5 Alasan Kenapa Film Pendek Semakin Populer Beberapa Tahun Terakhir

Ada yang sadar bahwa film pendek akhir-akhir ini sangat populer? Film pendek berlalu-lalang di berbagai media beberapa tahun ini. Padahal sebelumnya, film pendek seolah menjadi konsumsi kalangan tertentu saja. Kemajuan film pendek pesat dari berbagai aspek, mulai dari kuantitas, kualitas, dan publikasi. Apa, sih, yang membuat film pendek keluar dari cangkangnya yang eksklusif? Cek 5 faktor berikut:

 

Kemudahan akses

Internet sudah menjadi kebutuhan manusia yang wajib hukumnya. Selama beberapa tahun ini, dunia maya semakin memperluas kemungkinannya yang tak terbatas. Tidak heran jika banyak orang kemudian berlari ke internet serta fiturnya sebagai sarana hiburan sehari-hari.

Medium yang paling populer saat ini adalah video. Sekitar 5 miliar video ditonton per hari di situs penyedia konten video paling terkenal, Youtube. Fakta ini mendorong bertumbuhnya situs-situs inovatif lain. Ditambah lagi teknologi smartphone dengan layar ekonomis mempermudah orang untuk membuka video dimanapun.

Film-film yang sebelumnya hanya ditayangkan secara terbatas, kini dapat kamu jangkau jauh lebih luas. Kamu dapat mengakses situs penyedia film pendek seperti Viddsee dan Layaria hanya sejauh genggaman tangan.

 

Kecanggihan alat

Selain medium untuk penonton, filmmaker juga sudah semakin dipermudah. Harga kamera dengan kualitas mumpuni kini semakin terjangkau. Tidak hanya kamera, hal yang sama berlaku pada alat audio dan pencahayaan.

Apalagi, sekarang kreator semakin kreatif. Peribahasa “Tidak ada rotan akarpun jadi” diterapkan untuk memenuhi kekurangan alat. Canggihnya kamera smartphone kadang dimanfaatkan untuk membuat film pendek. Memang, kualitas dan kebebasan kreatifnya terbatas, tapi jika kamu dapat memanfaatkan dengan baik, kenapa tidak?

Kemudahan alat ini membuat siapapun bisa membuat film pendeknya sendiri. Alhasil, jumlah film pendek meledak.

cara membuat video cinematic

 

Festival Film

Festival film adalah sebuah perayaan, parade film-film tahunan atau film dengan tema tertentu. Di festival film, biasanya kegiatan yang dilakukan adalah screening film yang sesuai dengan tema festival, workshop, dan seminar. Festival film merupakan konsep yang sudah lama berlangsung sejak 1932.

Seiring dengan bertumbuhnya dunia perfilman, festival film di Indonesia ikut semakin meriah. Film-film pendek kerap kali menjadi perhatian utama di festival film. Di Indonesia, festival film memang kebanyakan masih terselenggara di pulau Jawa. Tapi peserta dan tema yang diangkat sudah sangat beragam dari seluruh daerah Indonesia. Pencapaian ini patut dirayakan karena menandai eksistensi film pendek yang sudah mulai merajalela.

Kemenangan film di festival film bergengsi juga mengangkat jagat perfilman independen secara umum. Misalnya saja ketika Prenjak terpilih sebagai film pendek terbaik kategori Semaine de La Critique di Cannes Film Festival.

Prendjak adalah salah satu film pendek Indonesia yang pernah diputar di festival film bergengsi.

 

Sekolah Film

Sepuluh tahun yang lalu, studi perfilman di Indonesia masih sangat asing. Studi perfilman hanya didapati di Institut Kesenian Jakarta dan Institut Seni Indonesia. Namun sekarang banyak universitas membuka program studi bagi mahasiswa baru yang ingin mempelajari pembuatan film. Fenomena ini bisa jadi merupakan imbas pesatnya medium digital video dan gencarnya kampanye menonton film dalam negeri. Industri film Indonesia yang mulai menanjak juga akhirnya membuka peluang bagi masuknya bakat baru.

Bagaimanapun, dengan dibukanya banyak sekolah film, bertambah pula individu yang memiliki keterampilan meramu film pendek untuk berbagai tujuan. Film pendekpun menjadi alternatif seru untuk bidang iklan, pengenalan profil dan juga branding sebuah perusahaan.

 

Tumbuhnya komunitas dan screening alternatif

Tidak semua pecandu film berkumpul di wadah formal seperti sekolah film. Justru kebanyakan individu atau kelompok produksi film berawal dari sebuah komunitas.

Komunitas film adalah wadah organik yang berisi sekelompok individu dengan kecintaan sama pada film. Kegiatan komunitas beragam. Ada yang menggiatkan menonton film di daerahnya, menggelar screening-screening alternatif film pendek, berkumpul dan berdiskusi bersama, dan sebagainya. Di Indonesia sudah ada acara tahunan yang mengumpulkan komunitas-komunitas film dari seluruh Indonesia yaitu “Temu Komunitas Film Indonesia” (TKIF).

Komunitas juga melakukan produksi film. Seringkali mereka membiayai sendiri produksi atau bersifat independen. Jalur lain untuk mendapatkan dana produksi adalah lewat pitching yang biasanya diadakan festival film atau lembaga-lembaga tertentu. Jika komunitas tersebut sudah cukup besar, maka mereka bisa mendapatkan sponsor untuk produksi film.

Ini alasan kenapa film pendek semakin populer.

Komunitas-komunitas yang aktif secara reguler memproduksi film pendek yang kemudian didistribusikan di antar komunitas dan bahkan meluncur ke publik dan festival film. Sekarang komunitas-komunitas film sudah tersebar hampir di seluruh daerah Indonesia.

Apakah kamu juga ikut meramaikan jagat film pendek Indonesia? Yuk, ikut bikin film!

Comments