6 Sumber Adaptasi Film Berikut Contohnya

Ada banyak cara untuk mengapresiasi karya seni, salah satunya adalah menerjemahkan interpretasi kita dalam medium seni yang lain. Dalam dunia film, dikenal istilah l’adaptation cinématographique yang pertama kali dibahas oleh André Bazin. Meski beberapa orang menganggap proses adaptasi seringkali menghilangkan esensi dari medium asalnya, ada juga orang yang memandang karya seni hasil adaptasi merupakan karya yang bisa dimaknai secara terpisah dari karya yang ia adaptasi, toh keduanya sama-sama medium seni. Tapi emang apa aja sih film-film yang inspirasinya datang dari berbagai sumber adaptasi?

Buku

Hal yang paling menantang dalam mengadaptasi buku atau novel ke dalam seni adalah bagaimana menyederhanakan banyaknya kata-kata ke dalam adegan, tanpa mengubah makna dari kata-kata itu sendiri. Contoh filmmaker yang berani mengadaptasi buku-buku terkenal dan menghasilkan film yang juga sama kerennya adalah David Yates yang membuat Harry Potter, Edwin yang menyutradarai Aruna dan Lidahnya, dan Perahu Kertas karya Dewi Lestari yang dijadikan film oleh Hanung Bramantyo.

 

Puisi

Selain buku, karya literatur lain yang bisa diadaptasi menjadi film adalah puisi. Interpretasi puisi menjadi film juga bukan hal yang sederhana, terlebih karena tiap orang punya penerjemahan yang berbeda terhadap arti sebuah puisi yang seringkali menggunakan gaya bahasa tidak lugas. Beberapa puisi yang mengilhami karya film adalah Hujan di Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono yang filmnya disutradarai oleh Reni Nurcahyo Hestu Saputra dan Istirahatlah Kata-Kata karya Wiji Thukul yang diinterpretasi ke dalam medium sinematografi oleh Yosep Anggi Noen. Kami sendiri juga pernah memproduksi sebuah film yang terinspirasi dari puisi Leon Agusta yang berjudul Dan Kembali Bermimpi, diinterpretasi dan disutradarai oleh Jason Iskandar. Ada yang sudah nonton?

Baca Juga:  4 Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Sammaria Simanjuntak

 

Webtoon

Sebagai bagian dari alternatif bahan bacaan di era digital, Webtoon mengakomodir para pembuat dan penikmat komik dengan teknik membaca yang berbeda. Pertama kali diluncurkan di Korea, portal Webtoon merupakan inisiatif perusahaan Naver atas menurunnya produksi komik cetak di Korea Selatan. Kini, selain menjadi rujukan bacaan buat para komikus, beberapa sineas juga mendapat inspirasi dari komik-komik yang diterbitkan secara independen di Webtoon, seperti Inside Men, sebuah film action kriminal yang disutradarai oleh Woo Min-ho. Di Indonesia, film Terlalu Tampan yang rencananya akan dirilis pada 2019 juga terinspirasi dari salah satu komik di Webtoon karya Avisiena dan Savenia dengan judul yang sama.

 

Lagu

Band legenda pop dunia, The Beatles, ternyata pernah memproduksi sebuah film yang terinspirasi dari salah satu lagu mereka sendiri, Yellow Submarine. Yup, mengadaptasi ide film dari sebuah lagu ternyata juga mungkin untuk dilakukan. Yellow Submarine sendiri merupakan film animasi yang digarap oleh George Dunning dan bergenre komedi.

 

Cerita Pendek

Kamu pernah nonton film The Secret Life of Walter Mitty atau The Curious Case of Benjamin Button? Kedua film itu ternyata diadaptasi dari dua cerita pendek dengan judul yang sama. The Secret Life of Walter Mitty ditulis oleh James Thurber, sementara The Curious Case of Benjamin Button adalah cerita pendek yang ditulis oleh F. Scott Fitzgerald dan pertama dipublikasikan dalam majalah Collier pada 27 Mei 1922.

 

Komik

Doyan nonton film-film superhero produksi Marvel atau DC? Ngikutin komiknya juga gak? Di Indonesia, baik komik maupun film produksi Marvel dan DC Comics memang banyak banget penggemarnya. Tapi ternyata ada juga film-film beken lain yang terinspirasi dari komik, seperti triquel Man In Black dan drama komedi musikal Annie yang tayang pada 2014.

Baca Juga:  Istilah-Istilah Dalam Instagram Yang Perlu Kalian Ketahui
No Comments

Tulis Komentar: