6 Tips Mempersiapkan Pitching Film Pendekmu

Hi semuanya, belum lama ini kami sudah menulis tentang tempat-tempat dimana kamu bisa mendapatkan dana untuk film pendekmu. Nah, untuk mendapatkan dana untuk film pendekmu, kamu mesti melalui sebuah proses yang bernama pitching. Buat yang belum familiar dengan kata ‘pitching’, pitching adalah sebuah proses mempresentasikan konsep dan ide dasar proyekmu kepada calon pemberi dana.

Proses pitching ini  memang agak tricky. Kenapa? Karena yang kamu jual adalah sebuah konsep dan ide, yang abstrak. Artinya, si calon pemberi dana tersebut tak punya gambaran konkret proyek seperti apa yang sedang kamu tawarkan. Ia juga tak tahu akan seperti apa konkret visualnya nanti. Nah, tugasmu adalah menjelaskan kepada mereka sejelas-jelasnya sekonkret-konkretnya. Sederhana bukan? Terdengar sederhana tapi prakteknya tak akan sesederhana itu.

Kamu mesti bisa menjelaskan A-Z proyekmu kepadanya. Yang membuat ini semakin tricky adalah durasi pitching yang tentu tak banyak, bukan hanya karena waktu si calon pemberi dana yang sempit, tetapi juga penjelasan bertele-tele juga tak akan mampu menarik siapapun juga. Oleh karena itu, proses pitching memerlukan persiapan yang matang. Apa yang akan dilontarkan pun harus dirancang dengan terukur. Di postingan ini, kami berikan 6 tips mempersiapkan pitching untuk proyek film pendekmu:

 

Riset!

Kunci dari pitching yang sukses adalah riset. Dalam postingan sebelumnya, kami sudah paparkan dimana kamu bisa melakukan pitching film pendekmu. Itu dia poinnya! Yang mesti kamu ingat adalah kepada siapa kamu ingin paparkan ide dan konsep film pendekmu!

Riset adalah faktor penting kesuksesan pitching film pendekmu.

Cari tahulah siapa yang akan kamu ajak bicara. Apa saja preferensinya? Apa latar belakangnya? Jika kamu akan pitching ide ke seorang produser dari PH tertentu, coba cari tahu film-film apa saja yang pernah mereka produksi. Jika kamu melakukannya dengan lembaga donor pemerintah, coba caritahu film apa saja yang terpilih di tahun sebelumnya. Jika kamu hendak melakukannya dengan brand tertentu, coba caritahu tone dan manner dari brand tersebut.

Hal ini diperlukan supaya kamu gak ‘salah kamar’. Tentu peluang akan lebih sedikit bila kamu pitching cerita cinta dengan produser yang gemar memproduksi film horor. Bagaimanapun juga, siapapun akan senang untuk terlibat dalam sebuah proyek yang mereka suka, yakini, dan sesuai dengan pilihan hati mereka.

 

Visual!

Seperti yang sudah kami sebut sebelumnya, kamu sedang menjual sebuah ide dan konsep yang sangat abstrak. Tugasmu adalah menjadikannya konkret dan terlihat wujudnya. Kenapa demikian? Supaya si calon pemberi dana tidak hanya dapat memahami apa yang sedang kamu buat, tetapi juga dapat merasakan nuansa, tone, dan sikapmu sebagai pembuat film.

Be visual! Jangan lupa untuk sertakan gambar-gambar yang membantu panelis memahami dunia dalam projectmu.

Oleh karena itu, persiapkanlah presentasimu dengan melampirkan visual-visual yang mendukung. Referensi tersebut tidak harus melulu potongan gambar dari film lain yang sudah pernah dibuat, tetapi bisa berupa lukisan, rekaman video, karya fotografi, potongan majalah, atau bahkan coretan tanganmu sendiri. Berhati-hatilah, karena semua visual yang kamu pilih untuk ditampilkan harus bisa mendukung konsepmu.

Agar si calon pemberi dana paham betul akan seperti apa produk akhir filmmu, penting pula untuk membuat sebuah teaser. Teaser bisa saja potongan gambar pendek dari satu adegan penting dalam filmmu. Tujuannya adalah agar si calon pemberi dana tak salah tangkap  / paham saat melihat pemaparanmu di presentasi. Dengan teaser pendek, kamu bisa menjelaskan konsepmu dengan lebih presisi.

 

Prediksi Pertanyaan

Sesi pitching biasanya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sebetulnya sesi ini merupakan kesempatan emas untuk mempertajam presentasimu. Seperti yang sudah kami utarakan di poin sebelumnya, waktu yang terbatas membuatmu tak bisa menceritakan banyak hal saat presentasi.  Untuk itu, jangan lupa untuk mempersiapkan diri untuk sesi tanya jawab.

Jika juri / penilai punya banyak pertanyaan, itu pertanda baik. Artinya, mereka tertarik dengan projectmu.  Oleh karena itu, siapkanlah prediksi pertanyaan yang kemungkinan akan mereka utarakan. Selain bisa membuatmu tampil lebih siap, membuat prediksi pertanyaan juga akan membantumu memilah  informasi mana yang penting untuk disampaikan lebih dulu di sesi presentasi, dan mana yang bisa disampaikan kemudian.

 

Buzzer

Proyekmu perlu terdengar lebih dahulu. Semakin banyak orang mengenal proyekmu, maka semakin mudah proyekmu dipercaya dan dipilih. Proyek yang sudah lebih dulu diperkenalkan dan direspon oleh publik, apalagi bila responnya baik, itu sinyal yang baik.

Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan buzz / promosi film pendekmu sejak dini. Biarkan publik ikut mengenal dan merasa terlibat dalam proyekmu. Jika proyekmu mampu menarik hati banyak orang bahkan sebelum filmnya selesai, maka jangan heran jika ada pemberi dana yang bersedia terlibat karena potensi proyekmu.

Pastikan mereka sudah pernanh mendengar soal projectmu terllebih dahulu. Manfaatkan sosial media untuk itu.

Bagaimana cara melakukan buzz pada proyek film pendekmu bahkan sebelum filmnya selesai? Banyak pilihan yang bisa kamu tempuh dan cukup sederhana sebetulnya. Misalnya, dengan membuat teaser yang singkat dan menarik, lalu menyebarkannya. Atau  bekerja sama dengan aktor yang sudah memiliki basis fans,. Atau bisa pula dengan membuat catatan harian perjalanan proyek film kalian dan merilisnya di website proyek / kelompok / komunitas.

Sebetulnya ada alasan lain kenapa promosi penting dilakukan sejak dini. Alasan lain yang kami maksud adalah kebutuhan SEO (search engine optimization), alias optimisasi mesin pencari Google. Semakin dini kalian membuat konten online tentang proyekmu, semakin mudah dicari  pula filmmu begitu ia selesai dan di rilis. Kami pernah membuat tulisan khusus untuk topik ini. Silahkan baca di link berikut ini.

 

Latihan

Yang tak kalah penting namun kadang sering disepelekan dalam menyiapkan pitching adalah latihan. Sepaham apapun kalian sama proyek kalian, tidak ada gunanya jika kalian tidak mempersiapkan diri dengan baik. Bayangkan jika kalian hanya membaca setiap kata dalam presentasi tanpa ada usaha untuk membuatnya menarik, atau sebaliknya bayangkan jika kalian bicara terlalu banyak tanpa logika yang runtut dan teratur. Keduanya akan membuat presentasi kalian berantakan.

Berikut ini 6 tips mempersiapkan pitching project film pendekmu.

Atas alasan di atas, maka jangan sepelekan proses ini. Berlatihlah sebelum presentasi pitching. Rekamlah sesi latihan kalian dan ulaslah bersama teman-teman satu produksi. Proses ini tidak hanya membuat kalian memahami berapa waktu presentasi kalian, tetapi juga membuat kalian tahu apa kelemahan yang harus diperbaiki serta apa kekuatan yang penting dipertahankan. Dengan demikian, presentasi kalian akan berjalan runtut, teratur, menarik, serta informatif bagi penonton.

 

Follow Up

Setelah presentasi, panelis / juri / pemilih membutuhkan waktu untuk menjatuhkan pilihannya. Di sesi pitching yang berlangsung di sebuah acara yang sudah terkonsep timelinenya, maka tak jadi soal. Kalian cukup mengamati jadwal pengumuman saja. Akan tetapi, kadang pitching juga dilakukan di luar acara formal, terutama ketika kalian akan bekerjasama dengan investor perorangan dan/atau brand. Maka timeline tidak direncanakan sejak awal.

Oleh karena itu, follow up penting dilakukan agar mereka tetap ingat dengan proyekmu. Namun, lakukanlah dengan sopan dan jangan berlebihan. Seminggu sekali merupakan waktu yang masih bisa di terima. Jika kalian tidak bisa menunggu lebih lama lagi, utarakan dengan sopan bahwa kalian membutuhkan jawaban sebelum tanggal sekian. Jika kalian membutuhkan jawaban segera, karena ada tawaran dari pihak lain, maka utarakan pula dengan jujur dan sopan.

Akhir kata, tanamkan di kepala kalian, bahwa penolakan adalah bagian dari proses ini. Jangan pernah menyerah dan tetaplah percaya bahwa proyek yang baik akan membuahkan hasil. Jangan pula menutup telinga dari saran dan masukan panelis / juri / pemilih. Masukan dari mereka penting untuk membuat proyek kalian lebih baik lagi ke depannya. Selamat berkarya, teman-teman!

Comments