Catatan Tentang Deleted Scene Balik Jakarta: Menunggu Hujan

Beberapa hari yang lalu, kami baru mengunggah video baru. Video itu adalah potongan adegan film pendek Balik Jakarta yang dibuang. Sebelum membaca catatan tentang deleted scene Balik Jakarta ini, sudah pada nonton film pendek Balik Jakarta? Kalau belum, masih ada beberapa pemutaran film Balik Jakarta dalam waktu dekat. Pastikan kalian sudah follow akun Instagram dan Facebook page kami ya untuk informasi-informasi terkini.

Silahkan tonton video deleted scene film Balik Jakarta di bawah ini:

 

Film Balik Jakarta bercerita tentang pertemuan Togar, seorang sarjana muda yang mengisi waktu menjadi tukang ojek, dengan Günther, seorang WNA asal Jerman yang sedang mencari rumah masa kecilnya di daerah Kebayoran. Perbedaan budaya dan kebiasaan mereka, menimbulkan kekacauan dan situasi-situasi konyol yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.

Syuting film ini memakan waktu tiga hari. Waktu yang cukup padat sebenarnya untuk film pendek berdurasi 25 menit. Belum lagi kami menemui berbagai kendala, yang utamanya disebabkan oleh cuaca. Hari pertama rencananya kami akan syuting di Jalan Teh, Kota Tua, lalu traveling shot menggunakan rigging pada motor menuju lokasi berikutnya di Menteng. Di Menteng, rencananya kami akan mengambil gambar di set tukang nasi goreng pada malam hari.

Cuaca mengubah rencana kami. Setelah mengambil adegan pembuka film di Jalan Teh, kami makan siang sambil menunggu tim kamera memasang kamera di mobil pickup, serta menempelkan motor ke pickup. Namun tiba-tiba, hujan turun. Setelah kamera siap, kami tak bisa berbuat banyak selain menunggu hujan reda. Langit yang gelap serta jalanan yang basah adalah dua alasan yang membuat kami tak bisa berbuat apa-apa.

Hujan turun cukup stabil. Ketika kami mulai putus asa menunggu hujan reda, Jason sebagai sutradara melontarkan sebuah ide agar proses syuting dapat terus bergerak. Ide tersebut adalah memindahkan dialog-dialog yang sejatinya akan di ambil di atas motor menjadi di depan ruko yang tutup. Situasi adegan pun disesuaikan menjadi Günther dan Togar sedang menunggu hujan reda sambil berbincang soal cicak dan tempat asal Togar.

Ide spontan yang sebetulnya iseng-iseng berhadiah ini pun akhirnya diambil. Tim art segera menyiapkan beberapa keperluan, seperti papan ruko yang disewakan. Tim kamera pun terpaksa membongkar kamera di pickup untuk mengambil gamar tersebut. Sementara itu, Jason menjelaskan situasi yang baru ini pada para pemeran. Sialnya, saat gambar siap diambil, hujan pun sedikit mereda. Hanya tersisa gerimis-gerimis kecil.

Di meja editing, akhirnya adegan ini diputuskan untuk dibuang. Ada beberapa alasan. Pertama, karena akhirnya kami berhasil mendapatkan dialog tersebut di adegan yang sesuai dengan naskah. Adegan tersebut akhirnya dapat diambil di hari ketiga syuting. Alasan kedua, hari kedua dan ketiga tiba-tiba langit pun cerah, bahkan cenderung terik. Alhasil, banyak footage hari pertama yang akhirnya tak dapat dipakai karena karakter cuaca yang jomplang. Alasan ketiga, adegan ini dirasa menghambat jalur cerita. Akhirnya, adegan ini pun di buang.

Masih ada dua adegan lain yang tak kalah menarik. Kami akan share adegan-adegan tersebut minggu depan secara berkala. Bagaimana pendapat kalian tentang deleted scene Balik Jakarta ini? Tulis komentar kalian di kolom komentar.

Omong-omong, kamu bisa putar film Balik Jakarta di komunitasmu! Cukup dengan baca syarat & ketentuan, lalu isi formulir online di link berikut ini.

Comments