Membungkus & Membawa Pulang Elegi Melodi – Catatan Harian Produksi Elegi Melodi

Hi, kembali lagi ke catatan harian produksi Elegi Melodi. Akhirnya sampailah kita di hari terakhir syuting. Ya, syuting film Elegi Melodi memang ‘hanya’ memakan waktu empat hari saja. Tetapi, untuk ukuran film pendek, syuting empat hari ini sudah cukup panjang. Buat yang belum pernah mendengar tentang Elegi Melodi, ini adalah karya film terbaru Studio Antelope, yang bercerita tentang Melodi, seorang perempuan berusia 60 tahun yang setelah divonis kanker memutuskan untuk mewujudkan cita-citanya sejak dulu, yaitu menjadi penyanyi dan merekam video klip.

 

Memasuki hari terakhir syuting, suasana di antara para kru sudah amat cair. Apalagi syuting paling berat telah dilalui dengan lancar, yang lalu membuat kami punya banyak waktu senggang di malam hari, yang lalu kami habiskan dengan bernyanyi dan bersenang-senang, yang lalu membuat kami lupa bahwa masih ada satu hari syuting tersisa. Anyway, the good thing is, load hari terakhir syuting Elegi Melodi tak terlalu berat. Rencananya sekitar sore hari kita sudah selesai dan bisa kembali ke Jakarta.

Penata rias Christy Pramarsita sedang menata rambut pemeran Melodi, Dayu Wijanto.Karina Taurusia, pemeran Valen, dan penata busana, Elvira Sundari.

Berlangsungnya syuting pun sama lancarnya dengan hari-hari sebelumnya. Kami memulai dengan adegan di ruang tengah sebelum masuk ke dalam kamar. Setelah makan siang, langit berangsur-angsur menggelap. Kami sempat cemas lantaran jika hujan turun, makan syuting pasti sedikit terhampat karena suara hujan dan lampu yang terguyur hujan. Beruntung, hingga scene terakhir selesai terekam, hujan tak kunjung turun.

Syuting pun selesai sekitar pukul 16.30. Kami berkumpul di ruang tengah guna menjalankan ritual syuting yang tak bisa dilewatkan: teriakan ‘it’s a wrap!’ Jason Iskandar, sang sutradara, menutup syuting dengan pidato singkat. Semua pemain dan kru pun saling memberi salam perpisahan. Daaannn… Tiba-tiba hujan turun. Empat hari syuting kami tak diganggu hujan, dan sekaran hujan turun begitu lebat. Kami bersyukur pada semesta sambil saling memberikan salam perpisahan satu sama lain.

Sutradara Elegi Melodi, Jason Iskandar dan produser, Florence Giovani.Alfian Phang memerankan karakter Rio dalam film Elegi Melodi.Clara Vipassana Gosal dan Leontius Tito di film Elegi Melodi.

Secara keseluruhan, ini adalah salah satu syuting yang sulit dilupakan. Kenapa? Karena kami merasa setiap orang yang terlibat dalam proyek ini, mulai dari pemain hingga kru, mengeluarkan usaha terbaiknya untuk hasil yang maksimal. Mengerjakan proyek ini tak terasa seperti sedang bekerja. Kami merasakan betul bedanya mengerjakan proyek ini dengan kerja-kerja komersil lain. Yah, seperti yang kami bilang di postingan sebelumnya, Elegi Melodi memang juga kami jadikan momen untuk menyegarkan kembali semangat kami dalam berkarya. Setelah melalui proses-prosesnya sejauh ini, kami  yakin tujuan proyek ini sudah terpenuhi.

Setelah empat hari syuting, masih ada paska-produksi yang menunggu kami. Jujur saja, kami tak sabar untuk memperlihatkan film Elegi Melodi pada kalian. Semoga kesenangan, passion, dan energi yang kami habiskan selama proses ini mampu menghasilkan karya yang memuaskan. Jadi, tunggu film ini yaaa!

Comments