5 Rekomendasi Film Spiritual

Spiritual sering bisa disalahartikan menjadi hal-hal yang berbau paranormal, tapi sebenarnya bukan loh! Hal spiritual merupakan hal yang berhubungan atau berpengaruh kepada batin atau jiwa seseorang. Kira-kira film-film apa saja ya yang menyentuh sukma seseorang? Yuk, kita lihat 5 rekomendasi film spiritual di bawah ini!

Eat, Pray, Love

Eat, Pray, Love merupakan film yang diadaptasikan dari biografi Elizabeth Gilbert di tahun 2010. Film ini disutradarai oleh Ryan Murphy, laki-laki di belakang Glee dan juga American Horror Story, dan dibintangi oleh Julia Roberts. Eat, Pray, Love bercerita mengenai kehidupan Gilbert sebagai seorang wanita modern yang memiliki semua hal yang ia inginkan, dari suami, rumah, dan juga kesuksesan dalam kariernya. Walaupun ia memiliki itu semua, ia menemukan dirinya merasa hilang dan bingung terhadap apa yang sebenarnya ia inginkan dari kehidupannya. Akhirnya setelah bercerai dengan suaminya, Gilbert mengambil risiko yang besar dan pergi selama satu tahun ke tempat-tempat dimana ia berusaha untuk menemukan dirinya kembali – ke Italia, India, dan Bali. Karena Bali menjadi salah satu setting dari film ini, ada aktris Indonesia ternama juga lho! Christine Hakim berperan sebagai Wayan, yaitu sahabat Gilbert dalam kehidupannya di Bali.

Life of Pi

Rekomendasi film spiritual selanjutnya adalah film yang diadaptasi dari buku berjudul yang sama karya Yann Martel (2001) ini melakukan pemutaran perdana di acara pembukaan 51st New York Film Festival tahun 2012. Kisahnya menceritakan seorang pemuda yang selamat dari sebuah badai laut. Ia menemukan sebuah sekoci dan ia harus melalui perjalanan serta memiliki hubungan istimewa dengan seekor harimau benggala. Untuk mendapatkan pemeran utamanya, kru Life of Pi harus melakukan casting sebanyak 3000 pemuda terlebih dahulu hingga pada akhirnya menemukan Suraj Sharma yang masih 16 tahun. Ang Lee, sutradara Life of Pi, mengajak film spiritual ini keliling berbagai festival dan memenangkan banyak penghargaan. Salah satunya adalah Best Achievement in Directing dalam ajang Oscar (2013).

Spring, Summer, Fall, Winter, … and Spring

Film spiritual ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang nakal kemudian dibesarkan oleh seorang biksu Buddha. Ia diisolasi di sebuah kuil yang hanya dikelilingi oleh danau serta hutan. Perubahan musim yang ia lewati bertahun-tahun menjadi sebuah simbol perjalanan proses pendewasaannya. Mirip dengan judulnya, Spring, Summer, Fall, Winter, …and Spring secara simbolis menunjukkan roda kehidupan. Film ini diproduksi tahun 2003 disutradarai oleh Ki-duk Kim, memperoleh beberapa penghargaan di ajang festival film, beberapa diantaranya adalah Film Terbaik di Blue Dragon Awards (2003), Film Terbaik di Grand Bell Awards (2004), dan masuk nominasi Film Terbaik di Bangkok Internasional Film Festival (2004).

Sekala Niskala

Sekala Niskala, film spiritual ini mengisahkan anak kembar, Tantri dan Tantra yang memiliki ikatan mendalam. Tantri merindukan saudara kembarnya yang sedang sakit parah dan dirawat di rumah sakit. Kerinduannya Tantri pada saudaranya yang mulai kehilangan kemampuan indrawi, perlahan-lahan membuat Tantri menolak kenyataan. Tantri seringkali berbagi cerita dengan Tantra melalui tari-tarian dengan menyelinap ke ruang inap. Kamila Andini, sutradara sekaligus penulis film Sekala Niskala menghadirkan nuansa budaya Bali namun bukan persoalan keelokan alam demi meningkatkan pariwisata. Kamila Andini membawakan nilai-nilai filosofis masyarakat Hindu di Bali. Film panjang keduanya yang digarap bersama Fourcolours Film ini mendapatkan penghargaan Golden Hanoman di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) tahun 2017.

Ziarah

BW Purbanegara, sutradara asal Jogja yang sedang menetap di Bali menjadikan Ziarah sebagai film panjang pertamanya. Ziarah menceritakan seorang nenek, Mbah Sri, mencari makam suaminya, Pawiro, yang tidak pernah pulang setelah pamit untuk berangkat perang. Bermodalkan informasi yang tidak lengkap dari seorang tentara veteran yang kenal dengan suaminya, Mbah Sri tetap memulai pencariannya. Melalui kisah pencarian makam sang suami, Mbah Sri menunjukkan pasrah dan ikhlas adalah nilai yang diberkahi sebagai bentuk rasa cinta. Film berbahasa Jawa dan berdurasi 87 menit ini, meraih nominasi Best Orginal Screenplay di ajang Piala Citra dan mendapatkan Film Terbaik di Salamindanaw Asian Film Festival tahun 2016.

Berdasarkan list 5 rekomendasi film spiritual di atas, manakah film spiritual yang membuatmu paling bisa membangkitkan jiwamu?