7 Tips Mempertajam Dialog Film Buat Penulis

Ingin mempertajam dialog film? Oke, harus diakui dialog merupakan salah satu bagian tersulit dalam menulis film. Terdengar tidak biasa, penonton dengan cepat akan merasa aneh dengan percakapan antar karakter. Terlalu ringan dan terdengar seperti percakapan sehari-hari, hati-hati juga kehilangan bobot dari setiap baris dialog yang diucapkan.

Sejatinya, setiap baris dialog film haruslah terukur dan terancang. Sebagai penulis, kamu perlu memperhatikan baris demi baris dialog sehingga tak ada satu pun baris yang sia-sia. Semua baris harus mampu menunjukan watak seorang karakter atau mendorong cerita maju ke titik selanjutnya.

Merasa dialog film kamu membosankan? Cobalah 7 tips mempertajam dialog film berikut ini!

Nah kamu sering merasa dialog yang kamu tulis membosankan? Terasa kaku dan tidak mengalir? Atau justru berputar-putar di titik yang sama. Nah jangan khawatir, sebab kami punya beberapa tips untuk mempertajam dialog kamu. Yuk kita bahas satu per satu!

Buang Ah… Em… Ugh…

Kecuali memang amat sangat dibutuhkan untuk menunjukan watak seorang karakter, coba hindari kata-kata ungkapan seperti ini. Selain merusak tempo adegan, ungkapan seperti ini biasanya seringkali mendistraksi para aktor. Memang sering kita bicara seperti ini dalam kehidupan sehari-hari, tetapi dialog film haruslah tajam sehingga penonton dapat memahami maksud sebuah dialog dengan cepat.

Beri Ketidaksetujuan

Supaya adegan lebih hidup dan menarik, perjelas konflik yang terjadi di antara para karakter. Buatlah mereka membicarakan atau bahkan memperdebatkan sesuatu, agar dialog lebih mengalir. Eits tapi hati-hati juga, jangan sampai terlalu harafiah. Ingat juga bagaimana manusia berkomunikasi, seringkali kita mengatakan sesuatu yang tidak sama dengan maknanya. Nah ini yang akan kita bahas di poin berikutnya!

Masukkan Subteks

Subteks adalah makna yang tersembunyi di balik sebuah teks. Seperti yang sudah saya tulis di poin sebelumnya, manusia seringkali bicara dengan makna tersembunyi yang tidak sama dengan yang ia ucapkan. Perhatikan baik-baik subteks ini karena dialog yang terlalu harafiah akan membuat dialog film kamu terkesan dangkal dan tidak manusiawi. Sebagai contoh: ada banyak cara untuk menyatakan “aku gak suka dengan sikapmu”. Kamu bisa mengutarakannya dengan “aku gak nyangka kamu ngelakuin itu lagi” atau dengan cara lain yang tidak harafiah.

Merasa dialog film kamu membosankan? Cobalah 7 tips mempertajam dialog film berikut ini!

Buang Informasi

Seperti ketika manusia berbicara, kita tak pernah menyebutkan informasi yang kita semua sudah tahu. Oleh karena itu, kecuali informasi itu memang dibutuhkan cerita, janganlah diucapkan lewat dialog.

Keheningan Bicara Lebih Lantang

Terkadang keheningan bicara lebih lantang daripada kata-kata. Manfaatkan momen-momen hening untuk melantangkan poin yang ingin kamu ungkapkan di dalam sebuah adegan.

Kurangi Pertanyaan Ya Tidak

Kalau kamu sering menggunakan pertanyaan yang jawabannya sesederhana ya atau tidak, maka besar kemungkinan dialog tidak terasa mengalir begitu diucapkan.

Merasa dialog film kamu membosankan? Cobalah 7 tips mempertajam dialog film berikut ini!Buang Basa-Basi

Bayangkan betapa membosankannya sebuah adegan apabila diawali dengan “Halo, apa kabar?”, “Aku baik-baik saja kok, kamu gimana?” “Aku juga baik, lagi sibuk apa?”. Come on, kita udah tahu kok kalian baik-baik aja, sekarang langsung masuk aja yuk ke inti percakapannya!

Itu dia 7 tips mempertajam dialog film untuk penulis. Semoga tips-tips ini membantu kamu mempertajam dialog di naskahmu ya! Tertarik membaca artikel seputar filmmaking lainnya? Yuk klik di sini!

No Comments

Post A Comment
×

Hello! Please contact our team below according to your needs.

× How can I help you?