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi kritikus film? Cari tahu hasil obrolan dengan Adrian Jonathan mengenai hal ini di video berikut:

Ada juga hal yang perlu dibacarakan di dalam ekosistem film, yakni membahas distribusi film, khususnya film pendek. Disebabkan distribusi juga hal yang perlu dibicarakan dan dicari strategi paling tepat agar film bisa dipertemukan dengan penontonnya.

Swasthi Mangundjaya

Community Manager
Kuliahnya di Surabaya menjadi awal pertemuannya dengan komunitas dan festival film. Setelah kuliahnya rampung, kembali pulang ke Jakarta dan saat ini menjabat sebagai Community Manager di Studio Antelope.
Swasthi Mangundjaya

Latest posts by Swasthi Mangundjaya (see all)

Baca Juga:  4 Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Sammaria Simanjuntak

Artikel Terkait:

No Comments

Tulis Komentar: