14 Aplikasi Untuk Membuat Film Yang Perlu Kalian Miliki

Film tidak bisa dilepaskan dengan teknologi. Sejak kelahirannya, film adalah teknologi foto kimia untuk menangkap gerak. Di era digital pun, film masih tidak bisa lepas dari teknologi. Aplikasi dan perangkat lunak, mulai dari penulisan hingga editing, wajib untuk dimiliki oleh para pembuat film. Tanpa aplikasi-aplikasi ini, pembuat film akan kesulitan untuk menyelesaikan filmnya.

Ini dia 14 aplikasi untuk membuat film yang perlu kamu miliki.

Lantas, aplikasi apa saja sih yang harus dimiliki oleh pembuat film? Nah, di postingan kali ini, kami secara khusus akan membahas aplikasi untuk membuat film yang perlu kalian miliki.  Berikut daftarnya:

Pengembangan & Penulisan Naskah

 
Ini dia 14 aplikasi untuk membuat film yang perlu kalian miliki!

FinalDraft

Final Draft adalah software yang dijadikan standar dalam industri film, baik di Indonesia maupun Hollywood. Sebagai aplikasi penulisan yang high end, software ini punya aneka ragam fitur yang akan membantumu dalam menulis, antara lain story mapping yang membuatmu bisa melihat beat ceritamu secara keseluruhan, lalu character’s arch yang membuatmu bisa melihat perjalanan karakter, dan tentu saja collaborative writing yang membuatmu bisa menulis bersama orang lain (co-writer).

Ini dia 14 aplikasi untuk membuat film yang perlu kalian miliki!

Celtx

Jika FinalDraft kamu rasa terlalu mahal, ada aplikasi alternatifnya yang juga tak kalah ciamik, yaitu Celtx. Yang asyik dari aplikasi satu ini adalah aplikasi ini tidak terbatas hanya pada penulisan saja, melainkan juga meliputi bagian-bagian lain dalam pra-produksi. Sayangnya, untuk bisa menikmati fitur-fitur selain penulisan, kamu harus berlangganan dulu dengan membayar sejumlah uang. Namun, mengingat sangat lengkapnya fitur-fitur Celtx, seperti membuat breakdown naskah, budgeting, shot list, bahkan scheduling, aplikasi ini sungguh layak untuk dicoba.

Pra-Produksi

 
Ini dia 14 aplikasi untuk membuat film yang perlu kalian miliki!

Studiobinder

Lanjut memasuki masa-masa persiapan alias pra-produksi, ada lagi aplikasi yang perlu kalian miliki. Yang pertama adalah studiobinder. Studiobinder agak mirip dengan Celtx, bedanya aplikasi berbasis pada website mereka, dan fokus pada manajemen produksi. Ada empat pilihan harga yang dapat kalian pilih. Jika kalian memilih fitur yang paling sederhana, kamu akan mendapatkan fitur seperti pembuatan shot list dan schedule. Sementara itu, pilihan yang paling lengkap menyediakan fitur premium, semacam messaging antar kru, client approval system, dsb.

Google Drive

Ada alternatif Studiobinder yang bisa kamu gunakan dengan gratis. Ya, mungkin kamu sudah menggunakannya selama ini dan belum sadar bahwa aplikasi ini bisa digunakan untuk membantu prosesmu membuat film: Google Drive. Di masa persiapan, ada banyak sekali dokumen yang harus dibuat bersama-sama. Oleh karena itu, filesharing adalah hal yang esensial. Dengan menggunakan Google Drive, kamu bisa bekerjasama dengan rekan kerjamu secara lebih efisien.

Google Docs, Sheets, & Slides

Satu lagi fitur dari Google yang bisa kalian manfaatkan: Google Docs, Sheets, & Slides. Jika Google Drive bisa digunakan untuk berbagi file satu sama lain, maka Google Sheet memungkinkan kamu untuk mengelola dokumen-dokumen secara online. Dengan kata lain, kamu bisa dengan mudah membuat timeline kerja lewat Google Sheet dan membagikannya secara online ke rekan-rekan kerjamu. Contoh lainnya, kamu bisa merancang budget lewat Google Sheets dan membagikannya ke produser pelaksana dalam hitungan detik. Atau kalau kamu sutradara, kamu bahkan bisa membuat presentasi lewat Google Slides dan membagikannya ke kru lain juga dalam hitungan detik.

Skype

Pre-production meeting alias PPM adalah hal yang sangat penting dalam masa persiapan. Duduk bersama membahas segala sesuatu sebelum syuting dapat menentukan prosesmu berikutnya. Akan tetapi, mengumpulkan rekan-rekan kerja dalam satu waktu yang sama terkadang memberikan tantangan sendiri. Oleh karena itu, tak ada salahnya memaksimalkan software Skype untuk mengatasi persoalan ini. Pertemuan tatap muka berkala memang penting, tapi terkadang pertemuan di dunia maya seperti coference call, bisa menjadi solusi.

Produksi

 

Cadrage: Director’s Viewfinder

Kami secara khusus pernah membahas ini di #SiasatSinema. Aplikasi ini penting sekali untuk dimiliki sutradara dan penata kamera. Cadrage memungkinkan kamu untuk mensimulasikan framing berdasarkan kamera dan lensa yang digunakan. Sebagai contoh, jika kamu menggunakan kamera Alexa Mini dan lensa 35mm, kamu tinggal membuka aplikasi ini dan memilih kamera dan lensa yang sesuai, maka aplikasi ini akan segera mensimulasikannya. Dengan kata lain, kamu bisa dengan mudah membayangkan shot yang kamu inginkan.

Offline Editing

 
Ini dia 14 aplikasi untuk membuat film yang perlu kalian miliki!

Adobe Premiere Pro / Final Cut Pro

Adobe Premiere Pro mungkin adalah aplikasi editing yang paling sering digunakan. Interfacenya yang bersahabat dan mudah digunakan, ditambah fitur-fitur canggih lainnya, membuat aplikasi ini digandrungi, baik bagi pemula maupun profesional. Selain Adobe Premiere Pro, aplikasi yang juga sering digunakan adalah Final Cut Pro. Fitur yang disediakan oleh Final Cut sebetulnya juga mirip dengan Adobe Premiere Pro, tinggal mana yang paling membuatmu terbiasa dan nyaman dalam menggunakannya.

Online Editing

 

Adobe After Effects

Online editing adalah proses dimana film kamu diberikan sentuhan akhir. Online editing meliputi koreksi warna, penambahan warna, dan tak ketinggalan digital imaging. Tak jarang dalam footage yang kamu rekam, kamu menemukan hal-hal yang tak kamu inginkan, misalnya kabel yang melintang di belakang, lalu langit yang terlalu flat, atau merek-merek yang menganggu. Nah, Adobe After Effect adalah aplikasi yang tepat untuk melakukan itu semua. Proses ini juga sering disebut rotoscoping.

Selain untuk menghapus, Adobe After Effect juga sering digunakan untuk menambahkan efek-efek visual tambahan. Misalnya, kamu ingin menambahkan api kebakaran, atau efek asap, dsb. Nah, dengan After Effect, kamu bisa menambahkan itu semua dalam film kamu.

Adobe Photoshop

Jika kamu bekerja dalam ekosistem Adobe, maka aplikasi ini tak boleh ketinggalan. Mungkin kamu bingung kenapa Adobe Photoshop juga digunakan dalam pembuatan film. Nah, Adobe Photoshop ini kerap digunakan secara pararel dengan Adobe After Effect dan Adobe Premiere Pro. Misalnya, ketika kamu mau menambahkan sesuatu, kamu bisa melakukannya dengan Adobe Photoshop sebelum dipindahkan ke After Effect. Begitu pula dengan Adobe Premiere Pro, Adobe Photoshop biasa digunakan untuk menulis tulisan, menyimpannya dalam format PSD, sebelum memasukannya ke dalam project Adobe Premiere. Memang kamu bisa saja menggunakan fitur ini di dalam Adobe Premiere Pro, tetapi fitur Adobe Photoshop yang amat lengkap membuat kamu lebih bebas berkreasi.

Ini dia 14 aplikasi untuk membuat film yang perlu kalian miliki!

DaVinci Resolve 12

Saat ini, aplikasi DaVinci Resolve merupakan aplikasi color correction dan color grading yang paling sering digunakan. Ada banyak fitur yang membuat aplikasi ini sangat digandrungi, antara lain fitur tracking, yang membuatmu dapat menyeleksi warna dalam satu tititk tertentu dengan sangat mudah. Saat ini DaVinci menyediakan aplikasi ini secara gratis, dengan nama DaVinci Lite. Tentu saja fitur versi Lite tak selengkap versi Pro. Akan tetapi, jika kamu pemula dan sedang mencoba membuat film, maka DaVinci Resolve Lite sangatlah cukup untuk membantu berkarya.

Sound Editing

 

Ini dia 14 aplikasi untuk membuat film yang perlu kalian miliki!

Pro Tools

Pro Tools adalah aplikasi sound editing yang paling banyak digunakan di dalam industri kreatif. Sebagai perangkat lunak premium, Pro Tools menyediakan fitur-fitur yang sangat teknis. Oleh karena itu, perangkat lunak ini cocok digunakan oleh pengguna profesional dengan pengalaman yang lebih advanced.

Ini dia 14 aplikasi untuk membuat film yang perlu kalian miliki!

Adobe Audition

Adobe Audition adalah perangkat lunak sound editing yang juga disertakan dalam langganan Cloud Creative Anda. Mungkin fiturnya seringkali diremehkan, apalagi jika dibandingkan dengan Pro Tools yang paling sering dipakai di dalam industri. Akan tetapi, jika kamu bekerja dalam ekosistem Adobe, memilih aplikasi ini akan membantu alur kerjamu lebih mudah dan teratur.

Comments