5 Alternatif Jurusan Selain Film Untuk Belajar Film

Ada banyak cara untuk menjadi pembuat film. Sekolah film adalah salah satu tempat yang cukup baik untuk belajar film & mulai memupuk karir sebagai pembuat film. Akan tetapi, apakah pembuat film harus sekolah film?Jawabannya tentu tidak. Di postingan sebelumnya (Tips dan Cara Menjadi Sutradara), kami sudah sedikit menyinggung hal ini. Nah, di postingan kali ini, kami akan membahas lebih dalam seputar jurusan untuk belajar film.

Artikel ini kami tulis khusus buat kamu yang sedang galau mencari jurusan kuliah. Buat kamu yang masih ragu untuk sekolah film, mungkin kamu bisa menemukan jawabannya di sini. Pada artikel ini, kami merangkum 7 alternatif jurusan selain film yang bisa kamu pertimbangkan untuk belajar film dan menunjang karirmu sebagai pembuat film. Berikut deskripsinya:

Psikologi

Film selalu bermain-main dengan psikologi manusia. Di genre-genre khusus, seperti horror dan thriller, pemahaman pembuat film terhadap rasa takut dan ngeri sangat penting. Emosi-emosi seperti ini dapat dipelajari di jurusan psikologi. So, kalau kamu mau jadi pembuat film yang mampu “mempermainkan” emosi penonton, jangan ragu untuk mempelajari psikologi.

Sosiologi

Film selalu memotret interaksi antar manusia. Dengan kata lain, film sangatlah sosiologis. Hampir tidak ada film yang menceritakan satu manusia, tanpa adanya interaksi terhadap manusia lain atau kelompok lain di luar diri mereka. Nah, kebudayaan, kepentingan, hubungan, antar manusia ini dipelajari di jurusan sosiologi. Oleh karena itu, silakan pertimbangkan sosiologi sebagai jurusan kuliahmu.

Sastra

Film, sebelum menjadi bahasa visual, dimulai dari bahasa tulisan. Cerita film selalu ditulis dalam format naskah sebelum diterjemahkan oleh sutradara menjadi bahasa visual. Oleh karena itu, kelihaian menulis dan membaca menjadi poin penting bagi seorang pembuat film. Di sastra, kamu dapat mempelajari tutur cerita secara lebih luas lagi dan mendapatkan banyak referensi tentang itu. Jadi, silakan catat sastra sebagai alternatif jurusan untuk belajar film.

Antropologi

Antropologi sebetulnya ilmu tentang apa sih? Emang ngefek ya sama pembuat film? Wait, sebelum kamu uring-uringan, kami jelaskan dulu sedikit tentang antropologi. Antropologi adalah ilmu tentang manusia. Sedikit berbeda dengan sosiologi, antropologi berusaha memahami manusia sebagai entitas biologis sekaligus sebagai makhluk sosial secara komprehensif. Sebelum kamu membuat film tentang manusia, pahami dulu manusianya. Nah, sekarang mengerti kan kenapa antropologi layak kamu pertimbangkan?

Filsafat

Apakah kamu pernah menonton sebuah film yang kamu rasa sangat filosofis? Hmmm, ‘Tree of Life’ misalnya, rasa-rasanya dalam durasi dua jam, kita diajak untuk berpikir kembali tentang siapa kita di antara jagat raya yang begitu luas ini. Nah, film kerap digunakan oleh pembuatnya untuk melontarkan pertanyaan dan direnungkan kembali oleh penonton. Pertanyaan-pertanyaan itu bisa muncul ,ektika kamu memahami ilmu filsafat.

Comments