Ini Piknik Atau Syuting Sih?! – Catatan Harian Produksi Elegi Melodi

Hi, kembali lagi di catatan harian produksi terbaru kami, Elegi Melodi! Oke, buat kamu yang belum sempat baca artikel-artikel sebelumnya, Elegi Melodi adalah sebuah film pendek yang ditulis dan disutradarai oleh Jason Iskandar. Film ini bercerita tentang Melodi, seorang perempuan berusia 60 tahun,  yang setelah divonis kanker, ingin mewujudkan cita-citanya sejak muda dulu: menjadi penyanyi dan membuat video klip. Ia pun meminta bantuan Rio, anak laki-lakinya untuk mewujudkan mimpinya tersebut.

 

Memasuki syuting hari ketiga, suasana terasa semakin akrab. Tak ada lagi suasana canggung di antara para kru. Setiap kru mulai bisa bercanda satu sama lain. Hari ketiga sebetulnya adalah hari yang paling meneganggkan dan bikin harap-harap cemas. Kenapa? Karena hari ini kami akan syuting di Taman Bunga Nusantara, yang seluruhnya outdoor. Selain itu, hampir sebagian besar cerita mengambil latar di lokasi ini. Jika hujan turun, celakalah semua rencana kami. Kecemasan semakin bertambah lantaran kami tak punya lagi banyak waktu cadangan di hari terakhir. Dengan kata lain, kami harus menyelesaikan semua adegan di hari ini.

Semua kegiatan kami berlangsung sesuai rencana. Kami tiba di lokasi Taman Bunga Nusantara, Cipanas, tepat pukul 6.30 pagi. Sebetulnya taman dibuka pukul 8, namun ijin syuting yang kami dapatkan memungkinkan kami untuk tiba lebih pagi. Sesampainya di sana, kami pun segera meluncur ke bagian labirin untuk melakukan pengambilan gambar. Rombongan pemeran tiba tidak lama setelah kami tiba, sehingga pengambilan gamba pun bisa dimulai.

Day Wijanto berperan sebagai Melodi dalam film Elegi Melodi.

Dayu Wijanto dan talent coordinator, Cynthia Hana di jeda syuting film Elegi Melodi.

Tuntutan waktu yang cukup bikin waswas ini nyatanya tidak membuat suasana syuting menjadi tegang. Meskipun hujan sempat turun di pagi hari, awan gelap segera pergi di siang hari. Setelah labirin, kami pindah ke bagian lain Taman Bunga Nusantara diantar dengan matahari yang terik. Tentu ini amat menggembirakan bagi kami, dan kecemasan pun pergi seketika. Akan tetapi kami punya rintangan lain yang harus segera ditaklukan, yaitu: terbenamnya matahari.

Kecemasan baru pun datang, lantaran tempo syuting mulai melambat. Beruntung, tim mampu mempercepat kembali tempo syuting, sehingga semua gambar akhirnya berhasil terambil. Suasana syuting yang santai namun serius, membuat segalanya jadi memungkinkan untuk selesai tepat waktu. Kami mengakhiri syuting hari ketiga di taman bagian Eropa tepat pukul 17.30. Betapa leganya kami karena hari ketiga, alias hari tersulit dari seluruh masa syuting, berhasil selesai tanpa ada gambar yang kurang. Kami pun tak lupa mengabadikan kebahagiaan tersebut dengan sebuah sesi foto bersama.

Sutradara dan penulis, Jason Iskandar sedang berdiskusi dengan sinematografer Leontius Tito.

Ini adalah kolaborasi pertama Jason Iskandar dengan Leontius Tito (sinematografer film pendek Lemantun) dan kali kedua denga Yoga Mohamad (setelah film pendek Balik Jakarta).

Foto keluarga besar tim film pendek Elegi Melodi.

Pukul 19.00, kami sudah kembali ke basecamp. Tidak seperti sebelumnya, suasana menjadi semakin santai dan cair. Kelegaan dan kebahagiaan meliputi semua kru dan pemain. Seluruh kru dan pemain pun akhirnya menghabiskan waktu dengan bernyanyi bersama di dalam basecamp. Hits-hits era 90an sampai hits jaman now kami nyanyikan dengan penuh sukacita, sampai-sampai kami lupa: ini piknik atau syuting sih?!

Kami pun saling mengingatkan bahwa syuting belum selesai. Kami masih punya satu hari lagi yang harus diselesaikan. Sebelum masuk ke kamar tidur masing-masing, asisten sutradara Clara Vipassana Gosal, memberikan pengarahan soal jadwal syuting keesokan harinya. Hari terakhir memang relatif lebih santai dan secara fisik lebih mudah. Hari terakhir akan mengambil latar di salah satu villa basecamp yang akan disulap menjadi rumah. Seperti apa keseruan hari terakhir syuting Elegi Melodi? Ikuti terus catatan harian  produksi Elegi Melodi di blog kami!

Comments