Jadwal Pemutaran Film Balik Jakarta di Bandung

Halo semuanya! Setelah film Balik Jakarta sukses membuat 300 penonton tertawa di pemutaran perdananya di Goethe Institut Jakarta, sekarang film ini siap untuk diputar di Bandung nih. Pemutaran film Balik Jakarta di Bandung ini bekerjasama dengan komunitas Bahasinema dan LFM ITB.

Pemutaran film Balik Jakarta, karya sutradara Jason Iskandar, produksi Studio Antelope.

Balik Jakarta akan di putar dalam kompilasi film pendek bertema adaptasi. Selain Balik Jakarta, film pendek lain yang akan diputar antara lain: Westen karya Christian Schwochow, Astronot karya Syarief Ibrahim, Sedeng Sang karya Mohammad Reza, Mata Elang karya Wisnu Dewa Broto, dan terakhir adalah film pendek terbaik XXI Short Film Festival: Semalam Anak Kita Pulang karya Adi Marsono.

Pemutaran film akan diselenggarakan di:

Bibliothek Goethe Institut Bandung
Jalan R.E. Martadinata No. 48
Kamis, 17 November 2016
Pkl 16.00 – Terbatas untuk 40 Penonton
Organized by Bahasinema, Liga Film Mahasiswa ITB dan Goethe Institut Bandung
Info & RSVP: bahasinema@gmail.com / bahasinema.com

Saat ini kami sedang mempersiapkan pemutaran-pemutaran berikutnya. Sambil menunggu pemutaran-pemutaran berikutnya, mari simak sekali lagi cuplikan film Balik Jakarta berikut ini:

Seperti yang kita sudah ketahui, film Balik Jakarta adalah proyek film pendek yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Republik Federal Jerman Jakarta, dengan kolaborasi bersama Studio Antelope dan didukung oleh PT. Solusi Data Mandiri. Tujuan proyek ini adalah menceritakan Jakarta secara apa adanya tanpa harus menjadi sinis dengan situasinya. Film pendek ini juga bertujuan untuk memberikan penggalan cerita keseharian di Jakarta.

Film pendek yang ditulis dan disutradarai oleh Jason Iskandar ini menceritakan Togar (Yoga Mohamad), seorang sarjana pengangguran yang menghabiskan waktunya menjadi supir ojek. Suatu ketika ia bertemu dengan Günther, seorang turis Jerman yang datang membawa secarik foto rumah masa kecilnya di daerah Kebayoran. Hanya dengan modal foto tersebut, Günther meminta tolong Togar untuk mencari rumah tersebut. Namun tentu saja, kota Jakarta yang berubah dengan pesat menyulitkan upaya mereka.

Comments